Sejarah Hari Ini (29 Maret 1921) - R.E. Martadinata, Pahlawan Angkatan Laut RI

Sejarah Hari Ini (29 Maret 1921) - R.E. Martadinata, Pahlawan Angkatan Laut RI
info gambar utama

Raden Eddy Martadinata lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 29 Maret 1921. Pada masa Orde Lama, ia merupakan Kepala Staf Angkatan Laut ke-4 Republik Indonesia.

Nama Martadinata sudah bergaung saat revolusi nasional. Ia merupakan penggagas dibentuknya Barisan Banteng Laut di Jakarta. Barisan ini berhasil merebut kapal-kapal milik Jepang di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

Mengutip Ensiklopedia Pahlawan Nasional, Martadinata memiliki jasa yang besar dalam membentuk dan memimpin Barisan Keamanan Rakyat laut Jawa Barat yang kemudian menjadi Angkatan Laut Republik Indonesia. Ia juga dipercaya dalam memimpin operasi militer di daerah seperti pemberontakan Andi Azis di Sulawesi Selatan.

Selain menjabat di kesatuan militer angkatan laut, Martadinata juga pernah ditugaskan sebagai diplomat untuk Pakistan. Meskipun tempat kerjanya jauh dari tanah air, sesekali ia dipulangkan oleh pemerintah. Tepatnya pada 5 Oktober 1966, Martadinata diberi pangkat Laksamana pada hari ulang tahun TNI ke-21.

Sehari setalh acara, Martadinata mengajak tamu asal Pakistan ke Puncak, Bogor, dengan helikopter yang dipiloti oleh Letnan Laut Charles Willy Kairupa. Menjelang kembali ke ibu kota, Martadinata menawarkan diri untuk mengambil alih kemudi helikopter berjenis Alloute A IV 422 itu. Namun, cuaca yang buruk mengganggu perjalanan mereka. Helikopter hilang kendali dan jatuh di Riung Gunung. Seluruh penumpang tewas, termasuk R.E. Martadinata.

Tak lama setelah tiada, Martadinata diangkat menjadi pahlawan nasional. Namanya kemudian menghiasi kapal perang RI bernomor 331 yang dilepastugaskan pada 2017 lalu.

--

Referensi: Tirto

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini