Inilah! Dua Layanan Gojek yang Paling Sering Digunakan selama Pandemi

Inilah! Dua Layanan Gojek yang Paling Sering Digunakan selama Pandemi
info gambar utama

Kawan GNFI, selama pandemi apakah layanan Gojek menjadi pilihan yang paling sering kalian gunakan untuk memudahkan segala aktifitas ataupun kebutuhan sehari-hari? Jika iya, tentunya ini menjadi kabar baik bagi Indonesia, sebab Inovasi ojek online atau Gojek buatan Indonesia ini ternyata memiliki dampak yang baik.

Berawal dari layanan transportasi, sekarang aplikasi Gojek memiliki lebih dari 20 layanan yang menjadi solusi buat tantangan sehari-hari. Berkat itu juga, Gojek menjadi salah satu platform teknologi terbesar yang melayani jutaan pengguna di Asia Tenggara dengan mengembangkan tiga Super-app: untuk customer, mitra driver dan mitra merchant.

Beberapa layanan gojek sesuai kegunaanya yakni pada transportasi dan logistik meliputi GoRide, GoCar, GoBluebird, GoSend, GoBox. Makanan dan belanja meliputi GoFood dan GoMed. Pembayaran meliputi GoPay, GoTagihan, Paylater, GoSure, GoInvestasi. Sedangkan bisnis hanya terdapat GoBiz dan untuk berita & hiburan meliputi GoPlay dan GoTix.

Dari beberapa banyak layanan gojek yang disebutkan diatas, GoPay dan GoFood merupakan dua layanan Gojek yang paling sering digunakan selama pandemi, menurut riset yang dilakukan oleh Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI). Tercatat, konsumen menjadi lebih sering menggunakan GoPay (68%) dan GoFood (65%) dibandingkan sebelum pandemi.

Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui survei mandiri yang disebarkan secara daring. Populasi penelitian ini adalah konsumen dalam database Gojek yang aktif menggunakan layanan Gojek dalam satu bulan terakhir.

Total responden yang menyelesaikan seluruh kuesioner dan dapat dilakukan analisis adalah 4.199 orang. Hasil penelitian ini dapat digeneralisir pada populasi konsumen Gojek, dengan tingkat kepercayaan 95 persen (M.o.e +/- 1,5 persen). Periode penelitian dilaksanakan di bulan September 2020.

Selain itu, GNFI juga pernah membahas mengenai Go-Pay yang kaya akan fitur, sehingga hal itulah yang menjadikan nilai tambah untuk GoPay menjadi layanan yang sering digunakan, apalagi pada masa pandemi.

Aplikasi Gojek diluncurkan ke masyarakat Indonesia pertama kali pada tahun 2010, tepatnya di Kota DKI Jakarta. Pada tahun 2015, Gojek berkembang pesat setelah meluncurkan sebuah aplikasi dengan tiga layanan, yaitu: GoRide, GoSend, dan GoMart.

Hingga hari ini, aplikasi Gojek Indonesia telah diunduh dan dipakai oleh pengguna smartphone Android dan iOS hingga lebih dari 50 juta kali. Pun aplikasi gojek Indonesia sudah beroperasi di bidang transportasi online di lebih dari 50 kota yang tersebar di Indonesia.

Bahkan belakangan, Gojek turut berekspansi hingga ke negara-negara di wilayah Asia Tenggara, seperti Singapura, Thailand dan Vietnam. Di negara-negara tersebut, aplikasi Gojek Indonesia sukses bersaing dengan layanan transportasi yang sudah lebih dulu ada dan berkembang, seperti Uber dan Grab.

Bagaimana Kawan GNFI, Jika penggunaan Gojek ini kian hari kian meningkat, hal ini tentunya membuat dampak yang baik untuk menunjang keberlangsungan dari Gojek itu sendiri.

Referensi: gojek.com | databoks.katadata.co.id | Merdeka.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini