Kenali 4R untuk Jaga Lingkungan

Kenali 4R untuk Jaga Lingkungan

Ilustrasi menanam pohon © sunni.co.id

Setiap 10 Januari diperingati sebagai hari lingkungan hidup Indonesia, atau hari gerakan satu juta pohon. Pada tanggal tersebut, kita kembali disadarkan betapa pentingnya menjaga lingkungan dan melestarikan alam.

Seperti yang sudah Kawan GNFI ketahui, lingkungan kita saat ini sudah tercemar oleh berbagai polusi, baik di darat maupun lautan. Berbagai kebijakan untuk mengatasi permasalahan lingkungan pun sudah dicanangkan oleh pemerintah, seperti mengurangi pemakaian plastik.

Namun, hal tersebut tentunya tidak akan dapat berjalan dengan lancar jika tidak ada kesadaran dari diri sendiri untuk ikut berkontribusi menjaga lingkungan, yang akan kita wariskan untuk anak cucu kita nanti.

Ada berbagai cara sederhana untuk bisa membantu menjaga lingkungan, seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi pemakaian plastik, hingga menanam beberapa tanaman atau pohon di pekarangan rumah.

Mudah bukan?

Ilustrasi menanam pohon untuk menjaga lingkungan | Foto: ezeepoints.id

Dari berbagai permasalahan lingkungan yang ada, Indonesia sangatlah darurat sampah. Indonesia dinilai sebagai negara kedua penghasil sampah terbanyak di dunia dengan menghasilkan sekitar 67 ton sampah pada 2019.

Selain membuang sampah dengan jenis yang berbeda sesuai pada tempatnya, sebenarnya sampah yang kita hasilkan dapat dikelola dan ditangani dengan empat prinsip atau biasa dikenal dengan 4R.

4R ialah reduce, reuse, recycle,dan replace. Empat cara tersebut dinilai masih menjadi cara terbaik untuk menangani sampah. Lantas, apakah maksud dari istilah 4R tersebut?

Reduce (Mengurangi)

Reduce | Foto: foodisfood.ca

Reduce atau reduksi sampah merupakan upaya untuk mengurangi. Dengan adanya upaya tersebut maka penumpukan sampah tidak akan terjadi.

Setiap dari kita bisa menjaga lingkungan dengan cara ini. Dengan mengubah pola hidup konsumtif menjadi hemat, sampah yang dihasilkan dari hasil jajan atau belanja kita pun akan berkurang.

Hal ini tentunya perlu dilakukan atas dasar kemauan dan kesadaran yang tinggi. Ada beberapa cara untuk dapat melakukan prinsip reduce, di antaranya:

  1. Saat berbelanja sebaiknya membawa kantong belanja atau tote bag sendiri sehingga tidak perlu kantong plastik.
  2. Kurangi konsumsi makanan atau minuman dengan kemasan bahan plastik.
  3. Kurangi penggunaan barang yang hanya sekali pakai.
  4. Belilah barang yang memang hanya dibutuhkan saja, sehingga jauh dari sikap konsumtif yang dapat kembali menghasilkan sampah.

Reuse (Menggunakan Kembali)

Ilustrasi reuse | Foto: freepik.com

Reuse artinya menggunakan kembali sampah, seperti bahan-bahan yang terbuang atau tidak terpakai. Banyak sampah yang dapat kita gunakan kembali, seperti kertas, kemasan plastik, dan botol bekas.

Bagi orang-orang dengan tingkat kreativitas yang tinggi, tentunya akan memanfaatkan sampah menjadi barang yang bernilai. Contohnya kaleng susu yang dapat dijadikan sebagai pot tanaman, atau botol bekas digunakan sebagai tempat pensil.

Ada beberapa cara untuk dapat melakukan prinsip reuse, di antaranya:

  1. Jika belanja, biasakan untuk tidak langsung membuang kantong plastik yang ada. Kantong plastik tersebut dapat dikumpulkan untuk digunakan kembali membawa barang belanjaan yang lain.
  2. Gunakan kembali botol minuman menjadi beberapa fungsi, seperti untuk wadah minyak goreng, tempat pensil, dan lainnya.
  3. Gunakan kembali kaleng-kaleng bekas untuk jadi pot tanaman, celengan, dan sebagainya.
  4. Jika memiliki baju yang sudah tidak layak pakai, bisa digunakan kembali sebagai kain lap atau keset kaki.

Recycle (Mendaur Ulang)

Logo recycle | Foto: vcstar.com

Recyle adalah mendaur ulang kembali sampah-sampah atau bahan-bahan yang sudah tidak lagi berguna menjadi bahan lain dengan melalui beberapa proses pengolahan.

Untuk dapat mendaur ulang sampah, hal pertama yang dapat dilakukan adalah memisahkan sampah sesuai jenisnya, yaitu sampah organik, sampah anorganik, dan sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).

Contoh penggunaan prinsip ini ialah dengan mengolah sisa-sisa kain perca menjadi kain lap, keset kaki, selimut, dan sebagainya.

Ada beberapa cara untuk dapat melakukan prinsip recycle, di antaranya:

  1. Mengolah sampah organik menjadi kompos.
  2. Mengolah botol plastik bekas menjadi biji plastik yang bisa didaur ulang menjadi ember, pot plastik, gantungan baju, dan sebagainya.
  3. Menyalurkan sampah yang sudah dipilah ke petugas daur ulang di beberapa daerah.

Replace (Mengganti)

Plastik eco friendly | Foto: amazon.com

Replace yaitu mengganti barang yang biasa kita digunakan dengan barang yang lebih ramah lingkungan.

Dengan mengganti barang tersebut, kita menjadi ikut berkontribusi dalam menjaga lingkungan.

Ada beberapa cara untuk dapat melakukan prinsip replace, antara lain:

  1. Mengganti penggunaan kantong plastik dengan plastik biodegradable yang lebih eco-friendly karena mudah diuraikan.
  2. Mengganti botol minum dengan botol yang dapat digunakan berulang kali yaitu menggunakan botol tumblr.
  3. Menggunakan tas yang terbuat dari kain perca batik atau plastik bekas kemasan detergen sebagai pengganti tas.
  4. Membawa kotak bekal sebagai tempat makan.

Itulah beberapa cara yang dapat Kawan GNFI lakukan guna mengurangi sampah.

Yuk, mulai sekarang kita jaga lingkungan karena kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama!

Referensi: pandaibesi | uptkppkutim

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Apresiasi Dunia untuk Mari Elka Pangestu Sebelummnya

Apresiasi Dunia untuk Mari Elka Pangestu

Islamic Center Indonesia akan Dibangun di Kota Dingin di AS Selanjutnya

Islamic Center Indonesia akan Dibangun di Kota Dingin di AS

Dessy Astuti
@desstutt

Dessy Astuti

Literasi-kata.blogspot.com

Si penyuka buku, bakso, dan kucing.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.