Eksistensi Bahasa Indonesia di Mata Dunia dan Persebaran Ancaman Kepunahan Bahasa Daerah

Eksistensi Bahasa Indonesia di Mata Dunia dan Persebaran Ancaman Kepunahan Bahasa Daerah
info gambar utama

Sebelumnya, GNFI pernah memaparkan bahwa ternyata Bahasa Indonesia termasuk bahasa yang paling banyak dituturkan di dunia. Hal ini diketahui berdasarkan laporan Ethnologue 2020 yang diterbitkan SIL Internasional.

Untuk diketahui, SIL International adalah lembaga non-profit yang bertujuan untuk mempelajari, mengembangkan, dan mendokumentasikan bahasa-bahasa dari seluruh dunia. Berdasarkan riset dan dokumentasi tersebut, Bahasa Indonesia menempati urutan ke sepuluh sebagai bahasa yang paling banyak dituturkan di dunia.

Berdasarkan laporan Ethnologue 2020 itu, jumlah penutur Bahasa Indonesia di seluruh dunia berjumlah mencapai 199 juta penutur. Jumlah tersebut dihitung dari penutur yang membuat Bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu mereka, maupun sebagai bahasa kedua mereka.

Baca:Keren! Bahasa Indonesia Jadi Salah Satu Bahasa dengan Penutur Terbanyak di Dunia

10 Bahasa dengan Penutur Terbanyak di Dunia
info gambar

Negara-negara seperti Australia, Jepang, Korea Selatan, Kanada, dan Vietnam saja sudah menyediakan kurikulum Bahasa Indonesia di negaranya. Di Australia misalnya, pada tingkat sekolah dasar, mereka wajib mempelajari Bahasa Indonesia. Di Vietnam, bahkan Bahasa Indonesia diterima sebagai bahasa kedua secara resmi sejak tahun 2007 silam.

Bahasa yang menempati urutan pertama yang memiliki penutur terbanyak adalah tentu saja Bahasa Inggris yang jumlah penuturnya mencapai 1,268 miliar penutur. Disusul dengan bahasa Mandarin yang memiliki jumlah penutur 1,12 miliar penutur di seluruh dunia.

Masih berdasarkan laporan Ethnologue 2020 tersebut, kali ini GNFI ingin membahas tentang bagaimana eksistensi Bahasa Indonesia di mata dunia. Kali ini tidak hanya akan berbatas pada ada berapa banyak jumlah penutur bahasa ibu negeri ini.

Indonesia Penutur Austronesia Terbesar Dunia

Berdasarkan laporan Ethnologue 2020 tersebut juga dikaji perihal enam rumpun bahasa terbesar, yakni Niger-Kongo, Austronesia, Trans-New Guinea, Sino-Tibet, Indo-Eropa, dan Afro-Asiatik. Enam rumpun ini merupakan rumpun bahasa yang paling menonjol dan terbesar di dunia di antara 142 rumpun bahasa yang ada di dunia.

Dari masing-masig rumpun bahasa tersebut memiliki sedikitnya 5 persen bahasa di dunia. Rumpun Niger-Kongo dan Austronesia merupakan dua rumpun bahasa terbesar di dunia. Baik Niger-Kongo dan Austronesia, keduanya memiliki seribu keragaman bahasa yang tersebar di sub-Sahara Afrika dan Asia Tenggara.

Penutur Austronesia sendiri meliputi 1.200 bahasa yang dituturkan oleh 300 juta populasi di seluruh dunia. Dan tahukah Kawan GNFI kalau bahasa-bahasa daerah di Indonesia penyumbang terbesar ragam bahasa pada rumpun Austronesia di dunia. Hal ini menyimpulkan bahwa bangsa Indonesia merupakan penutur rumpun Austronesia terbesar dunia.

Penutur Austronesia
info gambar

Pewarta Historia.id, Risa Herdahita Putri, dalam artikelnya berjudul Indonesia Penutur Austronesia Terbesar (2016), bahkan mengatakan bahwa Indonesia sebagai negara pemegang kunci dalam studi mengenai Austronesia di dunia.

Penutur Austronesia diketahui sudah muncul sekitar 6.000-7.000 tahun yang lalu. Dimulai dari Taiwan, baru kemudian 5.000 tahun lalu mulai menyebar ke berbagai belahan dunia. Persebarannya meliputi Madagaskar di ujung barat hingga Kepulauan Paskah di ujung timur pasifik, serta dari Taiwan-Mikronesia di batas utara hingga Selandia Baru di batas selatan.

Penutur Austronesia baru datang ke Indonesia sekitar 4.000 tahun yang lalu seiring dengan kedatangan pengelana Taiwan melalui Filipina. Menurut keterangan Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Harry Widianto, yang dikutip oleh Risa, penutur Bahasa Indonesia sudah melingkupi 60 persen lebih dari seluruh penutur Austronesia.

Baca: 7 Fakta Menarik Tentang Bahasa Indonesia yang Jarang Diketahui

Ada 300 Lebih Bahasa Daerah di Indonesia Terancam Punah

Dalam laporan Ethnologue 2020, Papua New Guinea merupakan negara yang memiliki bahasa terbanyak di dunia. Diketahui negeri jiran Indonesia itu memiliki total 840 bahasa. Sedangkan Indonesia sendiri menempati urutan kedua dunia dengan kepemilikan bahasa terbanyak dunia dengan jumlah 711 bahasa.

Jumlah tersebut sebenarnya cenderung berkurang karena hasil laporan Ethnologue sebelumnya, Indonesia pernah memiliki 722 bahasa, namun 12 bahasa punah dengan penambahan satu bahasa pada tahun 2020 yang disebut Etnologue sebagai bahasa yang belum terkategorisasi atau belum ditetapkan.

Dari bahasa-bahasa daerah yang masih hidup itu dihitung pihak Ethnologue 704 bahasa diantaranya adalah bahasa pribumi. Lalu 6 bahasa lainnya merupakan bahasa non-pribumi. Selain itu 19 bahasa disebut sebagai bahasa institusional, 75 bahasa masih berkembang, 180 bahasa masih kuat atau dalam artian masih digunakan, 357 bahasa lainnya dikategorikan bermasalah, dan 79 bahasa lainnya dikatakan hampir punah atau endangered.

Berikut peta persebaran bahasa-bahasa daerah di Indonesia yang dikategorikan sebagai endangered language menurut Ethnologue.

Bahasa Daerah yang Hampir Punah
info gambar

Untuk diketahui, dalam laporan Ethnologue 2020, terhitung ada 2.926 bahasa terancam punah. Jumlah tersebut masih bisa berubah di tengah semakin sedikitnya penutur dari dua ribuan bahasa tersebut. Kategorisasi terancam punah ini karena semakin sedikit penutur yang tersisa sehingga semakin sulit untuk didokumentasikan.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini