Layanan Sejiwa, Aplikasi Konsultasi Psikologi di Tengah Pandemi Covid-19

Layanan Sejiwa, Aplikasi Konsultasi Psikologi di Tengah Pandemi Covid-19

Ilustrasi pasangan yang sedang konsultasi psikologi © Shutterstock

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Kantor Staf Presiden (KSP) RI meluncurkan Layanan Psikologi Untuk Sehat Jiwa atau Sejiwa. Aplikasi ini dibuat untuk membantu masyarakat menangani potensi ancaman psikologi akibat pandemi Covid-19. Peluncuran layanan tersebut dilakukan melalui video conference, pada Rabu (29/4/2020).

Video conference tersebut diikuti oleh sejumlah pihak seperti Kepala KSP, Jenderal Moeldoko; Menteri Komuinkasi dan Informatika (Kominfo), Johnny G Plate; Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Gusti Ayu Bintang Darmavati; Direktur Utama PT. Telkom, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo; Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi); dan penyintas kasus Covid-19 pertama.

Jenderal Moeldoko yang menginisiasi pelayanan ini menganggap bahwa Sejiwa sangat penting bagi masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Layanan Sejiwa ini sangat penting karena masyarakat menghadapi situasi yang tidak menentu, diperburuk oleh pemberitaan media sosial yang kadang-kadang banyak menyesatkan, untuk itu kami harus mengambil inisiatif,” katanya dikutip dari saluran Youtube Kantor Staf Presiden.

Moeldoko mengatakan, inisiatif KSP untuk memberikan layanan psikologi kepada masyarakat sudah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas. “ Alhamdulillah presiden menyetujui,” ujarnya. Kemudian ia beserta jajarannya langsung merumuskan langkah-langkah berikutnya hingga akhirnya meluncurkan layanan Sejiwa.

Ia menyampaikan ancaman tekanan psikologi yang terjadi di masyarakat selama masa pandemi ini, dibuktikan oleh meningkatnya jumlah aduan kekerasan dalam rumah tangga.

Dalam video conference tersebut, ia mengutip beberapa laporan. Salah satu laporan yang ia kutip berasal dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Asosiasi Perempuan Indonesia Untuk Keadilan (APIK). Laporan APIK menyatakan, bahwa kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) meningkat selama pemberlakuan kebijakan kerja dari rumah.

Moeldoko luncurkan aplikasi layanan Sejiwa
Tangkapan layar peluncuran Layanan Psikologi Untuk Sehat Jiwa (Sejiwa) | Youtube KSP

LBH APIK melaporkan sejak 16-30 Maret 2020 terdapat 59 kasus kekerasan, pemerkosaan, pelecehan seksual, dan pornografi secara daring. “Di antara kasus tersebut, 17 di antaranya adalah KDRT,” ungkap Moeldoko.

Fenomena meningkatnya KDRT ini ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia. Moeldoko mengutip pernyataan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guteres. Kata dia, meningkatnya tekanan sosial akibat pandemi Covid-19, juga telah menyebabkan peningkatan KDRT yang menimpa perempuan dan anak-anak.

Lanjutnya, di Perancis hampir sepertiga kasus dalam seminggu dilaporkan karena KDRT. Sementara di Afrika Selatan, dilaporkan ada 90 ribu kasus pengaduan KDRT. Selain itu, di Australia juga menyatakan peningkatan pencarian online terkait layanan bantuan KDRT sebanyak 75 persen selama pandemi Covid-19.

Karena itu, bila mengacu pada laporan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Persoalan Covid-19, 20 persen merupakan persoalan kesehatan, sedangkan 80 persen lainnya adalah persoalan psikologi.

Menurutnya jika masalah persoalan psikologi tidak ditangani dengan baik. Ia akan merembet ke masalah kesehatan fisik.

“Kalau masyarakat tidak bisa menjaga psikologi mereka sendiri, ada kecenderungan imunitas menurun,” paparnya. Jika imunitas menurun, maka ini bisa menjadi penyebab orang terkena Covid-19.

Menurutnya kewaspadaan sangat diperlukan dalam menghadapi pandemi ini. Namun, jangan sampai kewaspadaan itu berubah menjadi ketakutan, kecemasan, apalagi stres. “Itu yang harus dihindari,” katanya.

