Bangga! HeySTARTIC Torehkan Prestasi pada Ajang UN Women 2020

Bangga! HeySTARTIC Torehkan Prestasi pada Ajang UN Women 2020
info gambar utama

Di era pandemi COVID-19, tidak membatasi anak bangsa untuk bisa berprestasi baik di dalam negeri ataupun di kancah dunia. Indonesia menjadi salah satu peserta pada ajang UN Women 2020 Asia Pacific Women Empowerment Principles (WEPs) Awards. Setelah mengirimkan program kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan terbaiknya sejak Oktober 2020 lalu, Indonesia bersaing dengan 17 negara dengan 400 inisiatif dari 255 perusahaan berbagai skala dan bidang bisnis.

Walaupun pandemi COVID-19 telah membuat banyak tantangan baru atas ketidaksetaraan gender, UN Women yang didukung Uni Eropa ingin memberikan penghargaan pada perusahaan yang tetap memimpin dan menginspirasi proses bisnis yang lebih kuat, memiliki daya tahan, dan inklusif.

Perjuangan tim heySTARTIC sebagai salah satu perwakilan dari Indonesia pun membuahkan hasil. Pada Selasa (15/12) lalu secara daring, UN Women Asia Pasifik mengumumkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) spesialis inovasi daur ulang jatuh kepada heySTARTIC dengan meraih Juara 2 di kategori Youth Leadership. Penghargaan ini diberikan untuk inisiatif heySTARTIC dalam kesetaraan gender lewat kolaborasi lintas pihak.

HeySTARTIC sendiri merupakan label fesyen berkelanjutan yang menggunakan bahan dari aneka inovasi daur ulang, seperti kertas semen hingga menyerupai kulit, bungkus kemasan menjadi motif unik, botol plastik menjadi tempat duduk, dan lainnya untuk semua produknya. Dalam kegiatannya, heySTARTIC memberdayakan komunitas lokal, khususnya perempuan, yang sebelumnya minim keterampilan dilatih sampai bisa membuat kerajinan tangan dan mempunyai kemampuan berbicara di depan umum.

heySTARTIC 1st Runner Up | Foto: Tangkapan Layar UN Women Indonesia
info gambar

“Kita perlu menyadari bahwa manfaat pemberdayaan perempuan itu tidak hanya untuk perempuannya, tetapi justru untuk manfaat yang lebih baik bagi kita semua,” kata Vania Santoso selaku Co-Founder yang membangun heySTARTIC bersama kakaknya, Agnes Santoso.

Vania selalu berupaya mensosialisasikan manfaat Generation Equality dalam berbagai kesempatan, baik saat heySTARTIC diundang sebagai kolaborator, pembicara, maupun mentor inkubasi bisnis. Dengan demikian, diharapkan lebih banyak yang memiliki pola pikir mendukung kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan

“Bukan untuk overpower, melainkan empower satu sama lain,” pungkas Vania.

Menanggapi penghargaan yang diterima heySTARTIC, Jamshed Kazi selaku tim UN Women Indonesia Representative and Liaison to ASEAN menyampaikan ucapan selamat dan mengatakan bahwa Vania serta inisiatif heySTARTIC telah membuktikan bahwa siapapun dapat menantang stereotipe konvensional tentang peran perempuan di komunitas lokal. Perempuan, seperti laki-laki, memiliki keterampilan untuk mengembangkan sosio-ekonomi. Dalam hal ini hingga mendapat penghasilan tambahan lewat inovasi daur ulang.

"Kami berharap lebih banyak wirausahawan muda seperti Vania yang menerapkan pendekaktan gender yang inklusif dalam menjalankan kegiatannya, karena bisnis dalam skala dan bidang apapun dapat sama-sama berkontribusi untuk pemberdayaan perempuan," tutur Jamshed Kazi.

Suasana ajang UN Women 2020 Asia Pacific Women Empowerment Principles (WEPs) Awards yang dilakukan secara daring | Foto: Tangkapan Layar Pribadi
info gambar

Sama halnya tentang manfaat, bagi heySTARTIC, proses pemberdayaan perempuan pun idealnya tidak hanya menargetkan perempuan. Vania menuturkan program pemberdayaan dan edukasi yang dilakukan heySTARTIC memang mengutamakan perempuan dan anak muda, khususnya yang minim keterampilan dan para pengrajin yang minim akses pasar.

Namun, hal itu tidak membuat heySTARTIC mengesampingkan laki-laki. Vania percaya, laki-laki adalah support-system penting yang dibutuhkan, baik itu untuk memberikan kepercayaan dan ruang agar peran perempuan tidak dikekang, maupun untuk berpartisipasi aktif, sebagaimana heySTARTIC juga memiliki para pengrajin laki-laki terampil.

Sebelumnya, kepada tim GNFI, Vania menceritakan proses bagaimana ia dan tim dapat meraih prestasi tersebut. Ternyata, dari awal di tim heySTARTIC tidak ada yang tahu tentang Women Empowerment Principles. Hingga akhirnya, kerabat Vania memberi tahu dan menyemangati untuk mengikuti ajang tersebut.

Vania pun menuturkan alasannya ikut serta dalam ajang UN Women 2020 Asia Pacific Women Empowerment Principles (WEPs) Awards, yaitu untuk mengatur komitmen heySTARTIC ke depannya dan membagikan hal positif kepada tim heySTARTIC bahwa selama ini mereka melakukan kegiatan yang berdampak positif.

Setelah melewati proses panjang sejak Oktober 2020, heySTARTIC berhasil meraih Juara 1 tingkat nasional yang diumumkan pada akhir November 2020.

"Bangga sekali sampai saat memberikan winning speech, aku nangis saking terharunya. Dan itu jadi semacam pembuktian bahwa tiap hal kecil itu berdampak. Tiap langkah kecil itu adalah proses yg patut kita apresiasi," tutur Vania kepada tim GNFI.

Sebagai informasi, terdapat enam kategori pada ajang UN Women 2020 Asia Pacific Women Empowerment Principles (WEPs) Awards. Di antaranya Leadership Commitment and Action, Youth Leadership, Gender-inclusive workplace, Gender-responsive marketplace, Community & Industry Engagement, dan COVID-19 Action.

Tidak hanya heySTARTIC yang menorehkan prestasi, Gojek juga berhasil meraih Juara 3 di kategori Community and Industry Engagement atas inisiatif perempuan #AmanBersama yang berfokus untuk menciptakan budaya aman di ruang publik. Inisiatif ini berfokus pada pilar teknologi (Gojek SHIELD), proteksi (lewat peluncuran Zona Aman), dan edukasi pelatihan active bystander.* (Comm)

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

Terima kasih telah membaca sampai di sini