Asal-Usul Gudeg, Makanan Ikonik Khas Dari Yogyakarta

Asal-Usul Gudeg, Makanan Ikonik Khas Dari Yogyakarta
info gambar utama

Berlibur ke Yogyakarta tanpa menikmati kuliner satu ini agak kurang lengkap rasanya. Gudeg hari ini telah menjadi salah satu ikon dari Yogyakarta, bahkan sampai ada julukan kota gudeg. Sebagai kuliner khas dari Yogyakarta, kenikmatan dari gudeg sudah tidak perlu diragukan lagi. Untuk rasa Kawan GNFI bisa memilih gudeg manis atau gudeg pedas.

Selain memiliki dua pilihan rasa gudeg juga memiliki dua pilihan tekstur yaitu kering dan basah, jadi Kawan GNFI bisa memilih yang sesuai selera. Untuk bahan dasar, gudeg biasanya menggunakan nangka muda, sehingga tak heran jika dalam gudeg dapat dijumpai rasa manis.

Nangka muda | Foto: steemkr.com
info gambar

Selain menggunakan buah nangka gudeg juga menggunakan berbagai rempah seperti lengkuas, daun salam, batang serai, bawang merah, bawang putih, kemiri, dan juga ketumbar. sebagai bahan pelengkap dalam masakan gudeg biasanya juga ada telur, daging, atau tahu dan tempe. Kombinasi dari berbagai bahan tersebut akhirnya mebuat gudeg memiliki cita rasa yang enak dan khas kuliner nusantara.

Sedikit menengok kebelakang tentang asal-usul gudeg, menurut Murdijati Gardjito, seorang profesor dan juga peneliti di Pusat Kajian Makanan Tradisional, Pusat Studi Pangan dan Gizi dari Universitas Gadjah Mada, berpendapat bahwa makanan gudeg telah ada sejak awal mula pembangunan Yogyakarta, bahkan tepat sebelum Yogyakarta ada.

Sekitar abad ke-16 ketika para prajurit dari Kerajaan Mataram melakukan pembokaran hutan untuk membangun sebuah peradaban. Dihutan tersebut ditemukan banyak pohon nangka dan kelapa, dan lokasi dari hutan tersebut sekarang telah menjadi daerah yang bernama Kotagede. Ketika itu para prajurit tersebut berusaha memasakn nagka dan kelapa tersebut sebagai santapan. Oleh karena jumlah mereka yang mencapai ratusan.

Ilustrasi penjual gudeg | Foto: netralnews.com
info gambar

Maka, nangka dan kelapa tersebut dimasak dalam sebuah ember besar yang terbuat dari logam. Dalam mengaduk masakan tersebut, pajurit tersebut menggunakan pengaduk yang ukuranya hampir sama seperi dayung. Sebelum terkenal dengan nama gudeg, kuliner ini sebelumnya dikenal dengan nama "hangudeg" dalam bahasa Indonesia dapat berarti mengaduk atau diaduk.

Pada masa awal terciptanya makanan gudeg, makanan satu ini hanya populer dikalangan prajurit. Namun seiring berjalanya waktu, karena rasanya yang enak, gudeg mulai dikenal oleh masyarakat luas. Dalam perkembanganya kemudian gudeg yang mulanya hanya terdiri dari sayur nangka muda dan santan, masyarakat mulai berinovasi dengan menambahkan tempe dan tahu. Dan dalam lingkungan Kraton biasanya menggunakan telur atau daging ayam sebagai pelengkap.

Sumber: phinemo.com | gudeg.net | njogja.co.id

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini