Yogyakarta Tuan Rumah Simposium Tekstil Tradisional ASEAN 2019

Yogyakarta Tuan Rumah Simposium Tekstil Tradisional ASEAN 2019

Pembukaan 7 th ASEAN Traditional Textile Symposium, Selasa (5/11) © Gudegnet/ Rahman

Simposium dan pameran kain tradisional warisan negara se-ASEAN digelar di Yogyakarta pada 4-8 November 2019. Acara bertajuk 7th Asean Traditional Textile Symposium and Expo dipusatkan di Royal Ambarukmo Hotel, Yogyakarta.

"Event internasional ini pertama kalinya digelar di Indonesia sejak lahir 20 tahun lalu," ujar Sekretraris 7th Asean Traditional Textile Symposium and Expo, Anggi Bambang usai bertemu Wakil Gubernur DIY Paku Alam X di Kompleks Kepatihan Yogya Kamis 31 Oktober 2019, seperti dilaporkan Tempo.co.

Kegiatna yang juga meliputi pameran wastra serta kompetisi desain wastra dan fotografi itu diharapkan mampu melahirkan karya-karya tekstil yang indah, penuh filosofi, dan bernilai ekonomis.

Puluhan UMKM perajin kain tradisional Indonesia turut memerkan produknya dalam ajang 7th Asean Traditional Textile Symposium and Expo di Yogyakarta. Foto: TEMPO/Pribadi Wicaksono
Puluhan UMKM perajin kain tradisional Indonesia turut memerkan produknya dalam ajang 7th Asean Traditional Textile Symposium and Expo di Yogyakarta. Foto: TEMPO/Pribadi Wicaksono

“Tentu dengan harapan adanya dampak positif bagi para perajin tekstik tradisional, agar tetap bertahan dalam gempita ekonomi global,” ujar Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan HB X dalam sambutannya pada pembukaan ajang ini.

Menurut laporan Antara, simposium ini dihadiri oleh 23 pemerhati wastra dari 16 negara termasuk Amerika Serikat, Australia, Korea, Jepang, China, Indonesia, Filipina, Kamboja, Brunei Darussalam, Malaysia, Laos, serta Vietnam.

Kepala Sub Direktorat Warisan Budaya Tak Benda Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Binsar Simanullang mengatakan bahwa simposium tekstil ASEAN 2019 mendukung pelestarian warisan budaya tak benda Indonesia.

Ia mengatakan bahwa Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya telah menetapkan 39 warisan budaya tak benda Indonesia yang berkaitan dengan tekstil, yakni batik, ulos, dan kain tenun.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Bukti Pengabdian, Penerima Beasiswa LPDP Ajak Anak-Anak Tingkatkan Minat Baca Sebelummnya

Bukti Pengabdian, Penerima Beasiswa LPDP Ajak Anak-Anak Tingkatkan Minat Baca

Jelang Akhir Tahun, FPMSI Akan Gelar Diskusi Bersama Warganet Menuju Indonesia Maju Selanjutnya

Jelang Akhir Tahun, FPMSI Akan Gelar Diskusi Bersama Warganet Menuju Indonesia Maju

Indah Gilang  Pusparani
@indahgilang

Indah Gilang Pusparani

http://www.indahgilang.com

Indah graduated from MSc Development Administration and Planning from University College London, United Kingdom in 2015. She finished bachelor degree from International Relations from University of Indonesia in 2014, with two exchange programs in Political Science at National University of Singapore and New Media in Journalism at Ball State University, USA. She was awarded Diplomacy Award at Harvard World Model United Nations and named as Indonesian Gifted Researcher by Australian National University. She is an Editor at Bening Communication, previously worked at the Commonwealth Parliament Association UK and a diplomacy consulting firm Best Delegate LLC in USA.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.