Aneka Sambal Khas Nusantara (Bagian 1)

Aneka Sambal Khas Nusantara (Bagian 1)

Macam-macam sambal © blogspot

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠. Rekomendasi lain dari WHO

Sambal, salah satu makanan yang sulit lepas dari lidah orang Indonesia, terlebih bagi mereka yang mencintai makanan pedas. Nah, Kawan GNFI tentunya sudah tahu bahwa Indonesia memiliki bergama jenis kuliner dari berbagai daerah, ragam jenis makanan tersebut juga tidak terkecuali pada sambal. Ada banyak ragam jenis sambal yang ada di Indonesia, di bawah ini ada beberapa sambal yang umum di dengar oleh Kawan GNFI namun mungkin ada yang belum pernah Kawan GNFI coba.

Sambel Roa | Foto : mycookroom.com

Sambal Roa

Dari situs katalogwisata.com, sambal roa adalah sambal khas dari Manado yang terbuat dari ikan roa yang telah diasap. Ikan roa sendiri adalah ikan laut jenis ikan terbang yang dapat ditemui di perairan laut utara Pulau Sulawesi sampai dengan Kepulauan Maluku. Nama lain ikan roa adalah ikan gepe dan oleh orang Ternate, Maluku Utara ikan roa disebut dengan ikan galafea. Namun, banyak orang yang menyebut ikan roa dengan nama ikan julung-julung atau dengan nama latin Hemiramphus Brasiliensis. Cara membuat sambal roa adalah dengan menghancurkan ikan roa yang telah diasap hingga halus, kemudian dimasak bersama bumbu dan minyak. Apakah jenis sambal ini sudah pernah Kawan GNFI cicipi?

Sambel Ijo | Foto : idn times

Sambal Ijo

Sambal ijo adalah sambal yang berasal dari tanah Minang yakni Kota Padang oleh sebab itu, sambal ijo selalu dapat ditemukan di Rumah Makan Padang. Seperti namanya, sambal ijo berwarna hijau yang terbuat dari cabai hijau besar dicampur dengan bahan-bahan lainnya seperti cabai rawit hijau, cabai merah, bawang putih hingga tomat hijau. Karena didominasi dengan bahan-bahan yang berwarna hijau, maka sambal ijo khas Padang pun akhirnya berwarna hijau. Nah, bagi Kawan GNFI yang sering makan di Rumah Makan Padang tentunya sudah tidak asing dengan sambal ijo tersebut.

Sambal Matah | Foto : belirus

Sambal Matah

Dilansir dari wikipedia, sambal matah adalah sambal tradisional khas Pulau Dewata, Bali. Matah sendiri memiliki arti mentah yang maknanya sambal matah merupakan sambal yang berbahan mentah tanpa digerus atau diulek. Bahan-bahan untuk membuat sambal matah terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabai merah, terasi, garam, sereh, jeruk lemon dan minyak kelapa. Bahan-bahan tersebut diiris sehingga ketika dimakan dengan makanan lainnya, sambel matah tidak berukuran besar karena bahannya yang tidak diulek.

Sambal Pecel | Foto : bisikan.com

Sambal Pecel

Sambal pecel atau bumbu pecel adalah sambal yang terbuat dari kacang tanah yang sebelumnya telah disangrai atau digoreng. Kacang-kacang tersebut kemudian dihaluskan dengan dicampur dengan bumbu lainnya seperti garam, gula merah, asam, bawang putih, cabai merah dan dicairkan dengan air. Sambal pecel tersebut digunakan sebagai pelengkap dan perasa pada makanan khas daerah Jawa Timur-an, pecel yang terbuat dari beragam jenis sayuran dengan lauk pauk. Mungkin Kawan GNFI sudah pernah mencicipi sambal pecel karena penjual pecel dapat ditemui di berbagai daerah terutama di pulau Jawa.

Nah, beberapa sambal di atas adalah ragam jenis sambal yang ada di berbagai daerah di Indonesia. Tentunya, Indonesia tidak hanya memiliki empat jenis sambal karena hampir di setiap daerah di Indonesia memiliki sambal khas.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Hindari menyentuh wajah
  6. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi50%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Fungsi Angka Pada Papan Nama Stasiun Kereta Api Sebelummnya

Fungsi Angka Pada Papan Nama Stasiun Kereta Api

Pentingnya Narasi Bijak Para Pejabat Publik Selanjutnya

Pentingnya Narasi Bijak Para Pejabat Publik

Wihdi Luthfi
@wihdiluthfi

Wihdi Luthfi

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.