Ragam Novel Indonesia yang Sukses Menarik Hati Pembaca Internasional

Ragam Novel Indonesia yang Sukses Menarik Hati Pembaca Internasional
info gambar utama

Novel adalah salah satu jenis hiburan paling tua dalam sejarah umat manusia. Selain sebagai hiburan, novel juga dapat menjadi wadah penyalur ide-ide penulis yang dapat mempengaruhi para pembacanya. Novel-novel ini kemudian diakui oleh masyarakat hingga mendapatkan penghargaan dikarenakan pengaruhnya yang besar.

Ditengah banyaknya novel-novel luar negeri yang menjadi populer di Indonesia, karya-karya penulis Indonesia juga ikut tak kalah menarik. Beberapa novel Indonesia yang berhasil mendunia ini tidak hanya diakui kesuksesannya di dalam negeri, bahkan sampai luar negeri hingga diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa.

Inilah novel-novel Indonesia yang berhasil mendunia yang wajib masuk ke dalam reading list mu:

  1. Laskar Pelangi

Laskar Pelangi adalah novel karya Andrea Hirata yang terbit pada tahun 2005 dan diterbitkan oleh Bentang Pustaka. Novel ini menceritakan tentang sepuluh anak yang bersekolah di SD Muhamadiyah di daerah Belitung dengan fasilitas yang kurang memadai. Akan tetapi, Bu Mus yang merupakan guru dari sepuluh anak ini terus menyemangati mereka untuk tetap semangat dalam belajar.

Di balik segala keterbatasan yang mereka hadapi, anak-anak ini dapat membuktikan bahwa itu bukan halangan bagi mereka untuk tetap bisa bersaing dengan anak-anak sekolah lain untuk meraih prestasi. Novel Laskar Pelangi telah diterjemahkan ke dalam 25 bahasa, di antaranya bahasa Inggris, Vietnam, Jerman, Spanyol, Arab, Tiongkok dan menjadi international best seller. Novel ini juga telah diadaptasi menjadi film dengan judul yang sama dan juga tak kalah menarik dari versi novelnya.

  1. Ronggeng Dukuh Paruk

Ronggeng Dukuh Paruk adalah novel karya Ahmad Tohari yang terbit pada tahun 1982 dan diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama.

Latar waktu utama novel ini adalah pada tahun 1960-an. Novel ini berkisah tentang seorang penari ronggeng bernama Srintil. Tak ada yang mengajari Srintil berdendang maupun menari ronggeng, tetapi Srintil dapat melakukannya hingga nyaris sempurna dan membuat orang terheran-heran. Karena kemampuannya sebagai penari ronggeng membuat orang lain takjub, banyak yang mengira dan percaya bahwa tubuhnya dirasuki oleh roh Indang.

Selain menceritakan Srintil, novel ini juga bercerita tentang Rasus yang merupakan teman masa kecilnya. Novel ini juga menceritakan tentang tragedi 1965, di mana Srintil dan rombongan ronggengnya disebut sebagai 'Seniman Rakyat'. Malapetaka kemudian mulai menghampiri Srintil beserta rombongannya. Penulis dari novel ini sempat diinterogasi mengenai karyanya yang mengandung cerita komunis.

Novel Ronggeng Dukuh Paruk telah diterjemahkan dan terbit dalam berbagai bahasa, beberapa di antaranya bahasa Belanda, Jerman, Jepang, dan Inggris. Novel ini telah diangkat ke layar lebar sebanyak dua kali dengan judul yang berbeda, yaitu "Darah dan Mahkota Ronggeng" pada tahun 1993 dan "Sang Penari" pada tahun 2011.

  1. Cantik Itu Luka

Cantik Itu Luka adalah sebuah novel karya Eka Kurniawan yang pertama kali terbit pada tahun 2002 dan diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama.

Novel menceritakan seorang wanita keturunan Indonesia dan Belanda yang bernama Dewi Ayu. Wanita rupawan ini dipaksa menjadi pelacur hingga melahirkan tiga orang anak yang tak jelas siapa bapaknya. Paras ayunya itu menurun kepada ketiga anaknya. Namun, bukan bahagia yang Dewi Ayu rasakan, melainkan luka. Ketiga anaknya ini bernasib sama seperti dirinya yang dipaksa menjadi seorang pelacur.

Ketika Dewi Ayu hamil anaknya yang keempat, ia berharap anaknya lahir dengan wajah yang buruk rupa. Tuhan mengabulkan keinginan Dewi Ayu dan lahirlah anaknya yang keempat dengan rupa yang jelek dan ia beri nama Cantik. Dewi Ayu berharap agar kesengsaraan yang selama ini ia dan anak-anaknya yang lain alami tak terjadi pada Cantik meskipun harapannya ini sulit sekali untuk terkabul.

Novel Cantik Itu Luka telah diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang oleh Ribeka Ota dengan judul Bi Wa Kazu, dan ke dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan oleh penerbit New Directions di New York, Amerika Serikat.

  1. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck adalah novel karya Buya Hamka atau Haji Abdul Malik yang terbit pertama kali pada tahun 1938 sebagai cerita bersambung dalam rubrik "Feuilleton" di majalah Pedoman Masyarakat. Kemudian cerita bersambung ini dikumpulkan oleh Syarkawi dan diterbitkan di oleh Penerbit Centrale Courant pada tahun 1939 di Medan.

Novel ini menceritakan kisah cinta sepasang kekasih yang terhalang sebuah aturan adat di tanah Minangkabau. Seorang pemuda yatim piatu bernama Zainuddin dianggap tak memiliki suku atau nasab/keturunan Minang meskipun mendiang ayahnya adalah asli orang sana. Hayati yang merupakan orang asli Minang dan keturunan bangsawan tidak diperbolehkan oleh orang tuanya dilamar oleh Zainuddin yang diaggap tidak jelas asal-usulnya. Hal ini membuat dua orang ini tak bisa bersatu karena adanya aturan adat yang mengatur jodoh seseorang.

Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck ini telah diterjemahkan dan terbit dalam bahasa Melayu dan sejak tahun 1963 serta telah menjadi bacaan wajib bagi siswa sekolah di Indonesia dan Malaysia.

  1. Tetralogi Pulau Buru

Tetralogi Pulau Buru berisikan empat novel karya Pramoedya Ananta Toer yang diterbitkan dari tahun 1980 sampai dengan 1988. Tetralogi ini terdiri dari empat novel dengan judul Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah dan Rumah Kaca. Keempat buku ini menggambarkan kejadian yang benar-benar terjadi pada saat awal kebangkitan nasional di Indonesia. Seri novel ini sempat membuat kontroversi karena dianggap menyebarkan pesan Marxisme-Leninisme sehingga dilarang peredarannya untuk beberapa masa.

Tetralogi ini bercerita tentang kehidupan Minke, seorang pemuda pribumi yang memperoleh pendidikan di sekolah Belanda beserta orang-orang dalam hidupnya. Salah satu novel yang paling terkenal di seri ini, Bumi Manusia, bercerita tentang pengadilan pertama pribumi Indonesia, bernama Nyai Ontosoroh melawan keluarga suaminya yang merupakan Belanda totok atau Belanda asli. Novel Bumi Manusia ini juga telah diadaptasi menjadi film dengan judul yang sama pada tahun 2019 dan juga dapat diakses melalui situs streaming Netflix.

Nama Pulau Buru sendiri berasal dari tempat di mana Pramoedya diasingkan. Di pulau tersebut ia menyelesaikan keempat novelnya. Seri tetralogi Pulau Buru ini pertama kali diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Max Lane yang diberi nama The Buru Quartet dan juga diterjemahkan dalam bahasa Russia oleh E. Rudenko.

  1. Saman

Saman adalah sebuah novel karya Ayu Utami yang pertama kali terbit pada tahun 1998 dan diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia.

Judul Saman sendiri diambil dari nama samaran tokoh utama yang bernama Athanasius Wisanggeni. Saman adalah seorang Pastor di Gereja kecil Prabumulih, Sumatera Selatan. Ia pernah menjadi pembimbing empat sahabat yang telah bersahapat sejak SD, yaitu Laila, Yasmin, Cokodra, dan Shakuntala. Novel ini juga bercerita tentang masalah-masalah yang dihadapi oleh keempat sahabat ini

Novel Saman mengambil tema seksualitas dari perspektif perempuan yang masih tabu pada masanya sehingga mengundang kontroversi. Latar belakang utama novel ini adalah Indonesia pada tahun 80-an dan 90-an. Tokoh-tokoh dalam novel ini harus bergulat dengan kondisi sosial, politik dan budaya Indonesia pada masa itu.

Adapun novel Saman telah mendapatkan penghargaan dari Prince Claus Award pada tahun 2000.

---

Sumber : Ensiklopedia Kemendikbud | Tempo | Kumparan.com | Brilio.net | Wikipedia | Genpi.co

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini