Sejarah Hari Ini (2 Juli 1956) - Pertunjukkan Tarian di Pekan Anak Nasional

Sejarah Hari Ini (2 Juli 1956) - Pertunjukkan Tarian di Pekan Anak Nasional

Anak-anak Sekolah Rakyat mempertunjukkan seni tari tradisional untuk merayakan Pekan Kanak-Kanak di Stadion Ikada, Jakarta, pada 2 Juli 1956. © Star Weekly

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Hari Anak Nasional sudah kita kenal dirayakan pada setiap tanggal 23 Juli.

Hanya saja peringatan ini dulunya digelar pada tanggal yang berbeda-beda.

Sebelumnya Hari Anak Nasional dirayakan dengan nama "Pekan Kanak-Kanak".

Menurut majalah Rona terbitan 1988, usulan yang masuk waktu itu ialah tanggal 3 Juli bertepatan dengan Hari Taman Siswa dan 25 November (Rona menyebut 24 November) sebagai hari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Kendati tanpa keputusan, tahun berikutnya digelar Pekan Kanak-kanak pada 18 Mei 1952.

Seorang gadis kecil memberikan sambutan dalam acara Pekan Kanak-Kanak di Gedung Pertemuan Umum, Jakarta, pada awal Juli 1956.
Seorang gadis cilik memberikan sambutan pada Pekan Kanak-Kanak di Gedung Pertemuan Umum. Sumber: Star Weekly

Karena berpatokan pada libur sekolah, penyelenggaraan Pekan Kanak-kanak pun berubah-ubah.

Menurut majalah mingguan Star Weekly terbitan 1956, Pekan Kanak-kanak diadakan serentak di Indonesia pada tanggal 1-3 Juli sesuai keputusan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

"Di Indonesia, yang merayakannya baru mulai tahun 1952 di tahun yang lampau Pekan Kanak-Kanak biasa dirayakan seminggu sebelum bulan Puasa, akan tetapi mulai tahun ini dan seterusnya tiap tahun, panitia perayaan menetapkan tanggal 1, 2, dan 3 Juli,'' tulis Star Weekly dalam laporannya.

Di Gedung Pertemuan Umum, seorang anak sedang asyik membaca buku sementara anggota parlemen  Sudjono Prawirosudarto tampak meninjau boneka yang dipamerkan
Seorang anak sedang asyik membaca buku, sementara anggota parlemen Sudjono Prawirosudarto tampak meninjau boneka yang dipamerkan. Sumber: Star Weekly

Maria Ulfa Santoso selaku panitia pelaksana Pekan Kanak-Kanak tahun 1956 menjelaskan tiga tanggal tersebut dipilih agar anak-anak bisa menikmati liburannya.

"Tanggal-tanggal itu ditetapkan dengan memperhatikan masa liburan besar, yakni masa liburan naik kelas daripada sekolah-sekolah. Di waktu itu sebagian daripada sekolah-sekolah sudah mulai berlibur, akan tetapi entah bagaimana, murid-murid sekolah sudah tidak terlampau ujian-ujian, dsb. menjelang masa naik kelas, sehingga mempunyai waktu senggang untuk hiburan-hiburan,'' terang Maria Ulfa.

Beragam kegiatan dilakukan pada Pekan Kanak-Kanak terutama yang digelar di ibukota Jakarta, mulai dari pameran permainan anak-anak, penyediaan buku bacaan, dan perlombaan.

Salah satu kegiatan yang mencuri hati ialah pertunjukkan seni tari oleh murid-murid Sekolah Rakyat di Stadion Ikada, Jakarta, pada 2 Juli.


Referensi: Star Weekly | Rona

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Sejarah Hari Ini (5 Juli 1957) - Semarak Pawai Sepeda Hias di Jakarta Sebelummnya

Sejarah Hari Ini (5 Juli 1957) - Semarak Pawai Sepeda Hias di Jakarta

Lebanon, Negara Ke-3 yang Mengakui Kemerdekaan Republik Indonesia Selanjutnya

Lebanon, Negara Ke-3 yang Mengakui Kemerdekaan Republik Indonesia

Dimas Wahyu Indrajaya
@dimas_wahyu24

Dimas Wahyu Indrajaya

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.