Ini Kelomang

Ini Kelomang

Kelomang ©kompasiana.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Jika kemarin menjelaskan tentang hewan siput, hari ini bertema yang hampir orang-orang mengatakan kebaran dari siput. Akan tetapi berbeda, karena ini Kelomang. Kelomang atau umang-umang, atau ada pula yang menerjemahkannya sebagai ketam pertapa atau kepiting pertapa, adalah krustasea dekapod dari superfamilia Paguroidea. Sebagian besar dari sekitar 1.100 spesies anggota Paguroidea memiliki perut asimetris, yang tersembunyi dalam cangkang siput laut yang telah kosong yang dibawa-bawa oleh hewan ini.

Kebanyakan spesies kelomang memiliki abdomen (perut) yang panjang dan bergelung bagai spiral, serta lunak lembut, tidak keras seperti abdomen krustasea lain yang terlindung cangkang terkalsifikasi. Abdomen yang telanjang dan rentan ini dilindungi dari serangan predator dengan memanfaatkan cangkang siput kosong yang dibawa-bawa oleh kelomang, cangkang siput itu dapat menyembunyikan seluruh tubuhnya apabila ditarik masuk.

Kelomang hias | sumber: hewanpedia.com

Sebagian besar spesies bersifat akuatik dan hidup dalam berbagai kedalaman air asin, dari wilayah garis pantai dan perairan yang dangkal sampai ke dasar laut dalam. Di daerah tropis terdapat beberapa spesies kelomang yang hidup di darat meskipun begitu, mereka memiliki larva akuatik dan karena itu memerlukan akses ke air untuk bereproduksi, kebanyakan kelomang aktif di malam hari.

Sebagian besar spesies memiliki perut spiral melengkung yang panjang dan lembut, tidak seperti kalsifikasi perut keras yang terlihat pada krustasea terkait. Perut rentan dilindungi dari predator oleh cangkang kerang kosong yang dibawa oleh kepiting ini. Kelomang sering menggunakan cangkang siput laut, meskipun ia juga menggunakan banyak benda yang tidak lazim digunakan oleh hewan sebagai rumahnya, seperti botol, rumput, batu, bulu babi, ataupun anemon.

Banyak orang salah kaprah mengartikan kelomang sebagai keong, padahal itu adalah dua hewan yang berbeda. keong dalam kamus bahasa indonesia, berarti hewan lunak berkaki perut, dan bercangkang tunggal, atau gastropoda. Kelomang bukanlah hewan lunak berkaki perut.

Hermit crab atau kepiting pertapa sering dibedakan speciesnya berdasarkan rumah yang dibawanya. Dan keunikan serta warna warni cangkang kelomang membuatnya sering dijadikan hewan peliharaan. Bahkan sudah diperjualbelikan dengan harga yang cukup mahal.

Rebutan rumah yang lebih bagus | sumber: kaskus.co.id

Beberapa spesies kepiting pertapa, baik darat dan laut, menggunakan rantai lowong untuk menemukan cangkang baru: ketika cangkang baru yang lebih besar telah tersedia, kepiting pertapa berkumpul di sekitarnya dan membentuk semacam antrian dari terbesar ke terkecil. Ketika kepiting terbesar berpindah ke cangkang baru, kepiting terbesar kedua pindah ke cangkang yang baru dikosongkan, sehingga membuat cangkang sebelumnya tersedia untuk kepiting ketiga, dan seterusnya.

Akan tetapi di samping itu, kelomang sering pula terlihat mengeroyok individu lain sejenisnya, yang dianggap memiliki rumah yang lebih bagus dan memaksa individu itu untuk melepaskan cangkangnya; sebelum kemudian saling bersaing untuk memperebutkannya sampai salah satu individu yang lebih kuat dapat menguasai cangkang rampasan itu.


Catatan kaki: Kelomang | Perbedaan siput dan kelomang

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang50%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Beberapa Cara Merayakan Hari Batik Nasional Sebelummnya

Beberapa Cara Merayakan Hari Batik Nasional

Buku Pintar, "Wikipedia-nya" Orang Indonesia Sebelum Era Internet Selanjutnya

Buku Pintar, "Wikipedia-nya" Orang Indonesia Sebelum Era Internet

Fikri Abdul Karim
@fikriabdulkarim

Fikri Abdul Karim

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.