Beginilah Asal Mula Marga Sinaga

Beginilah Asal Mula Marga Sinaga

Toga Sinaga sebagai tanda untuk semua keturunan Sinaga © Heta News

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Kawan GNFI tau gak sih kalau marga batak tertua yaitu marga Sinaga. Ya, marga Sinaga sendiri termasuk salah satu marga tertua yang ada di suku Batak Toba. Asalnya sendiri dari Desa Urat, Pulau Samosir namun, marga ini sudah dikenal cukup umum di Indonesia. Dan banyak sekarang marga dari Sinaga yang berada di penjuru dunia.

Dari garis leluhur marga Sinaga sendiri merupakan keturunan dari Si Raja Batak generasi kelima. Si Raja Batak melahirkan Guru Tateabulan. Guru Tateabulan melahirkan Tuan Sariburaja dan Tuan Sariburaja melahirkan Raja Lotung. Nah, Si Raja Lotung inilah yang menjadi ayah dari Sinaga.

Si Raja Lotung sendiri memiliki sembilan anak dimana anak laki-laki ada 7 dan anak perempuan ada 2 mereka diatara lain bernama Toga Sinaga, Toga Situmorang, Toga Pandiangan, Toga Nainggolan, Toga Simatupang, Toga Aritonang, Toga Siregar, Siboru Amak Pandan, dan yang terakhir Siboru Panggabean.

Dikutip dari Historia.id E.H Tambunan dalam Sekelumit Mengenai Masyarakat Batak Toba, keturunan dari Lontung kebanyakan tinggal di daerah Samosir. Kemudian, keturunan Lontung menyebar keseluruh Tanah Batak.

Didalam buku tarambo mencatat bahwa, ada yang menempatkan Situmorang sebagai keturunan Lontung yang pertama sedangkan Sinaga pada urutan kedua. Menurut dari cerita orang tua secara turun temurun mengatakan anak sulung dari Si Raja Lontung adalah Sinaga dan anak kedua Situmorang setelah mereka dewasa, Situmorang lebih dahulu menikah dengan Boru Limbong sementara adik Boru Limbong dinikahi oleh Sinaga.

Lalu, Sinaga mempunyai 3 anak laki-laki diantara lain Raja Bonor, Raja Ratus, dan Raja Uruk. Masing-masing dari mereka juga mempunyai anak laki-laki. Raja Bonor yang kemudian disebut Sinaga Bonor mempunyai 3 anak laki-laki yang bernama Raja Pande, Tiang Ditonga, dan Suhutnihuta. Lalu, Si Raja Ratus yang kemudian disebut dengan Sinaga Ratus juga mempunyai 3 anak laki-laki daintaranya Ratus Nagodang, Si Tinggi, dan Si Ongko. Raja Uruk yang kemudian disebut Sinaga Uruk mempunyai 3 anak laki-laki bernama Sihatahuta, Barita Raja, dan Datu Hurung.

Hingga saat ini keturunan dari Sinaga tetap masih menjadi satu marga yaitu marga Sinaga. Semua keturunan Sinaga terhimpun menjadi Toga Sinaga yang dimana menjadi dalam satu ikatan dalam Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dohot Boruna (PPTSB). Persatuan ini berada ditingkat kecamatan, kabupaten, provinsi bahkan tingkat nasional. Tahun 1966 PPTSB membangun sebuah tugu yang diberi nama Toga Sinaga yang letaknya di Desa Urat, Samosir dan tahun 1970 bulan Juni tugu tersebut diresmikan.

Refrensi: Historia.id

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Si Ratu Buah Terbang ke Pasar Internasional Sebelummnya

Si Ratu Buah Terbang ke Pasar Internasional

Ikon Baru Perguruan Tinggi N.U yang Berumur Tujuh Tahun Selanjutnya

Ikon Baru Perguruan Tinggi N.U yang Berumur Tujuh Tahun

chelsea sivana sofie maria
@chelseasivana

chelsea sivana sofie maria

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.