Lindungi Tenaga Medis, UI Ciptakan Bilik Swab Test COVID-19

Lindungi Tenaga Medis, UI Ciptakan Bilik Swab Test COVID-19
info gambar utama

Peneliti lintas ilmu dari Universitas Indonesia (UI) mengembangkan bilik swab test virus Corona atau COVID-19 yang aman bagi tenaga kesehatan saat melakukan tes polymerase chain reaction (PCR).

Wakil Rektor UI bidang Riset dan Inovasi Prof. Dr.rer.nat. Abdul Haris, M.Sc dalam keterangan tertulisnya, Selasa mengatakan UI terus mengawal ragam inovasi karya sivitas akademika UI khususnya untuk mendukung penanganan COVID-19.

"Kami berharap, semangat UI menghasilkan inovasi dapat mendukung pemerintah di dalam kemandirian produksi dalam negeri," ujar Abdul Haris dikutip dari lansiran Antara.

Selain menjaga keamanan para tenaga medis, Bilik Swab Test ini juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas diagnostik pemeriksaan COVID-19 sehingga semakin banyak sampel swab yang dapat diambil.

Tim peneliti ini telah memproduksi Bilik Swab Test dan menyerahkannya kepada RSUI. Kini, RSUI merupakan rumah sakit pertama menggunakan Bilik Swab Test karya inovasi UI.

Direktur Utama RSUI, dr. Astuti Giantini mengatakan kami berterima kasih kepada Tim multidisiplin di UI yang telah bekerja sama dalam mengembangkan inovasi bilik swab ini dengan tetap memperhatikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bagi petugas medis dan pasien yang dites.

"Adanya bilik swab ini juga dapat menghemat penggunaan APD di rumah sakit karena mereka tidak perlu menggunakan alat pelindung diri yang lengkap," Ujar Astuti dikutip dari lansiran Kompas.

"Jika biasanya pemeriksaan swab PCR dilakukan untuk pasien ODP atau PDP rawat inap, maka adanya bilik swab ini RSUI juga dapat melakukan pengecekan swab PCR bagi orang dalam pemantauan (ODP) dan orang tanpa gejala (OTG) pada rawat," lanjut Astuti dikutip dari lansiran Antara.

Ketua Tim Bilik Swab Test, dr. Agus Rizal Ardy Hariandy Hamid menjelaskan pada awal proses pengembangan produk, purwarupa Bilik Swab Test mengacu pada standar keamanan laboratorium Kementerian Kesehatan RI yang mencakup tekanan udara, pengaturan aliran udara dan protokol pemeriksaan COVID-19.

"Selain dapat meningkatkan keamanan dan keselamatan tenaga medis saat pengambilan sampel uji Covid-19, bilik swab test ini juga diharapkan mampu meningkatkan kapasitas diagnostik pemeriksaan Covid-19 sehingga semakin banyak sampel swab yang diambil," kata Agus dikutip dari lansiran Kompas.

Agus menjelaskan bahwa bilik Swab Test ini menggunakan material berkualitas tinggi dan telah melalui proses simulasi penggunaan bilik swab oleh dokter dan tenaga kesehatan agar proses pemeriksaan dapat berlangsung aman, nyaman, serta sesuai dengan kondisi tempat diletakkannya bilik swab (dalam ruangan atau luar).

Bilik Swab Test yang berada di Rumah Sakit Universitas Indonesia, Depok. Foto: Humas RSUI
info gambar

"Bilik juga disesuaikan dengan kondisi Indonesia yang panas dan lembab, sehingga dilengkapi dengan sambungan aliran udara yang memiliki filter dan bertekanan positif di dalamnya agar pemeriksa menjadi lebih nyaman dan terlindungi," jelas Agus dikutip dari lansiran Antara.

Pengembangan Bilik Swab Test ini didukung oleh hibah Program Pendanaan Perancangan dan Pengembangan Purwarupa (P5) khusus penanganan COVID-19 dari Direktorat Inovasi dan Science Tekno Park (DISTP) UI.

Dekan FKUI, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam mengatakan keberadaaan Swab Test Chamber yang dirancang oleh kolaborasi lintas keilmuan di UI ini tentu sangat penting dan bermanfaat untuk melindungi para tenaga medis dalam pemeriksaan swab COVID-19.

Bilik Swab Test adalah bentuk win-win solution bagi para tenaga medis dan juga pasien agar keduanya merasa aman dan nyaman

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini