Inilah 5 Ornamen Dekorasi Pelaminan Adat Minang yang Tak Boleh Dilupakan

Inilah 5 Ornamen Dekorasi Pelaminan Adat Minang yang Tak Boleh Dilupakan
info gambar utama

Pernikahan merupakan sesuatu sakral dan momen terindah dalam hidup. Wajar saja bila setiap pasangan berupaya mengerahkan semua pikiran dan tenaga untuk membuat hari itu sempurna. Semua detail tak luput dari perhatian, mulai dari baju pengantin, hingga pelaminan.

Pelaminan merupakan perangkat penting dalam acara pernikahan, termasuk dalam pernikahan masyarakat di daerah Padang. Dalam pernikahan adat Minang, pelaminan termasuk pakaian pengantin, biasanya didominasi dengan warna emas dan merah, serupa dengan baju anak daro (pengantin wanita) dan marapulai (pengantin laki-laki).

Dekorasi pelaminan harus memberi kesan keindahan, kemewahan, dan kemegahan dengan beragam ornamen. Hal ini karena pelaminan menjadi tempat sang mempelai duduk dan menjadi tujuan atau fokus para tamu undangan yang datang. Lebih dari itu, terkandung makna berkaitan dengan kehidupan baru yang akan dijajaki mempelai dan menampilkan strata sosial keluarga di masyarakat.

Jika ingin mengusung pesta pernikahan tradisional adat Minangkabau, tentu saja ada beberapa aturan terkait ornamen dekorasi pelaminan yang tak boleh dilupakan.

Pelaminan adat Minang © yessypurnama.blogspot.com
info gambar

1. Kain-kain Bersulam Benang Emas

Dalam pernikahan tradisional adat Minang, akan terasa kurang lengkap dan bermakna bila tidak ada kain hiasan. Kehadiran kain hiasan ini menjadi salah satu ciri khas dari adat dan budaya Minang. Dalam dekorasi pelaminan, biasanya tabir atau hiasan di bagian belakang (backdrop) pelaminan menggunakan kain kain bersulam emas dan bermotif ukiran Minang.

2. Banta Gadang

Tentunya, di setiap dekorasi pelaminan bagonjong tersedia kursi untuk mempelai dan kedua orang tuanya. Di kursi tersebut akan diberi ornamen banta gadang (bantal besar) di bilik utama maupun di bilik pendamping atau sisi kanan dan kiri bilik utama.

Banta gadang menjadi lambang prestise bagi keluarga yang mengadakan pesta perkawinan. Jumlahnya banta gadang pada pelaminan mengisyaratkan jumlah hewan yang telah dibantai untuk konsumsi perayaan pesta pernikahan tersebut.

3. Langit-langit Pelaminan

Di atas langit-langit pelaminan diberi ornamen berupa angkin, terbuat dari kain satin atau beludru berbagai wama dengan seperti bunga, kupu-kupu, atau bentuk-bentuk lain. Angkin dibiarkan menjuntai menyentuh kepala pengantin laki-laki saat bersanding di pelaminan.

Pelaminan semakin cantik dengan ornamen karamalai, terbuat dari kertas perak berbentuk untaian manik-manik, yang melambangkan hubungan keluarga yang abadi. Selain itu, ada pula lidah-lidah, berbentuk dasi terbuat dari kain satin atau beludru berwarna keemasan, melambangkan seseorang harus menjaga bahasa dan kata agar tidak menyinggung perasaan orang lain.

4. Tirai atau Kelambu Berlapis

Ornamen penting selanjutnya adalah tirai atau kelambu berlapis, letaknya berada di latar tempat bersanding kedua mempelai. Tirai harus berjumlah ganjil, bisa 3, 5, atau 7 lapis, semakin kecil kedudukannya, maka semakin kecil lapisan tirainya.

Tirai ini merupakan penanda status sosial keluarga sang mempelai. Tirai terbanyak ada 7 lapis dan biasanya diperuntukan pada pernikahan kalangan keturunan bangsawan atau kalangan berada. Tirai juga sebagai simbol bahwa wanita harus mampu menjaga harkat martabatnya dari gangguan pihak luar.

5. Galuang

Terakhir, di samping tempat duduk pengantin diletakkan galuang, semacam bingkai berbentuk melengkung mirip gapura. Galuang biasanya berlapis jalinan beberapa warna kain dan dilengkapi tonggak bambu berlapis pada sisi-sisinya dilengkapi.

Kehadiran galuang menandakan bahwa pernikahan tersebut merupakan perhelatan kaum bangsawan. Namun, sudah banyak variasi galuang sehingga bentuknya tak selalu melengkung.

Ornamen Pelaminan Minang © Thebridedept.com
info gambar

Itulah 5 hal yang membuat dekorasi pelaminan Minang nampak meriah dan megah. Semua adat tentu memiliki aturan tersendiri dalam pesta pernikahan tradisional, tetapi aturan tersebut tidak membatasi mempelai untuk berkreasi sesuai dengan dekorasi pesta impiannya.

Kini. sudah banyak inovasi baru sehingga mempelai bisa menyertakan beberapa ornamen pemanis lainnya. Misalnya saja dulang-dulang berhias kain sulam keemasan, bilik-bilik, sepasang payung kuning, atau lumbung padi di kiri-kanan pelaminan. Apakah Kawan berdarah Minang tertarik menggunakan dekorasi adat ini? (RIF)

Referensi:Mahligai Indonesia | Wedding Market | Kompasiana | Jam Gadang

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini