Sejarah Hari Ini (8 Agustus 2013) - Rekor Tabuhan Beduk Serentak Terlama TMII

Sejarah Hari Ini (8 Agustus 2013) - Rekor Tabuhan Beduk Serentak Terlama TMII
info gambar utama

Hari raya Idul Fitri 1434 Hijriah dirayakan secara meriah di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Kamis (8/8/2013).

Tanggal delapan, bulan delapan, dimulai pukul delapan pagi WIB, dan dari delapan penjuru, beduk ditabuh.

Tabuhan beduk serentak dari delapan penjuru dilakukan delapan jam delapan menit nonstop di Plaza Tugu Api Pancasila, Kawasan TMII memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

"Ini merupakan sesuatu yang langka dalam rekor dunia karena di mana lagi selain di Indonesia, budaya memukul beduk dan ini terlama. Bukan hanya rekor MURI, tapi juga rekor dunia," kata Direktur Operasional TMII Ade F Meyliala di Plaza Tugu Api Pancasila pada Kamis (8/8/2013), dikutip GNFI dari Antara.

"Kita juga ambil momentumnya, jarang-jarang tanggal 8, bulan 8 dan bertepatan dengan Idul Fitri," katanya.

Dia menambahkan rekor yang bertemakan "Menanamkan Ajaran Asta Brata untuk Mendapatkan Pemimpin yang Unggul" itu dilatarbelakangi rasa keprihatinan atas krisis kepemimpinan bangsa.

"Saat ini kita memerlukan sosok pemimpin yang dapat dijadikan teladan agar bangsa kita menjadi bangsa yang maju, makmur, cerdas, adil dan beradab," katanya.

Ade menuturkan tema "Asta Brata" merupakan delapan ajaran, filsafat atau ilmu kepemimpinan mulia dari warisan tanah Nusantara yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan kualitas sebagai seorang pemimpin.

Dia menyebutkan kedelapan kepemimpinan itu yakni, surya atau mentari (tumbuh berkembang), candra atau rembulan memberikan dorongan atau motivasi), kartika atau bintang (menjadi teladan), angkasa atau langit (menampung aspirasi), bayu atau angin (dekat dengan rakyat), samudera atau lautan (adil, bijaksana dan penuh kasih sayang), agni atau api (berwibawa dan berani) dan pertiwi atau bumi (murah hati).

"Ini juga mendekatkan diri dengan kearifan lokal karena TMII selalu mengambil tema kolosal dalam tiap 'event'-nya," katanya.

Dia mengatakan tabuh beduk tersebut melibatkan seniman dari Karawang dan masyarakat sekitar yang berjumlah 48 penabuh dan 16 beduk.

Referensi: MURI.org | Kompas.com | Antaranews.com

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini