Inilah Provinsi dengan Indeks Pembangunan Manusia Tertinggi di Indonesia 2019

Inilah Provinsi dengan Indeks Pembangunan Manusia Tertinggi di Indonesia 2019
info gambar utama

Kita sering dengar bahwa pembangunan yang kita lakukan adalah untuk meningkatkan kualitas manusia. Pertanyaannya, bagaimana mengukur pertumbuhan manusia.

Salah alatnya adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang merupakan pengukuran perbandingan dari harapan hidup, pendidikan dan standar hidup untuk semua wilayah.

IPM digunakan untuk mengklasifikasikan apakah sebuah wilayah dikategorikan maju, berkembang, atau terbelakang, dan juga untuk mengukur pengaruh dari kebijaksanaan ekonomi terhadap kualitas hidup manusia.

IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia. IPM dapat menentukan peringkat atau level pembangunan suatu wilayah.

Bagi Indonesia, IPM merupakan data strategis karena selain sebagai ukuran kinerja Pemerintah, IPM juga digunakan sebagai salah satu alokator penentuan Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat ke daerah.

IPM Statistik
info gambar

Menurut laporan data Badan Pusat Statistik (BPS) Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terbaru Indonesia 2019 telah mencapai 71,92, tumbuh sekitar 0,7 persen dibandingkan tahun lalu. Itu artinya IPM Indonesia masuk kategori tinggi (70 – 80).

Untuk kategori Provinsi, DKI Jakarta menjadi yang tertinggi dengan angka 80,76, menjadikannya satu – satunya provinsi di Indonesia yang berstatus sangat tinggi. Posisi kedua diisi oleh Daerah Istimewa Yogyakarta yang mencatatkan angka sebesar 79,79.

Peringkat berikuti diisi oleh Kalimantan Timur (76,61), diikuti oleh Kepulauan Riau (75,48), Bali (75,38), Riau (73,00), dan Sulawesi Utara yang mencatatkan angka 72,99 sekaligus menjadi provinsi dengan IPM tertinggi di Pulau Sulawesi

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

IA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini