Sepak Terjang Perjalanan Cukur Rambut Asgar

Sepak Terjang Perjalanan Cukur Rambut Asgar
info gambar utama

Cukur rambut memang sudah jadi hal yang sangat melegenda di Indonesia. Dan cukur rambut juga memang sudah merajalela di indonesia. Salah satu cukur rambut yang paling terkenal yaitu berasal dari Garut yaitu Cukur Asgar atau Asli Garut. Kejayaan dari tukan cukur asgar memang telah lama melegenda. Meski banyaknya Barbeshop yang beredar di Garut namun, asgar ini masih tetap terlihat eksis. Sesuai dengan namanya yaitu asli garut pemiliki tempat cukur kebanyakan memang Asli Garut.

Belakangan tahun ini Barbershop memang sudah merajalela di Indonesia. Tetapi, berbicara tentang tempat cukur rambut sebenarnya, di Indonesia mempunyai tempat cukur sendiri yaitu asgar. Asgar merupakan identitas asli yang dimiliki oleh orang-orang berprofesi sebagai pemangkas rambut.

Yang hanya berdiri di kota asalnya saja ternyata asgar sudah beredar di kota-kota terbesar seperti Jakarta, Bandung, dan Bogor. Tidak terhitung berapa banyaknya orang-orang yang memilih untuk menjadi tukan cukur rambut Asgar bahkan, sampai orang-orang penting juga mengakui kepiawaian dari asgar. Dikutip dari Kompas.com salah satu tukang cukur yang bernama Herman sudah lebih dari tiga tahun dipercaya memotong rambut dari orang nomor satu di Indonesia yaitu Presiden Joko Widodo bahkan, ketika Joko Widodo masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Tak hanya Herman, Agus Wahidin yang juga sebagai pangkas rambut sudah 12 tahun untuk mencukur rambut dari mantan Presiden ke 6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Muhammad Nasim yang menjadi langganan dari BJ Habibie.

Cukur rambut asgar pertama kali dilakukan pada tahun 1920 oleh juru cukur asal Belanda yang bernama Ldi tetapi tinggal di Garut. Ldi kemudian mengajarkan keahliannya kepada adik-adiknya. Jadilah keluarganya dikenal sebagai tukang cukur. Tetapi, hanya saja cukur rambut saat itu bukan untuk orang pribumi melainkan hanya untuk orang belanda.

Keahlian cukur pertama hanya dimiliki oleh keluarga yang mempelajarinya secara turun temurun tetapi, jika memiliki keluarga banyak dan tersebar di Garut maka ilmu mencukur itu tersebar dengan sendirinya. Pada akhirnya terjadilah peristiwa di era DI/TII Kartosuwiryo semua warga penduduk Garut yang ketakutan memilih untuk meninggalkan Garut dan mengungsi di daerah lain. Selama mengungsi itulah warga Garut menggunakan keahliannya yaitu mencukur rambut sebagai profesi supaya bisa hidup ditempat pengungsian dan pada akhirnya ilmu mencukur rambut itu diturunkan kepada anak dan cucu mereka.

Di Garut sendiri tradisi untuk mencukur rambut masih tetap bertahan hingga saat ini. Para pemuda di Garut tertarik meguasai ilmu mencukur rambut karena mendengar kisah sukses dari para pencukur rambut terdahulu yang sukses dan merantau di kota orang.

Catatan Kaki: Kompas | CNNIndonesia | Inspiradata

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini