Belajar Menulis hingga Memahami Bahasa Indonesia melalui Ruang Belajar Kawan GNFI

Belajar Menulis hingga Memahami Bahasa Indonesia melalui Ruang Belajar Kawan GNFI
info gambar utama

Mengasah kemampuan menulis di zaman seperti sekarang sangat dibutuhkan. Terlepas dari jabatan dan bidang pekerjaan yang tengah digeluti, kemampuan ini akan berguna di situasi apa pun.

Seseorang dengan kemampuan menulis yang baik bisa membuat sebuah pesan tepat sasaran dan jelas maknanya. Jadi, pemikiran rumit dapat tersampaikan secara sederhana karena menulis dapat mengasah pola pikir, serta meningkatkan kemampuan komunikasi.

Kawan GNFI selaku komunitas GoodNews From Indonesia (GNFI) peduli akan hal tersebut. Setelah sukses dengan Ruang Belajar Kawan GNFI Batch 1, Kawan GNFI kembali hadirkan Ruang Belajar Batch 2: Writing 101 pada 18 Februari sampai 01 Maret 2021. Yuk, intip keseruan dari Ruang Belajar batch 2!

Teknik Dasar dalam Menulis Artikel dan Feature

Sesi pertama oleh Akhyari Hananto © Tangkapan Layar RB Batch 2
info gambar

Mengawali Ruang Belajar batch 2, kembali hadir Akhyari Hananto selaku Editor in Chief GNFI sebagai pemateri. Dalam materi berjudul “Developing Feature Articles,” Akhyari mengatakan bahwa tulisan artikel feature lebih bersifat subjektif dan emosional. Ia juga memaparkan teori seputar artikel feature. Mulai dari pengertian, karakteristik, objektif, plot, riset data, elemen, hingga struktur tulisan secara mendetail.

Selain itu, penulis harus memuat data pendukung berupa fakta dan data. Penulis dapat mengutip pernyataan ahli, pakar, atau sosok relevan lainnya. Hal ini tak lain untuk memperkuat perspektif dan pendapat pribadi.

Selanjutnya, memasuki sesi diskusi, para peserta terbagi menjadi tujuh kelompok. Akhyari membagikan topik berbeda dan mempersilakan peserta membuat tulisan artikel feature sesuai teori yang telah ia sampaikan. Antusias peserta begitu terlihat saat memaparkan hasil tulisannya yang lengkap dan terstruktur.

Mempelajari Riset dan Teknik Menulis Artikel Ekonomi

Sesi kedua oleh Dini Nurhadi © Tangkapan Layar RB Batch 2
info gambar

Pada Ruang Belajar sesi kedua, Dini Nurhadi selaku Redaksi GNFI membawakan materi terkait artikel ekonomi. Menurut Dini, kebanyakan orang enggan membaca berita dan artikel ekonomi karena menganggapnya terlalu banyak angka, data, dan istilah ekonomi yang sulit. Terlalu memberatkan otak sehingga rasanya lebih cocok menjadi bacaan orang tua dan pebisnis saja.

Padahal, topik ekonomi justru menjadi sorotan dan berita utama selama mewabahnya COVID-19. Tak selalu kaku, penulis juga bisa menyampaikan berita dan artikel ekonomi dengan lebih berkisah dan bertutur. Karenanya, Dini membagikan ilmu agar peserta dapat memahami dan menulis artikel ekonomi yang menarik.

Artikel ekonomi berkisah menjadi awal yang penting untuk bisa menggaet pembaca. Lalu, menentukan judul yang dapat menarik rasa penasaran siapa pun yang membacanya. Dini juga mengingatkan kalau bahasan artikel ekonomi harus berdasarkan data akurat.

Para peserta semangat menulis artikel dengan berbagai topik ekonomi Indonesia, seperti bank syariah, ekonomi di tengah pandemi, ekonomi digital, sosok Sri Mulyani, merger perusahaan startup, bonus demografi, dan uang rupiah khusus.

Menulis Artikel Sejarah yang Autentik

Sesi ketiga oleh Dimas Wahyu © Tangkapan Layar RB Batch 2
info gambar

Beranjak ke Ruang Belajar sesi ketiga, pemateri masih dari tim GNFI. Dimas Wahyu selaku Redaksi GNFI membahas materi seputar `artikel sejarah. Dalam menulis artikel sejarah, penulis perlu memerhatikan alur, mulai dari memilih topik, mengumpulkan sumber, melakukan verifikasi (kritik sejarah dan keabsahan sumber), menginterpretasi (analisis dan sintesis), hingga menulis sesuai kerangka.

Sumber artikel sejarah yang terpercaya terbagi menjadi primer dan sekunder. Sumber primer berasal dari penyintas, saksi sejarah, dan bacaan pada zaman tersebut. Sementara itu, sumber sekunder berasal dari situs internet, seperti Delpher dan Monash Collections Online.

Dimas memberikan kesempatan kepada para peserta untuk menulis artikel dengan topik sejarah Indonesia di bidang transportasi, monumen kota, olahraga, komik, kuliner, musik, serta perfilman.

Memahami Ragam Bahasa Indonesia Jurnalistik dan EBI

Sesi keempat oleh Ivan Lanin © Tangkapan Layar RB Batch 2
info gambar

Ivan Lanin, seorang wikipediawan dan aktivis bahasa Indonesia menutup Ruang Belajar Batch 2 dengan materi bertajuk “Ragam dan Ejaan Bahasa Indonesia untuk Jurnalistik” pada sesi terakhir.

Berdasarkan bidang penggunaan, laras bahasa terbagi menjadi sastra, kreatif, jurnalistik, bisnis, ilmiah, dan hukum. Pada sesinya, ia hanya berfokus pada penggunaan laras bahasa jurnalistik yang sifatnya singkat, padat, sederhana, lugas, jelas, dan menarik. Umumnya, Kawan dapat menemukan produk jurnalistik pada tulisan berita dan opini.

Dalam penulisan jurnalistik, kalimat harus mudah terbaca, singkat, dan sederhana. Sebaiknya terdiri dari 14-17 kata, tak lebih dari 2 baris, dan hindari kalimat majemuk. Terpenting, selalu terapkan unsur asdikamba (5W+1H). Di sisi lain, saat penyuntingan perlu memerhatikan kesalahan nalar, data, gramatika, dan tik.

Tak tanggung-tanggung, bahasannya pun meluas, mencakup tataran bahasa dan ejaan. Lebih lanjut, ia pun memberikan umpan balik terkait penulisan dan penyuntingan bahasa jurnalistik pada beberapa artikel feature, ekonomi, dan sejarah yang telah ditulis oleh peserta selama Ruang Belajar batch 2.

“Kelas menulis di sini beda dari yang selama ini pernah saya ikuti. Selain dapat materi singkat, peserta juga langsung praktik teori bersama peserta lain. Biasanya saya pasti mengantuk kalau ikut kelas menulis yang hanya teori, tapi di Ruang Belajar GNFI rasa kantuk langsung menghilang seketika. Selain itu, kelas ini juga gratis tanpa dipungut biaya apa pun. Jadi, kalau ada open batch lagi, teman-teman wajib ikutan banget,” ungkap Anggita R. K. Wardani salah satu peserta dari Surabaya yang terpilih menjadi peserta terajin.

Kalau tertarik mengikuti Ruang Belajar Batch 3 dan program-program seru lainnya, pastikan Kawan berkunjung ke Instagram Kawan GNFI di @kawangnfi untuk informasi selanjutnya. (Comm)

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

Terima kasih telah membaca sampai di sini