Terimakasih dan Selamat Rehat Sejenak Ibu Susi!

Terimakasih dan Selamat Rehat Sejenak Ibu Susi!

Susi Pudjiastuti pada salah satu peragaan busana di Indonesia | foto: breakingnews.co.id

Susi Pudjiastuti merupakan salah satu menteri yang menjabat pada kabinet kerja Jokowi-JK periode 2014-2019. Pribadinya yang nyetrik dan penuh gebrakan seringkali membuatnya menjadi sorotan. Namanya yang tidak terdapat dalam daftar Kabinet Indonesia Maju ternyata banyak disayangkan oleh masyarakat.

Susi sebelumnya telah menjabat sebagai Menteri di Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), kinerja selama masa baktinya yang terkenal baik membuatnya banyak dikagumi. Dirinya yang tak lagi menduduki kursi menteri pada jilid dua pemerintahan Joko Widodo mendapat beragam respon dari masyarakat, salah satunya oleh warga twitter. Tepat di hari pengumuman menteri kabinet baru pada (23/10) namanya pun masuk dalam trending topic Indonesia den,kata kunci Bu Susi dan tagar #WeWantSusi.

Ragam kontroversi Susi

Nama Susi mulai diperbincangkan karena latar belakang pendidikannya yang hanya tamatan SMP. Sebelum sukses sebagai pengusaha, dirinya memutuskan untuk meninggalkan bangku sekolah pada kelas dua SMA.

Susi memulai usahanya dengan menjadi pengepul ikan di Pantai Pangandaran tempat asalnya. Usaha yang ditekuninya pun mengalami perkembangan. Dirinya akhirnya berhasil menjadi pengusaha di bidang perikanan dan penerbangan yang dibuktikan dengan berdirinya PT ASI Pudjiastuti Marine Product, sebuah perusahaan pengekspor hasil perikanan dan PT ASI Pudjiastuti Aviation yang menaungi maskapai penerbangan Susi Air.

Susi bersama paddleboardnya pada panen raya rumput laut di kampung Saharei, Fakfak, Papua Barat | foto: kkp.go.id

Penampilan Susi yang bertato dan seorang perokok hingga kegemarannya melakukan olahraga paddling seakan menghancurkan anggapan masyarakat bahwa pejabat pemerintahan selalu kaku. Ibu dari tiga anak tersebut memang dianggap cukup berani, tak hanya karena penampilan namun juga karena keputusan-keputusan yang diambil semasa ia menjabat.

Ada beberapa kebijakannya cukup membuat masyarakat berdecak kagum. Pada awal masa kerjanya, ia sempat melakukan penenggelaman kapal-kapal asing yang melakukan ilegall-fishing di Indonesia. Hal tersebut ia lakukan untuk memberikan efek jera pada oknum pelaku karena pelelangan kapal asing yang sebelumnya sudah berlangsung dianggap tidak efektif.

Beliau juga sempat melarang penggunaan cantrang oleh nelayan karena dianggap dapat mematikan perikanan di Indonesia jika terus dilakukan.

Bahkan sebelum masa jabatannya berakhir, ia sempat mengeluarkan Keputusan Menteri Kelautan Dan Perikanan RI no 46/KEPMEN-KP/2019 yang menetapkan Teluk Benoa di Bali sebagai kawasan konservasi maritim. Hal tersebut tentu merupakan berita gembira mengingat masyarakat Bali yang selama ini telah memperjuangkannya.

Walaupun berbagai kebijakannya mendapat pro dan kontra baik dari nelayan atau dari lingkup pemerintahan sendiri, sebagian besar besar keputusan yang diambil Susi cukup mendapat apresiasi. Hal tersebut ia dapatkan karena berbagai kebijakannya dianggap memperhatikan kesejahteraan nelayan juga lingkungan.

Diapresiasi dunia internasional

Penghargaan Leader of A Living Planet yang diterima Susi Pudjiastuti dari WWF | foto: suratkabar.id

Tak hanya di dalam negeri nama Susi ternyata juga terdengar oleh dunia internasional. Ada beberapa penghargaan yang ia dapatkan karena sepak terjangnya selama menjabat sebagai menteri KKP.

Pada 2016 Perempuan asal Pangandaran itu sempat mendapat penghargaan Leader of A Living Planet dari organisasi non protfit WWF. Ia dianggap berkontribusi besar dalam upaya pelestarian alam bawah laut.

Ia juga mendapatkan Peter Benchley Ocean Awards pada 2017. Penghargaan yang diberikan pada pejabat publik atau tokoh masyarakat yang memberi kotribusi besar terhadap kelestarian laut tersebut didapatnya karena ia dinilai telah membuat kualitas bawah laut Indonesia semakin baik.

Pada tahun yang sama ia juga memenangkan kategori leadership pada Seafood Champion Award di Amerika Serikat yang juga didapat karena rekam jejak kerjanya di KKP. Di tahun tersebut Susi juga masuk dalam daftar seratus perempuan berpengaruh di dunia versi BBC.

Sumber : bisnis.com | tribunnews.com | moneysmart.id | cnnindonesia.com | biografiku.com | twitter.com

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Inilah Waduk Pertama yang Dibangun Pasca Kemerdekaan Indonesia Sebelummnya

Inilah Waduk Pertama yang Dibangun Pasca Kemerdekaan Indonesia

Dari Bandung ke Langit Himalaya Selanjutnya

Dari Bandung ke Langit Himalaya

Ariefiani Harahap
@ariefiani_elf

Ariefiani Harahap

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.