Langkah Mudah Kuasai Materi dengan Teknik Feynman

Langkah Mudah Kuasai Materi dengan Teknik Feynman
info gambar utama

Ayo angkat tangan buat Kawan yang sulit menghafal, memahami, atau memperdalam materi! Hal tersebut memang sulit, terlebih jika Kawan tak memiliki minat terhadap materi yang dipelajari. Selain merasa kesulitan, akan timbul pula rasa jenuh dan kantuk.

Namun, belum tentu karena materinya yang terlalu sulit, loh. Mungkin saja karena Kawan belum menemukan cara terbaik untuk menguasainya. Yuk, kenalan dengan teknik Feynman, sebuah teknik yang melibatkan pemikiran sederhana untuk memahami suatu permasalahan atau konsep rumit.

Richard Feynman © Foto: warstek.com
info gambar

Teknik Feynman mengacu pada sosok bernama Richard Phillips Feynman, fisikawan teoritis terkenal peraih penghargaan nobel fisika pada tahun 1965. Selain dikenal karena kejeniusannya, Feynman bahkan dijuluki sebagai The Great Explainer atau Si Pemberi Penjelasan Yang Hebat. Bukan tanpa sebab, ini karena kemampuannya untuk menjelaskan konsep – konsep kompleks secara mudah.

Teknik Feynman adalah teknik belajar seolah-olah mengajarkannya ke orang lain melalui catatan sederhana yang mudah dipahami. Feynman mengenalkan cara belajarnya melalui buku biografi berjudul “Genius: The Life Science of Richard Feynman” yang ditulis oleh James Gleick pada tahun 1993.

1. Pilih materi dan tulis poin-poin penting

Tahapan pertama yang harus dilakukan adalah memilih materi yang akan dipelajari. Pelajari materi tersebut sesuai dengan caramu sendiri, jangan lupa untuk menuliskan poin-poin pentingnya di sebuah catatan. Kawan dapat membaginya dalam dua kategori, yang telah dipahami dan yang belum dipahami yang nantinya akan dijadikan pokok bahasan.

Mencatat poin penting © Foto: Getty Images
info gambar

2. Ajarkan materi tersebut ke orang lain dengan sederhana

Tahapan selanjutnya, temukan cara terbaik agar poin-poin penting dari materi yang telah ditulis dapat mudah dipahami orang lain. Tak apa jika tak ada lawan interaksi, Kawan hanya perlu berpura-pura saja.

Lalu, praktikan pemahamanmu dengan bahasa sesederhana. seolah-olah sedang mengajarkan atau menjelaskan kepada orang awam. Praktik menjelaskan tersebut akan memudahkan penilaian terhadap diri sendiri. Kawan akan mengetahui poin mana saja yang sudah dikuasai dan yang belum dikuasai.

3. Evaluasi dan cari celah

Jika orang lain belum terlalu memahami penjelasanmu, berarti sebenarnya Kawanlah yang belum memahami materi secara menyeluruh. Terlebih, bila Kawan merasa kesulitan untuk mengingat atau menjelaskan, maka perlu evaluasi dengan membuka buku catatan berisi poin-poin tersebut.

4. Pelajari kembali lalu gunakan analogi sederhana

Pahami dan perdalam kembali poin-poin yang belum dikuasai sehingga dapat menyempurnakan pemahamanmu. Kemudian, ajarkan kembali materi tersebut, lakukan secara terus-menerus hingga benar-benar mampu menjelaskan dengan lebih sederhana dan dipahami orang lain.

Kawan dapat menggunakan analogi sederhana untuk menghubungkan informasi baru yang sedang dipelajari dengan hal-hal terkait keseharian yang sudah tersimpan di memori. Ini akan memudahkanmu.

Penggunaan teknik Feynman untuk belajar dapat membantu dalam memahami dan menghafal materi secara utuh, menemukan letak kelemahan pada suatu materi, serta mengasah kemampuan mengajar.

Setiap tahapan teknik ini memicu rasa ingin tahu terhadap materi yang dipilih. Rasa ingin tahu tersebut lahir dari pemikiran bahwa sebenarnya Kawan meragukan pemahaman yang dimiliki dan merasa harus mengetahui lebih banyak hal. Dengan begitu, Kawan tak mudah menyerah saat belajar.

Teknik Feynman dapat diterapkan di berbagai bidang dalam kehidupan sehari-hari. Untuk Kawan yang bercita-cita menjadi pengajar, tentu akan suka dengan teknik ini. Tertarik mencobanya? (RIF)

Sumber: Dicoding.com | Warstek.com | Bebaspedia.com

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini