Di Pasar Tradisional ini, Rupiah diganti dengan "Dhono"

Di Pasar Tradisional ini, Rupiah diganti dengan "Dhono"

Pasar Tradisi Lembah Merapi, Magelang © foto : MS Fitriansyah/Travelingyuk.com

Indonesia sering kali memunculkan hal-hal unik yang terkadang menjadi sebuah ciri khas dan kebiasaan. Salah satunya seperti di Magelang terdapat pasar yang unik bernuansa tradisional yaitu Pasar Tradisi Lembah Merapi.

Belakangan ini kehadiran Pasar Tradisional Lembah Merapi mulai mendapat banyak perhatian. Dibuka setiap pekan antara pukul 06.00 hingga 12.00 dan jumlah pengunjungnya terus bertambah. Penasaran? yuk kita simak ulasannya.

Pasar Tradisional Lembah Merapi ini mulai berjalan sejak awal tahun 2019, terletak di Gunung Gono, Desa Banyubiru, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Lokasi pasar ini harus melewati jalan menanjak, namun rasa capek akan hilang ketika Kawan GNFI sudah sampai di lokasi pasar. Kawan GNFI akan menemukan suasana kampung yang asri dan tradisional.

Kawan GNFI pun tidak khawatir kepanasan, karena lokasinya yang rimbun dengan pepohonan serta udaranya yang sejuk.

Sajikan Kuliner Jadul (Jaman Dulu)

aneka kuliner tradisional | foto : MS Fitriansyah/Travelingyuk

Semua pedagang di pasar ini berjualan dengan mengenakan pakaian khas Jawa. Kawan GNFI juga akan menemukan makanan-makanan tradisional seperti pecel, soto, lotek, lepet, gethuk, klepon, dan jajanan pasar lainnya.

Uniknya lagi, wadah atau tempat yang digunakan untuk belanjaan makanan tersebut masih tradisional seperti batok kelapa, daun pisang, serta gelas bambu.

Kerajinan Tangan yang Menarik

kerajinan tangan juga dijual di pasar ini | foto: MS Fitriansyah/Travelingyuk

Tidak hanya menjual kuliner saja, pasar ini juga menjual beberapa kerajinan tangan. Jumlahnya memang tidak terlalu banyak, namun tetap menarik perhatian. Salah satunya adalah gasing kayu, permainan lawas yang mungkin pernah dimainkan oleh Kawan GNFI. ada yang masih ingat?

Enaknya Pijat di Pasar Asri

tidak hanya kuliner, terdapat juga jasa pijat | foto : MS Fitriansyah/Travelingyuk

Selain mencicipi makanan, Ganjar Pranowo juga sempat mencoba jasa pijat di pasar tradisional tersebut. Kawan GNFI juga bisa mencoba hal yang sama lho. Kalian bisa santai sambil mencicipi kuliner yang lezat.

Unik! Transaksi Memakai Dhono

alat tukar di pasar tradisional ini diganti dengan dhono | foto : MS Fitriansyah/Travelingyuk

Sebelum memasuki area pasar, Kawan GNFI harus menukarkan uang Rupiah terlebih dahulu, yaitu menukarkannya dengan Dhono atau dalam bahasa Jawa memiliki arti “Dana”. Kepingan kayu berbentuk bundar ini yang nantinya akan menjadi alat tukar selama Kawan GNFI berada di pasar. 1 dhono ini nilainya sama dengan Rp 2000. Menarik yah!

No Plastic!

pasar ini tidak menggunakan plastik namun diganti dengan keranjang bambu | foto : MS Fitriansyah/Travelingyuk

Selain unik karena nuansanya yang jadul, pasar ini juga tidak menggunakan kantong plastik. Sebagai gantinya , pengelola sudah menyiapkan keranjang bambu seharga dua dhono. Hal ini dilakukan agar tidak ada sampah plastik di pasar.

Bonus View Merapi Merbabu

Tidak selesai sampai disitu, daya tarik pasar ini bukan hanya pada konsep kearifan lokal saja. Pengelola juga menyediakan spot foto keren dengan latar belakang Gunung Merapi dan Merbabu. Kawan GNFI yang hobi berfoto bisa mampir kesini.


Catatan kaki: Travelingyuk.com | Detiktravel

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Lompat Tali (Yeye) : Makna Kepalan Tangan Pada Lompatan Terakhir Sebelummnya

Lompat Tali (Yeye) : Makna Kepalan Tangan Pada Lompatan Terakhir

Mulai Desember, 4 Stasiun di Jawa Timur Ini Berganti Nama. Sudah Tahu? Selanjutnya

Mulai Desember, 4 Stasiun di Jawa Timur Ini Berganti Nama. Sudah Tahu?

Asriyati .
@asriyati

Asriyati .

Hii Saya mahasiswi Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yang lagi magang di Good News From Indonesia, bimbing aku yaa.. hehe

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.