“Sebagai langkah nyata mitigasi persoalan tersebut, KSP menilai layanan psikologi nasional kepada masyarakat yaitu Sejiwa perlu ada,” tambah mantan Panglima TNI itu.

Sejiwa merupakan bentuk nyata kehadiran negara untuk warganya dengan cara menjaga kesehatan jiwa. Melalui layanan konseling, Sejiwa akan mengedukasi masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Harapannya dengan nama Sejiwa ini masyarakat bisa memiliki satu jiwa dan semangat untuk saling bergotong-royong satu sama lain melawan pandemi Covid-19,” pungkasnya.

Layanan Sejiwa bisa diakses melalui hotline 119 ekstensi 8. Sebelumnya, hotline ini sudah dimanfaatkan untuk memberikan layanan konsultasi masyarakat seputar Covid-19.

Perlindungan Data Diri

Johnny G Plate dalam peluncuran layanan Sejiwa
Menteri Kominfo, Johnny G Plate saat menyampaikan pemaparannya dalam video conference peluncuran layanan Sejiwa |Youtube KSP

Sementara Menteri Kominfo, Johnny G. Plate mengatakan, hadirnya layanan Sejiwa akan dapat memperkuat aplikasi lain yang sudah diluncurkan pemerintah untuk menangani dampak penyebaran Covid-19. Ia beserta jajarannya memberi dukungan penuh terhadap layanan psikologi tersebut.

"Kami memberikan dukungan yang kuat, karena Layanan Sehat Jiwa ini akan semakin memperkuat inisiatif Kementerian Kominfo dan kementerian lain, khususnya terkait dengan Aplikasi PeduliLindungi," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Johnny mengingatkan tentang adanya potensi pelanggaran perlindungan data pribadi. “Pemanfaatan dan penggunaan ruang digital itu sangat rentan terhadap pelanggaran perlindungan data pribadi,” kata Johnny

Karenanya, ia ingin agar layanan Sejiwa tetap menjaga dan memperhatikan perlindungan atas data pribadi, sebagaimana yang telah diamanatkan oleh berbagai undang-undang.

Ia menyatakan jaminan perlindungan data pribadi berkaitan dengan penanganan Covid-19 telah dikeluarkan oleh Kementerian Kominfo. Sebelumnya, Johnny G Plate selaku Menteri Kominfo mengeluarkan Keputusan Menteri Kominfo Nomor 171 Tahun 2020 tentang Penetapan Aplikasi Peduli Lindungi Dalam Rangka Surveilans Kesehatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

"Dalam kaitan dengan layanan ini, Kepmen yang kami keluarkan juga memperhatikan bahwa data-data yang digunakan saat ini harus dipastikan aman digunakan untuk keperluan tertentu. Dan berakhir pada saat berakhirnya keadaan darurat ini," jelasnya seperti dikutip dari siaran pers di laman Kominfo.go.id.

Johnny juga berharap, layanan Sejiwa mampu memperkuat kehidupan sosial terkecil di masyarakat, yakni keluarga.

"Sekali lagi, saya memberikan dukungan yang kuat terhadap Layanan Sehat Jiwa ini. Dan berharap layanan ini akan memberikan kontribusi yang kuat khususnya memperkuat kehidupan sosial terkecil di dalam lingkungan keluarga dalam situasi darurat kesehatan," pungkasnya.

Semoga dengan hadirnya layanan Sejiwa, dapat membantu masyarakat mengatasi dampak psikologis dari situasi pandemik ini.

Sumber: Youtube KSP | Kominfo.go.id | Antaranews.com | Tirto.id | Indotelko.com | JPNN.com |Cyberthreat.id

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Alkisah Warteg, Penyelamat Perut Rakyat Sebelummnya

Alkisah Warteg, Penyelamat Perut Rakyat

Apakah TNI AL Perlu Mengoperasikan Kapal Induk? Selanjutnya

Apakah TNI AL Perlu Mengoperasikan Kapal Induk?

Pandu Hidayat
@armandu

Pandu Hidayat

1 Komentar

  • Rizaldi Al Hazmi

    Tetap waspada dimanapun kita berada, selalu gunakan masker apabila mendesak untuk keluar rumah dan lakukan hal hal kecil lainnya yang dapat mengurangi persebaran covid-19. apa saja itu ? cek pada link artikel dibawah https://fk.unair.ac.id/6-langkah-sederhana-cegah-penularan-virus-corona/

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.