Setelah di Pekanbaru-Dumai, Indonesia Bakal Punya "Jalan Tol" Gajah di Aceh

Setelah di Pekanbaru-Dumai, Indonesia Bakal Punya "Jalan Tol" Gajah di Aceh
info gambar utama

Di era modern ini, dalam rangka memperbaiki infrastruktur wilayah Sumatera—yang menjadi salah satu habitat gajah di Indonesia—sudah selayaknya pemerintah memang harus juga mempertimbangkan keharmonisan antara infrastruktur dengan alam. Apalagi gajah endemik Sumatera ini juga diketahui sebagai hewan yang dilindungi.

Sejak tahun 2019, dari penelusuran Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau sudah menerima banyak laporan bahwa gajah-gajah liar di sana sudah mulai terlihat di area yang dekat dengan pemukiman warga.

Itulah sebabnya pemegang konsesi proyek jalan tol Trans-Sumatra, PT Hutama Karya (Persero) juga tidak semata-mata hanya mempertimbangkan pembangunan infrastruktur ruas tol Pekanbaru-Dumai yang baru diresmikan Presiden Joko Widodo pada Jumat, 25 September 2020 silam.

Pembangunan jalan tol itu juga memiliki keistimewaan yaitu dengan dibangunnya jalur perlintasan gajah di beberapa lokasi. Jadi, tidak hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda empat, di beberapa titik jalan tol juga rupanya telah disediakan pula lima perlintasan Underpass Perlintasan Gajah (UPG) atau ‘jalan tol’ khusus gajah.

‘’Jalan tol ini memang melewati habitat gajah di Kabupaten Bengkalis. Underpass disiapkan agar jalur jelajah gajah tidak terputus. Dengan demikian biodiversity Sumatera akan terpelihara untuk merancang jalur perlintasan gajah melalui underpass tersebut. (PT) Hutama Karya berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau,’’ ujar Direktur Utama Hutama Karya, Budi Harto, dikutip dari laman Media Center Pemerintah Riau (25/9/2020).

‘Jalan tol’ khusus gajah itu dibuat dengan tinggi batas ruang (clearance) 5,10 meter dan lebar 40 meter. Di bagian kiri dan kanan jalan yang ada di sekitar terowongan juga akan dibuat pagar pengaman agar satwa-satwa tersebut aman dan selalu terjaga ekosistemnya.

Bahkan situasi terowongan juga akan ditumbuhi tumbuhan-tumbuhan agar para gajah merasa aman karena suasana dibuat semirip mungkin dengan habitat liar. Sebelumnya, BBKSDA Riau sejak awal sudah mencatat potensi jumlah gajah yang akan melintas atau melewati ruas jalan tol tersebut.

Jalan Tol Gajah
info gambar

Sedikitnya ada delapan titik potensi pertemuan dengan home range gajah di sekitar Suaka Margasatwa Balai Raja Kabupaten Bengkalis dan Giam Siak Kecil. Di Balai Raja ada enam gajah, sedangkan di Giam Siak Kecil ada 50 hingga 60 ekor gajah liar.

Dan ‘jalan tol’ gajah ini juga diklaim dapat dilewati hingga 100 gajah nantinya.

Untuk diketahui, jalan tol Pekanbaru-Dumai ini telah dibangun sepanjang 131,5 km, yang merupakan bagian dari jalan tol Trans-Sumatra yang sudah dibangun sejak 2016 silam. Jalan tol ini terbagi dalam 6 seksi, yaitu Seksi 1 Pekanbaru-Minas sepanjang 9,5 km, Seksi 2 Minas-Petapahan sepanjang 24,10 km, Seksi 3 Petapahan-Kandis Utara sepanjang 16,9 km, Seksi 4 Kandis Utara-Duri Selatan sepanjang 26,25 km, Seksi 5 Duri Selatan-Duri Utara sepanjang 29,31 km, dan Seksi 6 Duri Utara-Dumai sepanjang 25,44 km.

Sedangkan ‘jalan tol’ gajah dibangun satu di area Seksi 2, tepatnya di KM 61+ 705 yang lokasinya memang tidak jauh dari Pusat Latihan Gajah Minas di Kabupaten Siak. Sedangkan empat lokasi lainnya berada di Seksi 4, tepatnya di KM 69+ 154, KM 71+ 992, KM 72+ 950, dan KM 74+ 400 yang lokasinya dekat dengan Suaka Margasatwa Balai Raja.

Di awal proyeksi pemanfaatan tol Pekanbaru-Dumai ini adalah untuk memperpendek jarak dan waktu tempuh antara ibu kota Provinsi Riau, Pekanbaru, dengan kota pelabuhan, Dumai. Yang nantinya tentu akan mengurangi biaya logistik.

Dari aspek ekonomi lainnya, dengan adanya jalan tol ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk dalam negeri dan memicu terciptanya pusat-pusat ekonomi baru di Sumatera.

Jalan Tol Gajah Juga Akan Ada di Aceh

Melansir laman Gaikindo, rupanya pemerintah dan PT Hutama Karya juga akan memproyeksikan ‘jalan tol’ gajah di Aceh. Salah satunya di ruas jalan tol Sigli-Banda Aceh sepanjang 74 km. BBKSDA Aceh sejak awal memang sudah menyambut gembira pembangunan underpass khusus gajah ini.

Rencananya, Hutama Karya akan membangun ‘jalan tol’ gajah ini di Seksi 1 yaitu antara Lembah Selawah dan Padang Tiji. Berbeda dengan proyek infrastruktur lainnya, semenjak ada Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) jalan tol Trans-Sumatra, pihak BBKSDA setempat dan kontraktor kini memang memasukkan prioritas satwa liar yang masih dijaga di sekitar perlintasan jalan tol.

Jika biasanya perlintasan jalan desa diperkeras, maka kali ini, khusus disiapkan untuk gajah, kontraktor sebisa mungkin tidak mengganggu kontur alamiah lingkungan yang kerap dilewati para gajah. Bahkan kontraktor, yaitu pihak Hutama Jaya, sebisa mungkin membuat wilayah underpass yang dikhususkan untuk para gajah itu dibentuk sealami mungkin dengan ditumbuhi tumbuhan hijau.

Semoga dengan adanya underpass ini, kita bisa tetap melestarikan gajah-gajah yang ada di Sumatra, ya.

--

Sumber: Media Center Pemerintah Provinsi Riau | Bisnis.com | Antaranews.com | Gaikindo.or.id

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini