Tahun Depan, Masuk Gerbang Tol Tak Harus Berhenti Ataupun Pelan-pelan

Tahun Depan, Masuk Gerbang Tol Tak Harus Berhenti Ataupun Pelan-pelan
info gambar utama

Pemerintah akhirnya menetapkan pemenang tender untuk proyek penerapan sistem transaksi tol non tunai nirsentuh berbasis Multilane Free Flow (MLFF), yang memungkinkan kendaraan nantinya tak perlu lagi berhenti di gerbang tol. Pemenang tender proyek tersebut ialah Roatex, Ltd, sebuah perusahaan teknologi yang berbasis di Budapest, Hungaria.

Dalam kerja sama penerapan MLFF itu, Roatex memegang konsesi atas proyek ini selama 10 tahun. Seperti dikutip dari Antaranews.com, targetnya, penerapan sistem MLFF ini bisa dimulai pada tahun 2022 di sebagian besar ruas tol di Pulau Jawa dan Bali. Roatex sendiri menargetkan bahwa konstruksi sistem transaksi jalan tol nirsentuh (MLFF) berbasis sistem navigasi satelit atau Global Navigation Satellite System (GNSS) akan selesai pada pertengahan 2022.

Pihak Roatex pun memberi penjelasan mengenai cara kerja teknologi tersebut. Chief Representative Roatex Musfidin Dahlan menjelaskan, nantinya pengguna harus mendaftar pada aplikasi yang disediakan dengan melampirkan sejumlah data.

Ilustrasi MLFF | alVolante
info gambar

"Pengguna jalan tol yang pertama nanti mereka semua harus register dan unduh app via Playstore, iOS (App Store) nanti ada aplikasinya di sana mereka akan mendaftar nama, ID, KTP, SIM nomor mobil yang didaftarkan. Nanti dia upload pelat nomornya dan foto mobilnya. Jadi ada foto mobilnya muka belakang," katanya seperti dilansir Detikcom.

Setelah registrasi, sistem akan memberi notifikasi berikut dengan nomor akun virtualnya. Kemudian, pengguna tol yang akan melewati tol wajib mengisi saldo dalam aplikasi tersebut. "Seperti sekarang, harus mengisi saldo e-money harus cukup. Aplikasi itu terkoneksi sistem pusat. Itu yang akan me-record dia lewat jalan tol di titik poin mana pakai geo lokasi, itu akan ketahuan. Jadi lewat tol ini sampai jalan tol ini tarifnya sekian akunnya langsung dipotong," paparnya.

Dia melanjutkan, pengguna jalan nantinya juga bayar tol tanpa harus berhenti, ataupun pelan-pelan saat masuk ke tol.

"Nggak (pelan-pelan), ini nggak ada lagi gate barrier di pintu tol nggak ada, semua nanti akan diangkat seperti jalan biasa tapi dia melalui jalan berbayar," tutupnya.

Pada saatnya nanti, setiap kendaraan atau pengguna jalan tol akan diperkenalkan dengan perangkat e-Obu (aplikasi smartphone), atau onboard unit (OBU) atau tiket perjalanan (road ticket) bagi yang hanya sekali jalan. Syarat utamanya, pengguna harus menginstall aplikasi OBU di smartphone masing-masing. Nanti diwajibkan untuk melakukan register di e-OBU. Namun pada dasarnya, mungkin e-Obu yang paling disarankan, karena tidak membebani pengguna dan dapat diunduh dengan gratis mudah melalui ponsel pintar.

Setelah teregistrasi, e-OBU pengguna akan tersambung dengan sistem pusat dari operator. Nantinya, pembayaran langsung lewat aplikasi tersebut. Rencananya, implementasi sistem tersebut dilakukan dengan beberapa alternatif. Salah satunya dengan menggunakan financial technology (fintech) dalam negeri seperti LinkAja, GoPay, dan OVO, kredit dan debit.

Pengamat infrastruktur dan tata kota Yayat Supriyatna menilai sistem transaksi tol nontunai nirsentuh atau multilane free flow berbasis sistem navigasi satelit dapat menaikkan kualitas standar pelayanan minimal (SPM) jalan tol di Indonesia. "Sistem transaksi tol MLFF berbasis GNSS [global navigation satellite system] ini untuk menaikkan kualitas SPM, nantinya bagaimana pemerintah mengendalikan dan bersama-sama masyarakat turut memantau serta mengevaluasi kualitas pelayanan BUJT [Badan Usaha Jalan Tol]," ujar Yayat, seperti dikutip oleh Bisnis.com.

Sistem dengan teknologi GNSS yang bisa bayar tol tanpa setop ini seperti sudah banyak diterapkan oleh negara-negara maju terutama di Eropa. Di Uni Eropa, yang sudah mengaplikasikan sistem GNSS, antara lain Slowakia, Jerman, Republik Ceko, Rusia, Hongaria, lalu Belgia.

Kemudian negara-negara Eropa lainnya yang akan mengadopsi sistem transaksi tol nirsentuh GNSS ini adalah Kroasia dan Yunani.

===

sumber:

“Ini Dampak Transaksi Tol Nirsentuf Berbasis MLFF Menurut Pengamat: Ekonomi.” Bisnis.com, 31 Jan. 2021, ekonomi.bisnis.com/read/20210131/45/1350177/ini-dampak-transaksi-tol-nirsentuf-berbasis-mlff-menurut-pengamat.

Lidyana, Vadhia. “Perusahaan Hungaria Menang Tender Proyek Bayar Tol Tanpa Setop Di RI.” Detikfinance, finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5351261/perusahaan-hungaria-menang-tender-proyek-bayar-tol-tanpa-setop-di-ri.

Mediatama, Grahanusa. “Bayar Tol Tanpa Berhenti Dengan Sistem MLFF, Begini Caranya.” PT. Kontan Grahanusa Mediatama, 1 Feb. 2021, newssetup.kontan.co.id/news/bayar-tol-tanpa-berhenti-dengan-sistem-mlff-begini-caranya?page=all.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Akhyari Hananto lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Akhyari Hananto.

Terima kasih telah membaca sampai di sini