Kerajaan Islam di Jawa; Kerajaan Pajang

Kerajaan Islam di Jawa; Kerajaan Pajang

Masjid Laweyan merupakan salah satu peninggalan dari Kerajaan Pajang © LimaKaki

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠. Rekomendasi lain dari WHO

Pada tulisan sebelumnya yaitu Kerajaan Islam di Jawa; Kerajaan Demak , telah diulas secara singkat mengenai kerajaan Islam pertama yang ada di pulau Jawa yakni Kerajaan Demak. Kali ini akan diulas secara singkat mengenai Kerajaan Pajang yang mana merupakan kelanjutan dari Kerajaan Demak.

  1. Kerajaan Pajang

Kerajaan Pajang merupakan kelanjutan dari Kerajaan Islam Demak. Kerajaan Pajang didirikan oleh Jaka Tingkir yang berasal dari Pengging yakni di lereng Gunung Merapi. Ia adalah menantu Sultan Trenggono yang diberi kekuasaan di Pajang. Pasca membunuh dan merebut kekusaan Demak dari Aria Penangsang, seluruh kekuasaan dan benda pusaka Demak dipindahkan ke Pajang. Jaka Tingkir mendapat gelar Sultan Hadiwijaya dan sekaligus menjadi raja pertama Kerajaan Pajang.

Islam yang semula berpusat di pesisir utara Jawa (Demak) dipindahkan ke pedalaman membawa pengaruh yang besar dalam penyebarannya. Selain Islam yang mengalami perkembangan, politik juga mengalami perkembangan. Pada masanya, Jaka Tingkir memperluas kekuasaannya ke arah timur hingga Madiun di area pedalaman tepi aliran sungai Bengaawan Solo. Pada tahun 1554 Jaka Tingkir mampu menduduki Blora dan Kediri pada 1577. Karena Kerajaan Pajang dengan raja-raja di Jawa Timur sudah bersahabat, pada tahun 1581 Jaka Tingkir mendapat pengakuan sebagai sultan Islam oleh raja-raja penting di Jawa Timur.

Pasae Laweyan dan Batik Laweyan merupakan salah satu peninggalan dari Kerajaan Pajang | Foto : Pesona Travel

Pada masa kepemimpinan Sultan Hadiwijaya, kejayaan yang sudah dikembangkan pada masa Kerajaan Demak dapat dikenal di pedalaman dan berkembang pesat di dalamnya seperti kesenian, kesusastraan dan penyebaran agama Islam. Jaka Tingkir memimpin hingga tahun 1587 dan meninggal pada tahun yang sama. Pasca meningglnya sultan Pajang tersebut, estafet kekuasaan jatuh pada Aria Pengiri yakni menantunya yang juga adalah anak dari Sultan Prawoto. Aria Pengiri pada saat itu mendapat kekuasaan di Demak bersama para pejabat bawaannya pindah ke Pajang untuk menjadi pengganti Jaka Tingkir, sementara anak dari Jaka Tingkir yakni Pangeran Benowo mendapat kekuasaan di Jipang yang sekarang bernama Bojonegoro.

Pangeran Benowo merasa tidak puas dengan hasil yang diterimanya yakni menjadi penguasa di Jipang, alhasil Pangeran Benowo meminta bantuan Senopati pemimpin Mataram untuk mengusir raja baru di Pajang tersebut. Hingga akhirnya pada tahun 1588 Kerajaan Pajang mampu dikuasinya. Sebagai ungkapan terimakasih, Pangeran Benowo menawarkan untuk menyerahkan haknya yakni warisan dari sang ayah untuk Senopati. Tetapi, Senopati ingin tetap tinggal di Mataram akhirnya Senopati hanya meminta pusaka kerajaan saja. Berhubung Mataram pada saat itu sedang dalam proses menjadi kerajaan besar, Pangeran Benowo dikukuhkan menjadi raja Pajang selanjutnya dan Kerajaan Pajang sepakat berada di dalam wilayah Kerajaan Mataram. Kerajaan Pajang berakhir tahun1618. Kerajaan waktu itu memberontak terhadap Mataram yang ketika itu di bawah Sultan Agung namun akhirnya Kerajaan Pajang dihancurkan.


Referensi : Badri Yatim, Sejarah Perdaban Islam, (Jakarta; PT Rajagrafindo Persada, 1993)

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah jika sakit
  5. Hindari menyentuh wajah
  6. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga8%
Pilih SedihSedih23%
Pilih SenangSenang31%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi31%
Pilih TerpukauTerpukau8%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Kabar Gembira! Jam Buka Perpusnas Kini Sampai Malam Sebelummnya

Kabar Gembira! Jam Buka Perpusnas Kini Sampai Malam

Jamur Tudung Pengantin, Jamur Cantik yang Tumbuh di Indonesia Selanjutnya

Jamur Tudung Pengantin, Jamur Cantik yang Tumbuh di Indonesia

Wihdi Luthfi
@wihdiluthfi

Wihdi Luthfi

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.