Inilah 5 Gunung Berapi Tertinggi di Indonesia

Inilah 5 Gunung Berapi Tertinggi di Indonesia
info gambar utama

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki gunung berapi terbanyak di dunia, hal itu dikarenakan letak geografis Indonesia yang dilintasi oleh dua jalur pegunungan muda, yakni Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania.

Sirkum Pasifik membentang di Samudera Pasifik, mulai dari Pegunungan Andes di Amerika Selatan, Kepulauan Jepang, Pulau Papua, hingga Selandia Baru. Sedangkan Sirkum Mediterania dimulai dari Afrika Utara, Eropa Selatan, melewati Asia Barat, Kepulauan Andaman, dan Indonesia.

Selain itu, wilayah Indonesia yang berada di jalur pertemuan dua lempeng benua membuatnya banyak memiliki banyak gunung berapi. Dua lempeng tersebut yaitu Lempeng Benua Asia di bagian barat, dan Lempeng Benua Australia di bagian timur. Yang terjadi pada Indonesia, dua lempeng tersebut saling bertumbukan dan menciptakan proses tektonik. Lempeng tektonik yang terus menghunjam ke bawah hingga mencapai titik suhu dan tekanan tinggi akan memicu magma naik ke permukaan dan membentuk deretan gunung berapi.

Berikut 5 Gunung Berapi Tertinggi di Indonesia

1. Gunung Kerinci

Gunung Kerinci terletak tepat di perbatasan antara Sumatera Barat dan Provinsi. Gunung ini termasuk dalam bagian dari Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dan TNKS sendiri merupakan bagian dari Pegunungan Bukit Barisan yang memanjang dari utara ke selatan di Pulau Sumatera.

Dengan ketinggian mencapai 3.805 m di atas permukaan laut, Gunung Kerinci dinobatkan sebagai gunung berapi tertinggi di Indonesia. Pengunjung yang berhasil mendaki menuju Kawasan puncak dapat melihat pemandangan indah Kota Jambi, Padang, dan Bengkulu, bahkan Samudera Hindia yang luas dapat terlihat dengan jelas.

2. Gunung Rinjani

Secara administratif Gunung Rinjani berada dalam wilayah tiga kabupaten yakni Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha.

Berstatus sebagai gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia, Gunung Rinjani memiliki ketinggian mencapai 3.726 meter di atas permukaan laut. Gunung ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena menawarkan keindahan alam yang menakjubkan.

3. Gunung Semeru

Gunung Semeru secara administratif termasuk dalam wilayah dua kabupaten, yakni Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Gunung ini termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Gunung Semeru memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut dengan puncaknya yang begitu terkenal bernama “Mahameru”. Gunung ini merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa.

Di area puncak Gunung Semeru terdapat kawah Jonggring Saloko yang menghasilkan aliran lahar yang berbahaya, selain itu di sisi sebelah selatan puncak Mahameru juga terdapat Gas beracun yang dikenal dengan sebutan “wedhus gembel.”

4. Gunung Slamet

Gunung Slamet terletak di antara lima kabupaten, yaitu Kabupaten Brebes, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang di Jawa Tengah.

Memiliki ketinggian 3.428 meter di atas permukaan laut, Gunung Slamet merupakan gunung berapi tertinggi di Jawa Tengah serta kedua tertinggi di Pulau Jawa setelah Gunung Semeru.

Gunung ini cukup populer sebagai sasaran pendakian meskipun medannya dikenal sulit. Pendakian Gunung Slamet dikenal cukup sulit karena hampir sepanjang rute pendakian tidak ditemukan air. Pendaki disarankan untuk membawa persediaan air yang cukup dari bawah. Faktor penyulit lain adalah kabut yang sangat mudah berubah-ubah dan pekat.

5. Gunung Sumbing

Degan ketinggian 3.371 meter di atas permukaan laut, gunung sumbing menjadi gunung berapi tertinggi kelima di Indonesia. Gunung ini secara administratif terletak di tiga wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, dan Kabupaten Wonosobo.

Bersama dengan Gunung Sindoro, Gunung Sumbing membentuk bentang alam yang menawan berupa gunung kembar, sehingga menjadi daya tersendiri bagi para pendaki.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini