Celengan Tradisional, Kotak Menabung Lucu Kaya Manfaat

Celengan Tradisional, Kotak Menabung Lucu Kaya Manfaat
info gambar utama

Kita pasti mengingat saat kita masih kecil, kita berlomba – lomba memasukkan koin ke dalam ‘celengan’. Bunyi khas ‘klentang...’ nyaring terdengar saat koin dimasukkan dari lubang kecil yang pipih. Terlebih jika celengan tersebut masih kosong.

Dengan tak sabar kedua tangan mengangkat benda itu dan mengocok perlahan sembari membayangkan berapa uang yang telah dimasukkan kedalam celengan tersebut. Banyak anak-anak mungkin sudah tak mengenal lagi benda yang terbuat dari tanah liat atau keramik dengan aneka bentuk yang lucu nan unik ini.

Pasalnya belakangan ini, menabung lebih sering diasosiasikan dengan bank. Padahal, celengan tradisional bertujuan utama untuk mengenalkan anak dengan cara menyisihkan sebagian uang mereka untuk dimasukkan ke dalam celengan. Selain tujuan utama tersebut banyak manfaat yang dapat kita miliki yang tidak bisa kita dapatkan dari menabung di bank.

Mempunyai Sejarah yang Dalam

Benda warisan zaman Kerajaan Majapahit yang disimpan di Museum Nasional, Jakarta sumber: Wikipedia
info gambar

Celengan dalam bahasa Inggris disebut piggy bank. Kata ‘celeng’ dan ‘piggy’ dari kedua bahasa tersebut merajuk ke hewan babi, sehingga kita banyak menjumpai dalam toko maupun di internet adalah celengan dalam bentuk babi.

Meskipun sebenarnya di Indonesia, celengan yang legendaris dan sering kita lihat di toko adalah bentuk ayam jago. Mengapa kedua hewan tersebut yang menjadi wajah dari celengan? Kenapa tidak hewan lain seperti gajah, kuda, ataupun ikan?

Pada abad pertengahan, orang-orang Eropa Barat menabung di rumah dengan sebuah toples hingga akhirnya dibuatlah wadah murah khusus untuk menabung yang berasal dari tanah liat dan diberi nama “pygg” yang berati tanah liat berwarna jingga.

Namun alih-alih dijuluki karena warnanya, celengan lebih diasosiasikan dengan hewan babi. Lahirlah celengan dengan bentuk babi.

credit : MAYA Trgn, pinterest
info gambar

Secara simbol babi juga mempunyai makna yang positif. Buktinya terlihat dari celengan babi yang berasal dari zaman Kerajaan Majapahit yang sekarang telah disimpan di Museum Nasional Jakarta. Babi juga disebut oleh mitologi Cina sebagai simbol ketekunan dan pembawa kemakmuran.

Sama halnya dengan ayam jago, hewan ini sebagai simbol pembawa rejeki. Karena itu, banyak celengan tradisional menggunakan kedua hewan tersebut.

Tak Bisa Diambil Dengan Mudah

ilustrasi sumber: canva
info gambar

Celengan tradisional memang tidak mempunyai lubang untuk merogoh dan mengambil uang. Satu-satunya cara untuk mengambil uang di celengan adalah dengan memecahkan celengan tersebut. Inilah salah satu kelemahan celengan daripada bank modern yang bisa diambil kapan saja.

Namun justru jika Kawan GNFI ingin menabung dengan mengedepankan kedisplinan dan ketekunan dalam menyimpan uang, celengan tiada tandingannya. Prinsip menabung dengan celengan yaitu rajin menabung hingga isi dari celengan tersebut penuh.

Selain itu, kita tidak bisa melihat berapa uang yang kita kumpulkan, jika celengan masih belum terpenuhi kita akan berpikir dua kali untuk memecah celengan karena merasa belum puas. Sehingga kita juga belajar menahan diri untuk tidak menggunakan uang tersebut sebelum celengan benar-benar terisi penuh. Orang yang ingin belajar manajemen diri sendiri bisa mencoba menabung menggunakan celengan.

Mengajarkan Bersyukur dan Menghargai Hal – Hal Kecil

Credit : Canva
info gambar

Recehan dalam dompet kita sering kita abaikan, karena kita berpikir koin-koin itu tidak mempunyai manfaat yang signifikan selain untuk membeli barang di toko. Namun jangan lupakan peribahasa ‘sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit’ yang mempunyai arti usaha kecil jika dilakukan secara terus menerus akan menghasilkan hasil yang besar.

Menabung dengan uang Rp1000 rupiah koin saja dan dilakukan dengan tekun setiap hari dapat menghasilkan ratusan ribu selama setengah tahun. Hasil seribuan itu akhirnya bisa digunakan untuk barang-barang impian kita dan pada akhirnya kita dapat mengapresiasi koin-koin tersebut.

Bentuk Sebuah Permainan yang Bermanfaat

Credit : canva
info gambar

Siapa bilang menabung tidak bisa dijadikan permainan? Agar anak-anak rajin menabung, orang tua bisa membuat permainan dengan siapa yang dapat memenuhi celengan tercepat akan mendapat hadiah. Dengan begitu, anak-anak sebisa mungkin menyisakan uang jajan mereka untuk dimasukkan kedalam celengan. Orang dewasa pun juga bisa melakukan permainan ini, dengan imbalan yang beragam, seperti uang tersebut digunakan untuk self–reward atau traveling ke suatu tempat.

Ada permainan populer yang sering dimainkan sekeluarga yang juga berkaitan dengan menabung, seperti swear jar dimana orang-orang memasukkan uang kedalam toples setiap kali mereka mengatakan perkataan yang tidak sopan. Peraturan permainan itu tentu bisa diubah dengan peraturan lain.

Permainan ini nantinya juga bermanfaat menerapkan kebiasaan baru atau menghilangkan kebiasaan buruk yang sering kita lakukan. Contohnya kebiasaan yang belum bisa kita biasakan, seperti mencuci tangan saat masuk kedalam rumah. Untuk itu, setiap kali kita lupa untuk mencuci tangan, kita wajib menerima ‘hukuman’ dengan memasukkan uang kedalam celengan.

Cukup bermanfaat, kan? Dengan permainan ini kita dapat menerapkan kebiasaan baik sekaligus menyisakan uang kita untuk ditabung.

--

Sumber: USATODAY | Detik.com | Okezone

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini