Peringkat BWF Ganda Putri (2017-2020), Perjuangan Greysia/Apriani Ditengah Dominasi Pasangan Jepang dan Tiongkok

Peringkat BWF Ganda Putri (2017-2020), Perjuangan Greysia/Apriani Ditengah Dominasi Pasangan Jepang dan Tiongkok

Keterangan Gambar Utama © Pemilik Gambar GNFI

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Peringkat Ganda Putri Dunia (2017-2020)

Badminton ganda putri terkenal dengan permainan yang alot. Duel papan atas selalu menyajikan pertandingan yang sengit, dengan durasi pertandingan rata-rata relatif lebih lama dibanding sektor lain. Apalagi, jika terjadi duel antara pasangan Jepang melawan Tiongkok, sudah dipastikan pertandingan akan berjalan lebih panjang.

Sejak 2017 sampai sekarang, sektor ganda putri tercatat dikuasai tiga negara, Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan. Sejak dulu Tiongkok terkenal dengan ganda putri yang berkualitas, sebut saja Wang Xiaoli/Yu Yang, Tian Qing/Zhao Yunlai dll. Di era sekarang muncul penerusnya yaitu Chen Qingchen/Jia Yifan. Kehebatan pasangan ini tidak perlu diragukan. Di usianya yang terbilang masih muda, mereka sukses menjuarai beberapa turnamen penting seperti All England, World Tour Finals dan World Championships.

Pasangan Jepang juga tak kalah hebat. Mereka berhasil meredam dominasi Tiongkok yang hampir satu dekade menguasai sektor ini. Belakangan tercatat ada tiga pasangan Jepang yang saling bergantian menjadi penguasa, di antaranya Peraih Medali Emas Olimpiade Rio 2016, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahasi, peraih gelar Juara Dunia 2018, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara dan peraih gelar Dubai World Super Series Finals 2017, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota. Mereka secara konsisten menjadi langganan babak semifinal dan final di tiap turnamen, sehingga tak heran poin mereka melesat cukup jauh.

Selain itu pasangan Korea Selatan juga sedang mengalami progres yang menjanjikan. Mereka memiliki tiga pasangan di Top 10, yakni Lee Sho He/Shin seung Chan, Kim So Yeong/Kong He Yong, dan Chang Yena/Kim Hye Rin yang performanya kian meningkat. Gaya permainannya terkenal dengan full attack dengan power kuat yang merepotkan lawan-lawanya.

Lalu, apa apa kabar dengan pasangan Indonesia? Selama kurun waktu 2017-2020 Greysia Polii menjadi yang paling lama bercokol di papan atas. Sebelum berpasangan dengan Apriyani Rahayu, ia terlebih dahulu berpasangan dengan Nitya Krishinda Maheswari dan berhasil meraih tiga gelar Super Series. Saat ini Greysia berpasangan dengan Apriyani, pemain muda peraih medali perak WJC 2017. Bersama Apriyani, Greysia berhasil meraih lima gelar World Tour dan dua medali perunggu World Championships serta pernah menduduki peringkat tiga dunia. Selama berpasangan, mereka berhasil menjadi pemain Indonesia paling konsisten berada di jajaran elit dunia.

Apakah mereka mampu bertahan di tengah dominasi Jepang dan Tiongkok? Kita tunggu saja.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
BWF World Team Rankings (2017-2020), Bagaimana Peringkat Indonesia? Sebelummnya

BWF World Team Rankings (2017-2020), Bagaimana Peringkat Indonesia?

Apakah TNI AL Perlu Mengoperasikan Kapal Induk? Selanjutnya

Apakah TNI AL Perlu Mengoperasikan Kapal Induk?

Iip M. Aditiya
@iipaditiya

Iip M. Aditiya

iipaditiya

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.