Bulan Juni, Wisata Candi Kembali Dibuka dengan Menerapkan Protokol Covid-19

Bulan Juni, Wisata Candi Kembali Dibuka dengan Menerapkan Protokol Covid-19

Borobudur Temple © instagram

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Sudah hampir tiga bulan lamanya tempat-tempat wisata ditutup akibat pandemi Covid-19. Hal tersebut membuat Kawan GNFI pasti merasakan kegundahan hati ingin pergi ke suatu tempat untuk melepaskan penat selama di rumah saja.

Tenang, Kawan GNFI bisa kembali berwisata, salah satunya ke Taman Wisata Candi (TWC) yang akan dibuka kembali kunjungan wisatanya pada bulan Juni 2020 mendatang, dengan menerapkan protokol Covid-19.

PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (Persero) mengagendakan akan membuka kembali operasional Taman Wisata Candi pada bulan Juni 2020. Sebelumnya wisata candi mengalami penutupan kurang lebih selama 3 bulan akibat wabah pandemi Covid-19.

"Taman Wisata Candi pada saat dibuka nanti Juni telah siap menuju The New Normal Pariwisata," kata Direktur Utama PT TWC Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Edy Setijono, di kompleks Ramayana Ballet, Senin (18/5/2020) dikutip dari Detik.com.

Lebih lanjut, menurutnya, saat ini berbagai persiapan telah dilakukan dengan memperbaiki dan meningkatkan standar kualitas pelayanan menuju pariwisata yang bersih, sehat, dan aman untuk menerima seluruh wisatawan yang berkunjung.

Pembukaan itu nantinya akan memperhatikan imbauan pemerintah pusat dengan menerapkan protokol COVID-19.

Penerapan The New Normal pariwisata ini sesuai dengan arahan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang akan menerapkan program CHS (Cleanliness, Health, and Safety) atau bersih, sehat, dan aman di setiap destinasi pariwisata.

"Program ini dinilai penting karena pandemi ini telah membuat perilaku manusia berubah, Masyarakat kini jauh lebih peduli terhadap faktor-faktor kebersihan, kesehatan, dan keamanan termasuk dalam melakukan aktivitas berwisata," terangnya.

Edy menjelaskan The New Normal pariwisata yang dilakukan di destinasi TWC meliputi beberapa ketentuan, yakni seluruh wisatawan yang masuk harus menggunakan masker, dilakukan pengecekan suhu tubuh untuk wisatawan, dan melakukan manajemen pengunjung yang menerapkan physical distancing (jaga jarak fisik).

"Kami juga menyediakan hand washing stations tiap 100 meter, signage dan information board protocol COVID-19, menempatkan customer service yang handal saat bertugas dan aktif mengarahkan wisatawan untuk menjalankan protokol yang sudah ditetapkan," katanya.

Untuk mengurangi interaksi antara petugas dan wisatawan, PT TWC menerapkan pembayaran sebagian loket ticketing secara cashless.

Selain itu, sebagai upaya menjaga kenyamanan dan kebersihan lingkungan pedagang, diterapkan protokol COVID-19 di area sekitar kios-kios pedagang di destinasi, serta menyiapkan tenaga medis dan ruang medis yang memadai.

Sebelum membuka secara resmi destinasi TWC pada bulan Juni ini, pihaknya akan melakukan kegiatan pre-operasional untuk memberikan informasi terkait perubahan yang telah dilakukan di dalam kawasan.

Dengan telah diterapkannya The New Normal, pariwisata diharapkan dapat membangun kepercayaan wisatawan, sehingga dunia pariwisata dan perekonomian di kawasan TWC dapat bangkit kembali.*

Sumber : Detik.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga25%
Pilih SedihSedih50%
Pilih SenangSenang25%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Tujuh Sumber Mata Air Beda Rasa di Sapta Tirta Pablengan Sebelummnya

Tujuh Sumber Mata Air Beda Rasa di Sapta Tirta Pablengan

Antisipasi Covid-19, Helm Canggih TNI Deteksi Suhu Tubuh Jarak 10 Meter Selanjutnya

Antisipasi Covid-19, Helm Canggih TNI Deteksi Suhu Tubuh Jarak 10 Meter

DADAN HIDAYAT
@dadanh1042

DADAN HIDAYAT

www.travelingeverydays.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.