Kabar Baik dari Pegiat Seni Indonesia yang Mencuri Perhatian Internasional pada 2020

Kabar Baik dari Pegiat Seni Indonesia yang Mencuri Perhatian Internasional pada 2020
info gambar utama

Orang Indonesia diliputi kecemasan akibat pandemi Covid-19 alias virus corona mewabah di seluruh dunia pada 2020. Akibatnya, tahun ini pun menjadi tahun cobaan bagi banyak kalangan.

Terutama bagi pekerja seni dari industri perfilman. Pemberlakuan pembatasan sosial dan fisik mengharuskan mereka menunda memamerkan karyanya.

Namun, industri perfilman tanah air tidak selamanya dirundung dalam duka. Meskipun bioskop tutup, syuting dan rilis film beberapa ada yang tertunda, tetapi nyatanya ada prestasi yang berhasil diraih pada tahun pandemi ini.

Hal yang sama juga dirasakan dari beberapa musisi Indonesia. Sejumlah nama baru berhasil mencuri perhatian pecinta musik nasional dan juga internasional. Selain seniman dunia tarik suara sebagai, juga ada seniman seni rupa Indonesia yang karyanya diapresiasi di penerbit komik pahlawan super ternama.

Ada banyak kabar baik mengenai para pegiat seni sepanjang tahun 2020. Namun, GNFI tidak bisa menyebutkan semuanya. Penasaran apa saja yang baik-baik dari pegiat seni yang sukses mengharumkan Indonesia di kancah dunia? Berikut uraiannya:

Dita Karang Tembus K-pop

Genre musik Korean Pop (K-pop) digandrungi di dunia termasuk di Indonesia. Mimpi menjadi penyanyi idola di negeri ginseng Korea Selatan pun sering dijumpai dari beberapa muda-mudi di tanah air kita ini.

Mimpi menjadi idola di negeri seberang seolah mustahil. Hanya saja, dengan usaha dan kerja keras, mimpi apapun pastinya bisa diwujudkan. Contoh itu bisa kita dapati pada sosok Dita Karang.

Dita Karang.
info gambar

Dara kelahiran kelahiran Yogyakarta, 25 Desember 1996, menjadi pusat perhatian pada Mei 2020 lalu. Ia tercatat menjalani debut bersama girlband Korea Selatan, Secret Number, yang berada di bawah naungan agensi Vine Entertainment.

Dita menempati posisi sebagai penari utama dan vokalis di grup tersebut. Lulusan American Musical and Dramatic Academy, New York, Amerika Serikat itu jelas tidak meraih kesuksesannya dengan instan. Pemilik nama lengkap Anak Agung Ayu Puspa Aditya Karang sempat gagal audisi dan mesti menempuh selama 2 tahun.

Weird Genius yang Kian Membius

Seperti tidak ada habisnya, kabar membanggakan kembali datang dari grup musik Weird Genius yang beranggotakan Reza Oktovian, Eka Gustiwana, dan Gerard Liu.

Pada Maret 2020, lagu berjudul "Lathi" yang dipopulerkan oleh Weird Genius yang berkolaborasi dengan penyanyi Surabaya, Sara Fajira, menggebrak internet lewat platform Youtube. Mereka sukses membius pecinta musik dalam dan luar negeri lewat lagu tersebut.

Lathi pun memecahkan rekor sebagai lagu yang menduduki posisi pertama tangga lagu Spotify Indonesia Top 50 selama enam minggu berturut-turut. Sukses di dalam negeri, lagu hits ini berhasil memasuki sejumlah tangga lagu di negara lain, mulai dari Singapura, Malaysia, Hong Kong, hingga Taiwan.

Lathi juga menempati peringkat teratas beberapa tangga lagu platform berbeda di waktu yang sama, seperti Youtube Music, Apple Music, Spotify, Deezer, dan Itunes. Selain itu, Lathi juga menjadi track yang paling banyak dicari di aplikasi Shazam.

Banyak sekali youtuber dari berbagai penjuru dunia yang juga membuat video reaksi atas MV Lathi. Hingga Desember 2020, music video "Lathi" sudah menembus 98 juta penonton!

Weird Genius.
info gambar

Kesuksesan lagu Lathi bahkan melahirkan sebuah tren di kalangan anak muda yang bernama #LathiChallenge. Challenge ini dilakukan dengan mengubah penampilan anggun menjadi menyeramkan dengan iringan lagu Lathi.

Semakin mendunia, baliho bergambar grup musik Weird Genius dan video billboard Lathi juga terpampang di salah satu tempat penting di Amerika Serikat. Akun resmi Weird Genius mengumumkan kabar gembira bahwa lagu Lathi menembus angka 100 juta untuk pemutaran secara online. Dengan pencapaian tersebut, wajah para anggota Weird Genius dipromosikan sedang streaming di Times Square, New York.

Keberhasilan Weird Genius ini mencatatkan diri sebagai satu-satunya musisi dari Indonesia yang dipasang di kawasan amat bergengsi di pusat bisnis dunia, yakni kawasan Times Square.

Weird Genius.
info gambar

Salah satu anggota grup, Eka Gustiwana mengatakan bahwa dirinya dan para personel tidak menyangka bahwa "Lathi" bisa tampil di salah satu videotron Times Square dan hal itu juga bukan sengaja dilakukan oleh pihak manajemen.

Tentu saja kabar tersebut langsung menarik perhatian publik. Tak hanya para fans, warganet pun mengaku turut bangga dengan pencapaian tersebut. Berikut potret Weird Genius yang terpampang di Times Square, New York.

Berhasil melambungkan namanya di seluruh dunia, Weird Genius pun akhirnya digandeng label ternama Astralwerks pada Agustus 2020. Weird Genius pun menjadi musisi pertama asal Asia yang berada di bawah naungan label yang satu keluarga dengan Universal Music itu.

Juara Film Tari Internasional EurAsia Dance Project

EurAsia Dance Project International Network (EDPIN) adalah sebuah badan di Italia yang dipimpin oleh seorang maestro tari internasional, Stefano Fardelli. Terdapat 18 negara yang bermitra dengan EDPIN yang datang dari berbagai kawasan seperi dari Eropa, Asia, Timur Tengah, Afrika, dan negara-negara Pasifik serta Amerika Tengah. Di Indonesia, EDPIN di Indonesia bermitra dengan Danc(E)motion Festival yang diketuai oleh koreografer dan aktivis tari Chendra Panatan.

EDPIN terhitung masih muda, tetapi didukung oleh semua Kedutaan Besar Italia dan Institut Kebudayaan Italia di negara-negara tempatnya berada, dan juga oleh banyak mitra, pemerintah, dan lembaga lain, baik swasta maupun publik.

Kompetisi yang dibuat EDPIN sendiri berfokus pada film bertemakan tarian. Dikutip dari laman resmi mereka, event ini digelar untuk mendukung siswa EurAsia dan para penari tetap mengekspresikan diri di tengah pandemi Covid-10.

Dari tiga finalis asal Indonesia, terdapat dua yang terpilih. Satunya sebagai juara satu, Dibal Ranuh, dan satunya lagi menduduki peringkat dua yakni Dian Bokir.

Dibal Ranuh lewat film "LUKAT" dan Dian Bokir dengan "LOOK FORWARD" sebelumnya sudah unjuk gigi di Danc(E)motion Festival di Indonesia yang diselenggarakan bulan Juli 2020 lalu. Di kompetisi Danc(E)motion para kontestan dinilai langsung oleh dewan juri Nia Dinata (sutradara), Ditta Miranda (penari) dan Ananda Sukarlan (pianis & komponis). Saat itu, film "LUKAT" menyandang sinematografi terbaik sementara "Look Forward" berpredikat pemenang koreografi terbaik.

Kesuksesan keduanya di ajang nasional menular ke tingkat internasional. "LUKAT" karya Dibal Ranuh menjadi juara satu bersama dua film asal Italia, "Threesome" karya Nyko Piscopo dan "24,42" oleh Matteo Bittante.

Sedangkan untuk peringkat dua, terdapat dua kontestan yang terpilih. "LOOK FORWARD" karya Dimar Dance Theatre pimpinan Dian Bokir meraih peringkat kedua bersama "Silk Bodies" karya Natalia Quezada dari Meksiko.

EDPIN memberikan hadiah dan beasiswa kepada para pekerja seni tari muda untuk belajar di luar negeri dan menyebarkan budaya mereka, berbagi pengalaman, memberi mereka akses ke residensi artistik, pertemuan, pertunjukan, dan peluang menari di tingkat tertinggi dunia tari global.

Gebrakan Joko Anwar Lewat Perempuan Tanah Jahanam dan Ratu Ilmu Hitam

Sutradara beken Indonesia, Joko Anwar, menuai prestasi membanggakan di kancah internasional lewat film besutannya, Perempuan Tanah Jahanam (PTJ). Pada Juli 2020, PTJ yang tayang di bioskop-bioskop Indonesia pada 2019 lalu diganjar Melies International Festivals Federation Award sebagai Film Asia Terbaik. Melies International Festivals Federation (MIFF) Award merupakan penghargaan yang diberikan untuk bisa mempromosikan dan mendorong perkembangan genre film "fantastic" yang ada di Asia.

Pengumuman penghargaan MIFF pada PTJ dilakukan di Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) 2020, Bucheon-si, Korea Selatan. BIFAN sendiri adalah acara tahunan yang didedikasikan untuk pecinta film horor, thriller, misteri, fantasi, dan fiksi ilmiah terbesar di Korea Selatan sejak 1997. Dulunya BIFAN dikenal sebagai The Puchon International Fantastic Film Festival (PIFAN), tetapi setelah tahun 2015 baru berubah dengan nama yang dikenal sekarang.

Tidak perlu heran PTJ bisa mengharumkan industri perfilman Indonesia di luar negeri. Pasalnya film bergenre horor dan thriller ini juga didistribusikan ke negara-negara Asia, Eropa, dan Amerika Utara. Film dengan judul internasional Impetigore ini masih berpeluang meraih prestasi tinggi. Pasalnya PTJ terpilih menjadi film horor pertama dalam sejarah Indonesia yang resmi maju ke ajang Academy Award ke-93 atau Piala Oscar 2021 nanti.

Berhasil di luar negeri, Joko Anwar lewat PTJ-nya sukses menjadi "raja" di negeri sendiri. Pada 5 Desember 2020, pria kelahiran Medan, Sumatra Utara, itu meraih penghargaan sebagai sutradara terbaik Festival Film Indonesia. Selain sutradara terbaik, PTJ juga menggondol lima piala citra dari kategori yang berbeda, yakni; film terbaik, pemeran pendukung perempuan terbaik (Christine Hakim), penata suara terbaik (Mohammad Ikhsan, Anhar Moha), pengarah sinematografi terbaik (Ical Tanjung), dan penyunting gambar terbaik (Dinda Amanda).

Ratu Ilmu Hitam.
info gambar

Tak cuma PTJ, juga ada karya Joko Anwar yang menjadi perhatian pada 2020, yaitu film Ratu Ilmu Hitam. Film yang juga dirilis pada 2019 itu dinobatkan sebagai pemenang Audience Award for Best Motion Picture pada pergelaran Sitges Film Festival 2020. Adapun film ini disutradarai oleh Kimo Stamboel. Namun, tentu nama Joko tetap menjadi perhatian mengingat ia adalah penulis skenario film tersebut.

Ario Anindito, Berkarya di Komik Marvel

Penerbit buku komik bertemakan pahlawan super asal Amerika Serikat, Marvel, menggaet Ario Anindito, seorang komikus asal Bandung. Menjadi kejutan bagi Ario kala dia mendapat kabar bahwa dirinya ditunjuk dan masih dipercaya untuk mengerjakan salah satu proyek komik terbaru Marvel. Dari kabar yang tersiar pada September 2020, Ario diberikan kesempatan untuk menggarap seri komik Star Wars terbaru berjudul Star Wars: The High Republic.

Tugas Ario pada serial komik Star Wars ini juga bisa dibilang cukup menantang. Sebagai co-creator, nantinya Ario akan mendesain karakter-karakter baru dan planet baru dalam Star Wars. Salah satunya karakter Keeve Trennis yang diciptakan oleh penulis cerita asal Inggris, Cavan Scott.

Ario juga memberi sedikit bocoran bahwa para penggemar Star Wars masih akan melihat sosok Yoda. Buat Kawan GNFI yang penasaran, harap bersabar karena komik serial baru Star Wars ini akan diterbitkan Januari 2021 mendatang.

Ario sendiri sudah berkecimpung lama di dunia perkomikan. Pada 2012, ia pernah menjadi komikus DC Comics yang notabene adalah pesaing Marvel. Setelah pindah ke Marvel, Ario menuai sensasi di Internet lewat komik Deadpool. Dalam coretannya, ia menyelipkan wajah macan Cisewu yang pernah viral di jagad maya Indonesia.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini