Ganesya, Museum Budaya Terbesar di Malang Raya

Ganesya, Museum Budaya Terbesar di Malang Raya

Peresmian Museum Ganesya © Oky/jatimnet.com

  • Museum Ganesya hadir sebagai museum budaya terbesar di Malang Raya.
  • Museum ini termasuk bagian dari Hawai Group, berlokasi di Perumahan Graha Kencana, Jl. Balearjosari.
  • Di museum ini terdapat beragam artefak, topeng, wayang, dan diorama.

Malang Raya kini memiliki museum budaya yang besar nan megah. Museum Ganesya namanya, akronim dari Gelar Indonesia Budaya. Museum ini berlokasi di Perumahan Graha Kencana, Jl, Balearjosari, Malang.

Di dalam Museum Ganesya, Kawan GNFI bisa menemui beragam artefak (benda peninggalan sejarah) seperti Tosan Aji (senjata pusaka tradisional), Pataka (lambang legitimasi jabatan kerajaan), manik-manik, fragmen, terakota (tembikar/gerabah), benda perunggu, arca dan prasasti yang merupakan manifestasi kejayaan bangsa di masa lampau teristimewa dari masa Kerajaan Singosari dan Majapahit.

Selain itu, Museum Ganesya juga menghadirkan keeksotisan ekspresi etnografi kebudayaan Indonesia terkait seni pertunjukan tradisi, terutama kebudayaan topeng, wayang dan khasanah panji dengan berbagai bentuk dan karakter dari tradisional sampai modern.

BACA JUGA: Malang Menargetkan Jadi Destinasi Internasional

Museum Ganesya terdiri dari dua lantai | Foto: Instagram @museumganesyamalang

Topeng dan wayang yang ditampilkan antara lain topeng panji, topeng majapahit, wayang kulit, wayang krucil, wayang klitik, wayang beber, wayang gedog, wayang golek (thengul, pakuan, cepak).

Koleksi seputar penyebaran Islam di tanah Jawa dengan media wayang juga ada di Museum Ganesya, seperti wayang golek Wali Songo, Topeng Menak, dan wayang potehi Laksamana Cheng Ho.

Galeri topeng di Museum Ganesya | Foto: Instagram @museumganesyamalang

Public Relation Hawai Group, Rosa Febrina, menyebutkan Museum Ganesya memiliki pemandu untuk menjelaskan detail warisan budaya bagi para peminat dan pencinta budaya.

"Tidak hanya menghadirkan informasi seputar benda koleksi, tetapi dalam hal penataan juga dilakukan terobosan dengan menggunakan diorama. Contohnya diorama Wali Songo, Bima Ruci, dan lain-lain," ujar Rosa, dikutip dari siaran pers yang diterima GNFI.

Adanya diorama ini memberi kesan menarik dan bisa menjadi spot foto juga, terutama bagi generasi muda yang kerap mencari lataf foto yang Instagramable.

BACA JUGA: Satu Lagi Klub Indonesia yang Akan Masuk Bursa Saham

Peresmian Museum Ganesya dilakukan pada Jumat, 12 Juli 2019, oleh Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan
Permuseuman. Museum yang termasuk bagian dari Hawai Group ini bisa dikunjungi mulai pukul 10.00 WIB - 22.00 WIB. Harga tiket reguler Rp 40 ribu setiap harinya.

Kapan kamu berencana berlibur ke museum ini?**

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi50%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Mahasiswa UI Ciptakan Tangan Robotik yang Bisa Dikendalikan Otak Sebelummnya

Mahasiswa UI Ciptakan Tangan Robotik yang Bisa Dikendalikan Otak

Jelang Akhir Tahun, FPMSI Akan Gelar Diskusi Bersama Warganet Menuju Indonesia Maju Selanjutnya

Jelang Akhir Tahun, FPMSI Akan Gelar Diskusi Bersama Warganet Menuju Indonesia Maju

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

Tidak bisa masak tapi suka makan. Tidak bisa main bola tapi suka nonton bola.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.