Perbedaan antara Pesut dengan Lumba-Lumba

Perbedaan antara Pesut dengan Lumba-Lumba

Vaquita © Wikipedia

Serupa namun tak sama, adalah istilah yang cocok untuk dua spesies mamalia penghuni air yakni Pesut dan Lumba-Lumba. Memiliki karakteristik tubuh yang mirip dan kerap disebut sama, namun sebenarnya Pesut dan Lumba-Lumba memiliki perbedaan. Untuk lebih jelasnya di bawah ini adalah beberapa perbedaan antara Pesut dan Lumba-Lumba.

Perbedaan

Pesut

Lumba-Lumba

Nama Ilmiah

Orcaella brevirostris (Pesut Mahakam)

Delphinus Capensis (Lumba-Lumba Moncong Panjang)

Habitat

Perairan tawar di India, Indocina, Filipina, Kalimantan dan Australia.

Lautan seluruh dunia, baik lautan tropis hingga lautan tundra, baik kutub utara maupun kutub selatan.

Bentuk

Memiliki melon yakni jaringan berlemak dan berminyak di kepala.

Bentuk tubuh seperti torpedo (streamline) yakni panjang dan ramping serta dahinya melandai.

Moncong

Moncongnya tidak khas.

Memiliki moncong yang panjang, ramping dan menonjol serta di tenggorokanya terdapat sepasang lekukan.

Lumba-Lumba Moncong Panjang | Foto : rimbakita
Pesut Mahakam | Foto : Budaya Kutai Kartanegara

Sirip

Sirip punggung yang terletak dua pertiga posterior di punggung yang pendek, tumpul dan segitiga.

Tanpa sirip belakang dan memiliki sirip punggung yang tegak.

Sirip tangan yang panjang dan lebar.

Sirip depannya menegecil dan memiliki sebuah ekor horisontal yang kuat untuk bergerak seperti baling-baling perahu.

Warna Tubuh

Memiliki tubuh berwarna cerah dan pada bagian bawah cenderung berwarna putih.

Memiliki tiga pola warna yaitu abu-abu gelap pada bagian punggung, abu-abu terang pada bagian samping dan abu-abu putih di bagian perut.

Ukuran Tubuh

Pesut dewasa beratnya dapat mencapai 130 kg dengan panjang 2,3 meter hingga 2,7 meter.

Lumbah-lumba moncong panjang dewasa memiliki berat antara 80hingga 250 kg dengan panjang antara 1,9 sampai 2,5 meter.

Nah, di atas tadi adalah perbedaan antara Pesut dan Lumba-Lumba yang mana keduanya merupakan sama-sama hewan mamalia laut dari famili delphindae. Namun, selain perbedaan di antara keduanya, perlu Kawan GNFI ketahui bahwa di antara jumlah populasi Pesut dan Lumba-Lumba yang ada kini, jumlah Pesutlah yang kian berkurang dan kini menjadi binatang langka. Menurut WWF, pada tahun 2000 Pesut dikelompokkan ke dalam Daftar Merah IUCN sebagai salah satu spesies yang terancam punah dan dilindungi oleh perundang-undangan di Indonesia. Tercatat, jumlah Pesut di Sungai Mahakam Kalimantan Timur terhitung sekitar 50 hingga 70 ekor sehingga hal tersebut menjadikan Pesut masuk dalam kategori kondisi sangat kritis.

Hal tersebut dikarenakan rusaknya habitat alami Pesut yang dikarenakan pembangunan bendungan, pertambangan, perusakan hutan hingga penangkapan Pesut yang ditujukan sebagai pertunjukkan sirkus. Oleh sebab itu, mari saling menjaga kondisi alam sebagai bentuk timbal balik karena selama ini kita hidup bergantung pada alam. Alam yang kita tinggali tidak hanya dihuni oleh manusia, namun ada banyak ekosistem dan rantai kehidupan lainnya yang turut bergantung pada alam, salah satunya adalah Pesut.

Catatan Kaki : Wikipedia | KKP

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih25%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi50%
Pilih TerpukauTerpukau25%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Generasi Menunduk dan Risiko yang Tersimpan Sebelummnya

Generasi Menunduk dan Risiko yang Tersimpan

Bersenyawa dengan Kukila: Harmoni Hidup antara Manusia dengan Kukila di Hutan Kemuning Selanjutnya

Bersenyawa dengan Kukila: Harmoni Hidup antara Manusia dengan Kukila di Hutan Kemuning

Wihdi Luthfi
@wihdiluthfi

Wihdi Luthfi

Salam. Panggil saja Widi.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.