Uluran Tangan "Ksatria Lapangan Hijau" untuk Terdampak Virus Corona

Uluran Tangan "Ksatria Lapangan Hijau" untuk Terdampak Virus Corona
info gambar utama

Pandemi virus korona atau COVID-19 yang tengah mewabah di Indonesia membuat sebagian orang bersedih. Para pengemudi ojek online (ojol) sepi pesanan, rumah makan atau restoran membatasi jam operasionalnya, sejumlah gerai mal tutup yang berimbas pada pemutusan hubungan kerja, dan masih banyak lagi dampak yang ditimbulkan virus corona.

Terus bertambahnya pasien suspek virus korona juga berdampak pada tenaga medis di Indonesia. Kondisi ini membuat para tenaga medis membutuhkan alat pelindung diri (APD) dengan stok yang banyak.

Memang kondisi ini adalah musibah, tetapi bukan berarti tidak ada harapan di dalamnya. Sejumlah masyarakat dari berbagai kalangan yang sadarmelihat banyak orang-orang kesusahan akibat virus korona lalu memberikan uluran tangan. Entah itu pengusaha, pemangku jabatan, sampai orang biasa berusaha berkontribusi untuk membantu mereka yang tengah memerangi atau menjadi korban pandemi virus korona.

Baru-baru ini, seluruh elemen yang terlibat di dalam gegap gempita sepak bola tanah air juga tidak mau kalah dalam memberikan kontribusi pada terdampak virus corona. Baik dari tim, pemain, mantan pemain, sampai jurnalis olahraga berpartisipasi dalam pengumpulan dana lewat lelang amal. Barang yang dilelang pun nggak main-main, yaitu atribut orisinal yang pernah dipakai pesepak bola Indonesia.

Salah satu yang bergerak aktif dalam melakukan pelelangan untuk penggalangan dana ialah PSSI Pers. Kesatuan dari para peliput sepak bola Indonesia itu melakukan pelelangan memorabilia berupa jersey pesepak bola tim papan atas Liga 1 Indonesia lewat akun Instagram mereka.

Contohnya, pada pertengahan April 2020, PSSI Pers melelang jersey penggawa Persib Bandung, Kim Jeffrey Kurniawan, yang sudah dibubuhi tanda tangan sang pemain. Setelah menemukan penawar termahal, mereka menyumbangkan 75 APD kepada tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang Selatan.

Inisiatif melakukan pelelangan juga dilakukan sejumlah tim sepak bola Indonesia. Tak hanya setelan jersey pemain, tetapi atribut seperti sepatu dan sarung tangan kiper pun juga dijadikan benda lelang.

Gelandang Persipura Jayapura, Todd Rivaldo Ferre, misalnya. Pada awal April, akun resmi Instagram milik Persipura memosting sepatu sepak bola milik pemuda berusia 21 tahun tersebut. Bukan sembarang sepatu sepak bola, karena Todd Ferre memakai sepatu tersebut ketika mencetak hat-trick untuk timnas U-19 Indonesia saat berhadapan dengan Qatar pada 2018.

Sebelum Persipura, tim ibu kota Persija Jakarta sudah melakukannya pada akhir Maret 2020. Sejumlah pemain bintang Macan Kemayoran tampak getol melelang atribut sepak bolanya, mulai dari sepatu sampai setelan jersey. Pihak Persija—yang mengampanyekan Satu Hati Lawan Corona lewat Kitabisa.com—menjamin uang hasil lelang 100 persen disalurkan untuk memberikan bantuan APD, alat disinfektan, kebutuhan harian keluarga dhuafa yang terisolasi, dan seluruh khalayak ramai yang terdampak.

Tak hanya pemain Persija, mantan pemain pun juga ikutan. Legenda Persija dan timnas Indonesia, Bambang Pamungkas, turut bergabung dalam melelangkan bekas atribut yang ia pakai. Bepe—sapaan Bambang Pamungkas—melelang sepatu sepak bola yang pernah ia kenakan ketika mencetak dua gol untuk Persija saat melawan PSM Makassar di final Liga Indonesia 2001. Sepatu Nike Zoom Air Total 90 itu akhirnya terjual di angka Rp 18.600.000 oleh penawar bernama Clement Winarko.

“Barang ini sangat berarti bagi saya, jadi mohon kiranya untuk dapat dijaga dengan baik,” kata sosok yang kini menjabat sebagai Manajer Persija tersebut lewat laman resmi klub. Clement sebagai pemenang lelang pun merasa bangga bisa mendapatkan sepatu idolanya. “Sekarang menjadi tugas dan tanggung jawab saya untuk mengambil tongkat estafet dalam merawat sepatu keramat tersebut,” ucap Clement.

Sekali lagi, tidak hanya jurnalis dan pemain "lapangan hijau", tetapi mereka yang menikmati sepak bola Indonesia juga berpartisipasi memberikan bantuan. Beberapa suporter tiap kesebelasan turut aktif bergerak menyediakan bantuan di tengah pandemi ini.

Seperti apa yang dilakukan suporter Persebaya Surabaya, Bonek. Mereka memperlihatkan niat yang baik dalam berlomba-lomba memberikan kebaikan. Bantuan dari Bonek berupa APD, masker, sarung tangan, sampai sanitasi tangan disalurkan lewat Ikatan Dokter Indonesia di Surabaya. Bonek Emergency Rescue Team dan Bonek Hospital juga melakukan penyemprotan disinfektan di bangunan fasilitas publik di kawasan Waru Sidoarjo. Tak sebatas Surabaya dan sekitarnya, karena Bonek chapter Mimika, Papua, juga melakukan hal serupa dengan mendonasikan sejumlah wastafel portabel di pasar dan pos polisi.

Referensi: Persija.id | Kitabisa.com | Instagram.com/@persipurapapua1963 | Instagram.com/@persijajkt | Instagram.com/@officialpersebaya

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini