Gereja Katedral Jakarta, Gereja Pertama di Indonesia yang Memakai Panel Energi Surya

Gereja Katedral Jakarta, Gereja Pertama di Indonesia yang Memakai Panel Energi Surya
info gambar utama

Energi listrik tidak bisa dipungkiri menjadi sahabat berharga bagi banyak orang di dunia tidak terkecuali di Indonesia. Apalagi di zaman teknologi seperti saat ini, kebutuhan energi listrik sangatlah besar untuk melancarkan segala aktivitas yang kita lakukan.

Namun, jangan kaget bila kita terlalu bergantung pada energi listrik. Pemakaian yang berlebihan bisa berimbas pada tagihan listrik yang membengkak.

Maka dari itu, sudah saatnya kita beralih ke energi terbarukan yang sumbernya dari daya alam, dengan sifatnya yang tak terhabiskan dan dapat diperbaharui. Salah satu yang bisa dijadikan alternatif ialah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap. Menurut laman Indonesia.go.id, takaran 1 watt listrik yang dihasilkan PLTS Atap akan langsung mengurangi harga listrik yang dialiri Perusahaan Listrik Negara (PLN) maksimal 0,65 watt untuk bulan berikutnya.

Ilustrasi panel surya di sebuah gurun di Colorado, Amerika Serikat.
info gambar

Di Indonesia sendiri sudah ada beberapa gedung yang memanfaatkan PLTS Atap ini. Mungkin yang bisa dijadikan contoh ialah rumah ibadah penganut Katholik yaitu Gereja Katedral di Jakarta. Sejak 2019, gereja berdesain neo-gotik yang dibangun pada abad 19 itu telah memasang Sistem Panel Surya On-grid. Keputusan memakai energi surya di atap gereja bukan hanya demi keuntungan ekonomis saja, tetapi juga memikirkan nasib lingkungan dan manusia yang hidup di dalamnya.

Merawat Planet Bumi dengan Panel Energi Surya

Ide memasang panel surya diakui oleh Kepala Pastor Paroki Gereja Katedral Jakarta, Romo Hani Rudi Hartoko, datang secara kebetulan. Namun, menurutnya seruan dari Paus Fransiskus yang menyinggung ekologi menjadi acuan dari butuhnya gerakan lebih lanjut untuk merawat planet bumi dengan cara yang lain. Sri Paus sendiri telah memaklumatkan Vatikan mendorong program secara total untuk ikut mencegah pemanasan global selambat-lambatnya tahun 2050.

"Tentu yang selama ini adalah mengelola sampah dengan baik. Lalu kita berpikir apakah ada bentuk-bentuk lain yang bisa kita wujudkan. Lalu dalam pembicaraan dengan beberapa teman, muncul ide tentang bagaimana kalau kita menjajaki kemungkinan memakai solar panel untuk energi di katedral ini," terang Romo Hani dikutip GNFI dari SolarKita.

Sebelumnya ada kekhawatiran yang terbersit dari pihak gereja yang menilai panel energi surya mahal harganya. Hanya saja setelah mendapatkan harga yang cocok akhirnya mereka memutuskan memasang panel energi surya di kompleks Gereja Katedral.

"Yang paling dasar kita ingin memberikan komitmen nyata bahwa paroki ini, juga katedral ini, ingin ikut serta berpartisipasi dalam menciptakan ramah lingkungan, energi yang bersih, energi yang terbarukan," ungkapnya lagi.

Masuk Rekor MURI Pada Awal Tahun 2021

Pada 9 Januari 2021, Gereja Katedral Jakarta menjadi sorotan berkat panel energi suryanya yang telah mereka pasang. Predikat "Gereja Katolik Pertama yang Seluruh Sumber Listriknya Menggunakan Panel Energi Surya" diberikan bagi pihak gereja oleh Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Mengutip dari Kompas, panel surya yang dipasang di atap bangunan kompleks Gereja Katedral mencapai 238,02 kWp atau setara dengan 183 unit rumah dengan daya 1.300 watt. Dengan penggunaan panel surya sebanyak itu, gereja bisa menghemat sampai dengan 30 persen dari total biaya listrik setiap bulannya.

Pada acara penobatan turut hadir mantan Menteri Energi Sumber Daya Manusia (ESDM), Ignatius Jonan sebagai perwakilan donatur yang disaksikan oleh Romo Hani.

"Kami ingin memberikan komitmen nyata, bahwa Paroki ini juga akan ikut serta berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan yang ramah, dan bersih, dengan energi terbarukan," kata Hani seperti dikutip GNFI dari laman YouTube Hidup TV.

Atap gereja yang telah dipasang panel surya
info gambar

Awalnya hanya ada beberapa bangunan yang dipasang panel surya di kompleks Gereja Katedral jakarta ini. Beruntung karena anggaran dana yang bersumber dari donatur umat gereja bertambah, Hani pun menggalakkan pemasangan tahap kedua.

Tahap pertama dengan total daya sebesar 29,70 kWp dan digarap pemasangannya oleh SolarKita. Sementara tahap kedua dengan total daya sebesar 208,32 kWp oleh PT KAS Green Energy.

"Dengan menggunakan panel surya ini bukti dalam mencintai bumi dengan ikut berpartisipasi mengurangi emisi gas buang ataupun mengurangi dampak pemanasan global atas kehidupan yang kita lakukan," kata Jonan seperti dikutip dari laman YouTube Hidup TV.

---

Referensi: SolarKita | Kompas

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini