Sejarah Hari Ini (15 September 1950) - Kasino Putra Gombong

Sejarah Hari Ini (15 September 1950) - Kasino Putra Gombong
info gambar utama

Aktor film komedi Indonesia, Kasino Hadiwibowo, lahir di Gombong (salah satu sumber menyebutkan lahir di Kecamatan Buayan), Kebumen, Jawa Tengah pada 15 September 1950.

Meski lahir di Kebumen, Kasino menghabiskan masa kecilnya dengan bersekolah di Jakarta.

Sebelum menjadi bintang film, Kasino terkenal sebagai penyiar radio di Prambors pada tahun 1975.

Pada 1978, Kasino bersama Nanu Mulyono (Nanu), Rudy Badil (Rudy), Wahjoe Sardono (Dono), dan Indrodjojo Kusumonegoro (Indro) sukses membawakan segmen Obrolan Santai di Warung Kopi yang mengundang tawa para pendengar.

Kelimanya kemudian tergabung dalam grup lawak Warkop.

Setiap tampil, kelimanya memiliki persona lain yang dilakoninya masing-masing.

Karena Rudy demam panggung dan Nanu wafat pada 1983, jadilah Warkop digawangi oleh trio Kasino, Dono, dan Indro.
info gambar

Kasino sendiri biasanya membawakan karakter dari berbagai macam suku; bisa orang Jawa, Tionghoa, Betawi, hingga Minang.

Karakteritstik itu bahkan sering ia tampilkan ketika Warkop - yang kemudian bernama Warkop DKI - terjun di dunia film.

Celotehan dan celutakan segar khas Kasino terkadang masih akrab di telinga penikmat film Warkop, di antaranya seperti; "Anak orang kaya emang begitu. Kayak duit bapaknya halal aja!" (Gengsi Dong) dan "Kasino, putra Gombong, nyogok tidak etis" (Malu-Malu Mau).

Dalam melawak Kasino tidak asal ngomong, ada kalanya ia bersifat teknis dengan mengumpulkan segala hal yang lucu sebelum dibeberkan.

"Yang lucu-lucu memang gampang diingat. Kalau pelajaran, suka lupa," kata Kasino dikutip GNFI dari Warung Kopi Prambors (Dono Kasino Indro) - Seri 1 yang dihimpun Pusat Data dan Analisa TEMPO.

Selain mahir menonjolkan logat berbagai orang dari berbagai suku, Kasino juga jago bermain gitar dan memplesetkan lagu-lagu luar negeri.

Kasino juga pintar melontarkan lawakan yang agak tajam untuk pemerintahan Orde Baru.

Pernah sewaktu main di Surabaya lututnya dibuat gemetar karena didatangi pihak keamanan karena lawakannya.

Sama seperti anggota Warkop yang lain, Kasino mengenyam pendidikan tinggi.

Ia masuk jurusan Administrasi Niaga Fakultas Ilmu Sosial Universitas Indonesia (UI) dan aktif dalam Kelompok Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala UI).

Pada 1996, Kasino divonis menderita tumor di bagian otaknya.

Meskipun dalam kondisi yang naik-turun, ia tetap semangat dan beraktivitas, contohnya tetap membintangi sinetron Warkop DKI.

Di sinetron itu Kasino tampil dengan wig untuk menutupi kebotakan pada rambutnya.

Pada 18 Desember 1997, Kasino meninggal dunia di Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Ia meninggalkan satu istri dan satu anak.

---

Referensi: Rudy Badil & Indro Warkop, "Warkop: Main-Main Jadi Bukan Main" | Pusat Daya dan Analisa TEMPO, "Warung Kopi Prambors (Dono Kasino Indro) - Seri 1" | Sigit Asmodiwongso, Salma Nusiana, "Ngomong Gombong: Remah Sejarah Kota 1830-1942"

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini