Sah. Kota Terbesar Ke-5 di Indonesia akan Segera Bangun LRT

Sah. Kota Terbesar Ke-5 di Indonesia akan Segera Bangun LRT

Ilustrasi © Unsplash.com

Pemerintah Kota Bandung menargetkan pembangunan Lintas Raya Terpadu (LRT) dimulai pada tahun 2021 mendatang. Target ini muncul, menyusul kesiapan Bank Dunia (World Bank) membiayai seluruh pembangunan transportasi massal berbasis rel tersebut.

Direktur Infrastruktur World Bank, Ranjit Lamech didampingi Transport Coordinator World Bank Indonesia, Elena Chesheva, Senior Urban Transport Specialist World Bank, David Ingham dan Transport Engineer World Bank, Aldian bertemu dengan Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana awal 2020 ini.

Proyek ini merupakan bagian dari program Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kementerian Keuangan dalam mengoordinasikan program transportasi urban nasional untuk dimasukkan ke dalam RPJMN.

Bandung menjadi satu dari enam kota di Indonesia yang mendapat kesempatan tersebut. Keenam kota itu antara lain Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Semarang, dan Makassar. Saat ini, sudah ada dua kota yang memiliki jaringan LRT yakni Jakarta dan Palembang.

Menurut Yana, Kota Bandung memang sedang membutuhkan transportasi massal berbasis kereta. Sebab, saat ini ada sekitar 1,5 juta jiwa yang melakukan aktivitas di Kota Bandung. Selain itu, ujar Yana, Kota Bandung telah memiliki rancangan Bandung Urban Mobility Planning sejak tahun 2015.

"Tadi kami sampaikan, kalau penduduk Bandung itu sekitar 3,7 juta siang hari, jika malam 2,5 juta, jadi ada potensi 1,5 juta jiwa penduduk luar Kota Bandung yang melakukan aktivitas di Kota Bandung, mungkin katakan kalau 23 persennya bisa menggunakan ini (transportasi masal) tiketnya kan mudah-mudahan bisa jadi murah," katanya, seperti dikutip dari Tribun Jabar.

"Ternyata mereka (world bank) juga sudah ada perencanaan itu (LRT), termasuk koridornya mulai dari timur, barat sama utara dan selatan, jadi Gedebage ke Leuwipanjang, mudah-mudahan kami bisa minta dari Leuwipanjang terus ke Cimindi lah atau ke Cibeureum. Utaranya Babakan Siliwangi sampai ke Leuwipanjang. Jadi utara - selatan dan timur - barat sudah tadi kita sampaikan," ucapnya.

Sementara itu, Ranjit Lamech menyatakan, pihaknya telah mengidentifikasi awal terkait proyek-proyek yang bisa diimplementasikan di Bandung Raya. Mulai dari LRT Koridor 1, koridor 3, koridor 4, kereta commuter, hingga kereta api cepat. Proyek-proyek itu akan dikoordinasikan dengan seluruh daerah terkait untuk disampaikan ke pemerintah pusat.

Ia mengaku senang karena Bandung secara institusi telah memiliki koordinasi yang baik dengan pemerintah daerah lainnya, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hal itu bisa mempercepat progres pembangunan. "Sangat penting dalam mengatasi masalah transportasi perkotaan karena Kota Bandung tidak hanya menyelesaikan persoalan transportasi di dalam kota, tetapi juga mobilisasi ke dalam dan ke luar Kota Bandung," jelasnya.

Sumber : Tribun Jabar | Ayobandung.com | Antara

Pilih BanggaBangga36%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang50%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi7%
Pilih TerpukauTerpukau7%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Rangkuman Perempat-final Indonesia Masters 2020 Sebelummnya

Rangkuman Perempat-final Indonesia Masters 2020

3 Tips Public Speaking Agar Anak Anda Makin Percaya Diri Selanjutnya

3 Tips Public Speaking Agar Anak Anda Makin Percaya Diri

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.