Arti Lambang pada Topi Sekolah

Arti Lambang pada Topi Sekolah

Topi sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas © WordPress.com

Kawan GNFI tentunya pernah mendengar semboyan dari bapak pendidikan Indonesia yakni Ki Hajar Dewantara. Semboyan yang Ki Hajar Dewantara cetuskan yakni sebagai pedoman guru dalam menjadi seorang pendidik. Semboyan pendidikan tersebut yakni Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa dan Tut Wuri Handayani. Arti dari masing-masing semboyan tersebut yakni ketika guru berada di depan, maka harus memberikan contoh dan teladan yang baik. Arti yang kedua yakni ketika guru berada di tengah-tengah siswa, maka guru harus membangun motivasi kepada para siswa dan arti yang ketiga yakni ketika guru berada di belakang maka guru harus memberikan dorongan dan semangat.

Namun, apakah Kawan GNFI tahu jika salah satu dari ketiga semboyan tersebut menjadi lambang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia?

Bahkan, lambang tersebut selalu digunakan menjadi lambang pada topi dan dasi di setiap jenjang pendidikan di Indonesia yakni jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Semboyan yang digunakan menjadi lambang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia adalah Tut Wuri Handayani. Oleh sebab itu, secara tidak langsung, semboyan dari Ki Hajar Dewantara sebenarnya dekat dan melekat pada diri setiap siswa. Namun, meskpiun sudah sering dijumpai, apakah Kawan GNFI tahu apa makna dari lambang tersebut?

Lambang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia yang selalu ada di topi pada jenjang sekolah dasar hingga menengah atas. | Foto : kemendikbud

Nah, sebagai informasi untuk Kawan GNFI, mari kita bahas mengenai makna lambang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dengan Tut Wuri Handayani.

Uraian lambang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

  1. Lambang Kemendikbud berbentuk segi lima yang menginterpretasikan dasar negara Indonesia, Pancasila.
  2. Semboyan Tut Wuri Handayani merupakan bentuk penghargaan dan penghormatan kepada bapak pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara yang hari kelahirannya diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.
  3. Belencong menyala bermotif garuda. Belencong merupakan lampu yang digunakan saat pementasan wayang kulit. Belencong yang menyala merupakan keterwakilan dari pendidikan yang dapat menerangi kehidupan.
  4. Burung garuda merupakan bentuk yang mewakili sifat dinamis, gagah perkasa dan mampu serta berani mengarungi angkasa luas. Ekor burung garuda digambarkan sejumlah lima yang masing-masing mewakili satu asas dari Pancasila.
  5. Buku digambarkan sebagai sumber bagi segala ilmu pengetahuan yang dapat bermanfaat bagi kehidupan.
  6. Pada lambang tersebut terdapat beberapa warna, yakni warna putih yang memiliki makna suci, bersih dan tanpa pamrih. Selain warna putih juga terdapat warna kuning emas pada nyala api yang berarti keagungan dan keluhuran pengabdian. Warna dasar lambang Kemendikbud adalah warna biru muda yang memiliki makna pengabdian yang tak kunjung putus dengan memiliki pandangan hidup yang mendalam yang selaras dengan pandangan hidup Pancasila.
Ki Hajar Dewantara memiliki nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat | Foto : ISI Yogyakarta

Nah, di atas tadi adalah informasi singkat mengenai makna lambang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang tidak bisa dipisahkan dengan peran bapak pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara. Pendidikan tidak hanya dapat diperoleh dari bangku sekolah dan perkuliahan, namun juga dalam kehidupan sehari-hari kita juga dapat memetik pelajaran. Hal tersebut dikarenakan setiap orang adalah guru dan alam adalah layaknya sekolah.


Catatan kaki: kemendikbud

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi100%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

KA Kaligung Akhiri Penantian 122 Tahun Cirebon Prujakan Sebelummnya

KA Kaligung Akhiri Penantian 122 Tahun Cirebon Prujakan

66 dari 99 Km Tol Balikpapan-Samarinda Siap Beroperasi Selanjutnya

66 dari 99 Km Tol Balikpapan-Samarinda Siap Beroperasi

Wihdi Luthfi
@wihdiluthfi

Wihdi Luthfi

Salam. Panggil saja Widi.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.