Langkah Tegas POCO Indonesia, Batalkan Transaksi Online Mencurigakan Bernilai Miliaran

Langkah Tegas POCO Indonesia, Batalkan Transaksi Online Mencurigakan Bernilai Miliaran
info gambar utama

Kawan GNFI, ponsel POCO M3 yang baru diluncurkan di Indonesia beberapa waktu lalu, ternyata memberikan cerita tersendiri.

Sejak di jual resmi pada 26 Januari 2021, ponsel ini langsung ludes di pasaran. Setidaknya 50.000 unit ponsel langsung habis pada hari itu melalui pembelian online, di gerai resmi Mi store, dan beberapa pihak distributor.

Sebuah demand yang sangat fantastis untuk produk ponsel, kira-kira demikian menurut laporan pihak perusahaan, Rabu (27/1/2021).

Ini tentunya kabar baik, karena menandakan ekonomi publik yang kian membaik di tengah pandemi Covid-19 yang bisa dilihat dari pola konsumsi pembelian gawai/ponsel.

Namun pada sisi lain, pihak POCO Indonesia nampaknya mengendus sesuatu yang janggal pada penjualan perdana ponsel berjuluk ''The New Entry-Level Killer'' itu. Pihak perusahaan mencatat beberapa transaksi mencurigakan--terutama pada pembelian online--di eCommerce.

Angka transaksi disebut mencapai miliaran rupiah yang hanya dilakukan oleh beberapa pembeli. Pendek kata, ada upaya penimbunan produk dengan modus memborong produk, yang boleh jadi untuk kemudian dijual kembali di luar harga resmi pihak POCO Indonesia.

Tentunya hal ini merugikan beberapa pihak dan calon konsumen, terutama bagi mereka yang telah menanti ponsel ini hadir di Indonesia.

Sebagai informasi saja, ponsel POCO M3 yang dijual di Indonesia hadir dalam 2 varian, yakni dengan kapasitas RAM 4 GB/ROM 64 GB yang dibandeol Rp1,9 juta, dan RAM 6 GB/ROM 18 GB yang dijual 2,3 juta. Sebuah ponsel yang menurut beberapa kalangan sangat ''valueable''.

Langkah tegas POCO Indonesia

Hingga pada akhirnya, pihak perusahaan mengambil langkah tegas dengan berani untuk membatalkan sejumlah transaksi pembelian POCO M3 bernilai miliaran rupiah di toko online Lazada.

Hal tersebut dilakukan karena temuan sejumlah transaksi yang teridentifikasi sebagai aktivitas tak wajar dan bisa mengarah pada tindakan yang merugikan banyak pihak.

Juru bicara perusahaan, Andi Renreng, mengatakan bahwa keputusan ini merupakan bagian dari upaya POCO Indonesia untuk memerangi pihak yang menjual kembali produk yang didapatkan melalui flash sale dengan harga di atas harga resmi sehingga merugikan POCO fans lainnya.

Inisiatif ini, sambung Andi, merupakan bagian dari komitmen POCO Indonesia untuk memastikan bahwa semua kalangan bisa memiliki produk POCO dengan harga resmi, serta membangun ekosistem penjualan dan distribusi yang lebih sehat.

“Kami berkomitmen untuk melindungi konsumen dan memastikan semua orang mendapatkan kesempatan yang sama untuk mendapatkan inovasi dan teknologi dari smartphone POCO. Kami memohon maaf apabila ada yang terkena dampak dari pembatalan ini, semoga memahami bahwa kami melakukannya demi kepentingan bersama,” demikian bilang Andi.

Apa kata calon konsumen?

Lantas, apa kata konsumen terkait fenomena ini?

Penulis telah melakukan kroscek dengan beberapa calon konsumen yang sejak awal mengincar ponsel ini untuk mereka beli, Kamis (28/1).

Brian misalnya, salah seorang POCO fans yang tak kebagian jatah untuk mendapatkan ponsel, karena ludes di pasaran, terutama di toko online.

''Gak tau kenapa gak bisa dapet, barangnya habis. Padahal biasanya di hari pertama kan barangnya pasti stoknya banyak, gak mungkin habis,'' terang penggila mobile gaming ini.

Padahal menurutnya, untuk ponsel sekelas POCO X3 NFC saja yang diluncurkan beberapa waktu lalu, ia bisa mendapatkan dengan mudah pada penjualan hari ketiga.

Lain Brian, lain Teguh yang harus kecewa karena tak berhasil memboyong ponsel itu pada penjualan perdana. Lajang yang tinggal di Bali ini, sampai bersungut keras.

''Mau di stok berapapun, handphone POCO mah pasti auto-ghoib.''

''Ah, POCO F2 Pro tak begitu, bli,'' saut penulis.

''Ya beda lah, itu kan harganya juga beda jauh, lebih mahal. Pokoknya kalo produk murah meriah Xiaomi tapi speknya gila, pasti auto-ghoib,'' tandasnya.

Ungkapan Teguh boleh jadi benar, karena memang belum ada ponsel dengan spesifikasi RAM 6 GB/ROM 128 GB yang dilego seterjangkau POCO M3. Biasanya lebih mahal, berada di kisaran Rp2,7 jutaan.

Terakhir ada Buyung, pria asal Tangerang yang harus kecewa karena POCO M3 incarannya (RAM 6 GB/ROM 128 GB) tak berhasil ia dapatkan.

''Cuma sisa yang RAM 4 GB/ROM 64 GB, sih. Gak jadi gue ambil,'' ceritanya.

Brian, Teguh, dan Buyung hanya sebagian dari calon konsumen yang harus kecewa karena tak mendapatkan ponsel yang mereka incar, dan bagaimana dengan konsumen lain?

Pihak POCO Indonesia pun kemudian memberikan konfirmasi bahwa akan kembali melakukan penjualan flash sale yang diadakan pada, Jumat (29/1), mulai pukul 10.00 WIB di toko online Lazada. Sementara penjualan tanggal 2 Februari akan dilakukan sesuai jadwal semula.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Mustafa Iman lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Mustafa Iman.

Terima kasih telah membaca sampai di sini