Jalur Kereta Api Cibatu-Garut Bangkit Lagi

Jalur Kereta Api Cibatu-Garut Bangkit Lagi

Ilustrasi kereta yang sedang melintas di Jalur KA Cibatu-Garut © luarkota.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Reaktivasi atau pengaktifan kembali lintasan rel Kereta Api (KA) Cibatu-Garut telah usai dirampungkan oleh PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) setelah sebelumnya mengalami keterlambatan pembangunan.

Pembangunan rel sepanjang 19,5 kilometer ini ditandai dengan datangnya sebuah lokomotif pertama dengan nomor CC2017723 yang tiba di Stasiun Garut.

Lokomotif tersebut berangkat dari Stasiun Cibatu pada pukul 11.09 WIB dan tiba di Stasiun Garut pada pukul 12.17 WIB dengan kecepatan sekitar 20 hingga 25 km per jam.

Uji coba yang dilakukan bertujuan untuk menguji kekuatan rel dengan sarana yang paling berat, yakni lokomotif.

Uji coba jalur KA Cibatu-Garut | Foto: Dok. KAI Daop 2 Bandung

Dilansir dari akun resmi Hubungan Masyarakat Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (Humas Jabar) @humas_jabar, kedatangan lokomotif pertama tersebut menjadi penanda bahwa jalur kereta Cibatu-Garut Kota sudah tersambung seutuhnya.

Tentunya hal itu menjadi hari bersejarah sekaligus kabar gembira bagi wargi Garut, setelah menunggu selama puluhan tahun Stasiun Garut yang non-aktif, kini semua aktivitas di Stasiun tersebut akan kembali hidup.

Jalur KA Cibatu-Garut merupakan lintasan legendaris. Jalur yang dibangun setelah Bogor, Bandung-Cicalengka pada tahun 1889 ini, dulunya merupakan jalur yang dibangun oleh Belanda untuk mengangkut komoditas perkebunan.

Ilustrasi lokomotif zaman Belanda | Foto: jelajahgarut.com

Pembangunan kemudian dilanjutkan ke arah selatan. Dari Cibatu, jalur dibagi menjadi dua cabang, yakni ke Warung Bandrek dan Garut.

Oleh Belanda, pembangunan dari Cicalengka menuju Garut membutuhkan waktu sekitar lima tahun, sebab di daerah Cicalengka, Nagreg, dan Leles jalur harus menembus bukit yang kontur tanahnya lumayan tinggi.

Sepanjang kariernya, jalur ini hanya bisa didaki dengan lokomotif mallet bermassa besar. Pada dekade tahun 1970-an menjadi dekade emas bagi jalur ini karena banyak didokumentasikan oleh para pencinta kereta api luar negeri.

Sejak era itu pula, kondisi lokomotif uap yang melayani jalur ini mulai turun dan satu per satu pensiun karena sudah tidak ada lagi lokomotif yang siap beroperasi. Maka dari itu, jalur ini ditutup pada tahun 1983.

Kurang lebih sudah 36 tahun jalur KA ini berstatus nonaktif dan kini dapat aktif kembali.

Dikutip dari Liputan6.com Ridwan Kamil selaku Gubernur Jawa Barat mengungkapkan bahwa reaktivasi jalur KA Cabatu-Garut akan membawa dampak ekonomi yang baik kepada daerah, khususnya Kabupaten Garut.

Potret Stasiun Garut | Foto: Reni Susanti/Kompas.com

Tidak hanya itu, kehadiran kereta api tentu memberikan alternatif bagi wisatawan untuk pergi ke Garut. Dengan begitu akan semakin banyak orang yang datang ke Garut di mana ada konektivitas, di situ ada peningkatan ekonomi. Setiap datang arus manusia, ekonomi akan meningkat, khususnya di bidang pariwisata.

Pada akun resmi instagramnya @ridwankamil juga mengungkapkan rasa syukur atas selesainya reaktivasi jalur tersebut.

“Alhamdulillah, kemarin di tanggal 23 Januari 2020, kereta api @kai121_ @keretaapikita sudah bisa sampai ke pusat kota Garut. Perjalanan kereta api dengan rute Jakarta-Bandung-Garut sudah bisa menggunakan kereta api sekarang. Selamat menjelajahi Jawa Barat dan tentunya lebih nyaman dan indah dengan kereta api,” tulis Ridwan Kamil pada unggahannya.

Sebelumnya, jalur KA ini sudah dilakukan uji coba teknikal menggunakan kereta kerja sebanyak dua kali, yaitu pada 19 Januari 2020 dan 21 Januari 2020 lalu, rencananya operasi resmi komersial jalur tersebut akan dimulai pada awal Februari 2020.

Demikian pula dengan informasi rinci mengenai kereta, jadwal keberangkatan, dan tarif perjalanan juga akan diumumkan mendekati tanggal peresmian operasi komersial jalur KA tersebut.

Referensi: kompas

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga8%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang77%
Pilih Tak PeduliTak Peduli8%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau8%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Mi Gomak, Spagetinya Orang Batak Sebelummnya

Mi Gomak, Spagetinya Orang Batak

Siap Hadapi Kenormalan Baru, PT Pos Kembangkan Aplikasi Daring Selanjutnya

Siap Hadapi Kenormalan Baru, PT Pos Kembangkan Aplikasi Daring

Dessy Astuti
@desstutt

Dessy Astuti

Literasi-kata.blogspot.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.