Sejarah Hari Ini (15 Februari 2017) - Indonesia Luncurkan Satelit Telkom-3S

Sejarah Hari Ini (15 Februari 2017) - Indonesia Luncurkan Satelit Telkom-3S
info gambar utama

Pada 6 Agustus 2012, perusahaan milik pemerintah Indonesia yang bergerak dalam bidang telekomunikasi dan informasi, PT Telkom Indonesia, meluncurkan satelit dari Bandar Antariksa Baikonur, Kazakhstan.

Satelit dengan seri Telkom-3 itu diluncurkan bersama satelit Ekspress-MD2 yang menumpang roket milik pemerintah Rusia Proton-M.

Sayangnya peluncuran gagal karena masalah teknis sehingga satelit tak mencapai orbit.

Namun, Telkom tidak mundur. Sadar akan majunya kebutuhan teknologi komunikasi membuat rencana peluncuran satelit kembali digalakkan.

Pada 2014, Telkom menggandeng perusahaan industri antariksa asal Prancis, Thales Alenia Space, untuk membuat satelit yang baru bernama Telkom-3S.

Kontrak pengadaan satelit yang dilakukan antara Telkom dan Thales Alenia Space bernilai 199,7 juta dolar (sekitar Rp 2,7 triliun) yang ditandatangani pada Juli 2014.

Penampakan Satelit S3 milik Telkom Indonesia.
info gambar

Satelit Telkom-3S yang memilki berat sekitar 3.500 kilogram dan masa aktif selama 15 tahun itu dirancang memiliki 24 transponder C-band standar, 8 transponder C-band extended, 4 transponder Ku-band standar, dan 6 transponder Ku-band extended.

Teknologi transponder Ku-band di Telkom-3S punya daya lebih besar, pita frekuensi lebih lebar, dan lebih sederhana dalam proses pengiriman sinyal.

Sebelum ada Telkom-3S, PT Telkom memakai 60 transponder dari dua satelitnya dan menyewa 67 transponder dari satelit asing.

"Tambahan transponder membuat layanan jasa satelit lebih cepat, murah, dan efisien," ucap Kepala Proyek Satelit Telkom-3S PT Telkom, Tonda Priyanto, dikutip GNFI dari Kompas.

Pada pagi hari waktu Jakarta, tanggal 15 Februari 2017, Telkom-3S pun diluncurkan menggunakan roket Ariane 5 ECA VA-235 dari Bandar Antariksa Guyana di Kourou, Guyana-Perancis.

Roket Ariane 5 ECA VA-235 sebelum peluncuran.
info gambar

Secara bertahap, satelit dibawa ke orbit geostasioner, menjalani uji di orbit, hingga akhirnya siap beroperasi pada bulan April.

Satelit-3S ditempatkan pada posisi di atas equator dan bergerak mengelilingi bumi dengan lintasan berbentuk lingkaran yang memiliki sumbu rotasi sama dengan bumi.

Letak beroperasinya berada di ketinggian 35.736 kilometer di atas khatulistiwa Bumi, pada 118 derajat Bujur Timur (BT) atau di atas Selat Makassar.

Satelit Telkom-3S menjangkau seluruh wilayah Indonesia, Asia Tenggara dan sebagian Asia Timur. Keberadaannya diharapkan menekan ketergantungan PT Telkom pada satelit asing.

Pengoperasian satelit Telkom-3S sendiri dikhususkan untuk melayani siaran televisi kualitas tinggi (High-Definition Television) dan layanan komunikasi GSM dan Internet yang semakin dipergunakan.

Pemberdayaan teknologi satelit secara mandiri sudah dilakukan PT Telkom (saat itu bernama Perusahaan Umum Telekomunikasi/Perumtel) sejak masa Orde Baru.

Pada 9 Juli 1976, mereka mengirim satelit pertama dengan nama Palapa A1. Kala itu satelit ini menyandang predikat satelit pertama Indonesia dan ketiga di dunia setelah Kanada dan Amerika Serikat.

---

Referensi: Space.skyrocket.de | Kompas.com | Telkom.co.id

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini