Komoditas dan Produk Indonesia yang Paling Banyak di Ekspor Sepanjang 2020

Komoditas dan Produk Indonesia yang Paling Banyak di Ekspor Sepanjang 2020
info gambar utama

Ketersediaan sumber daya alam serta beragamnya komoditas membuat peluang ekspor di Indonesia terbuka lebar bagi kalangan pengusaha. Komoditas-komoditas tersebut merupakan aset berharga dan tak tergantikan yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia

Sejalan dengan pertumbuhan fluktiatif yang ditunjukkan oleh ekspor Indonesia dalam beberapa tahun belakangan ini. Ekspor telah berkontribusi secara positif terhadap perekonomian nasional dan menempatkan Indonesia di peringkat 31 sebagai negara dengan nilai ekspor terbesar di dunia.

Nilai ekspor Indonesia tahun 2020

Nilai ekspor Indonesia sepanjang 2020 | GoodStats
info gambar

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total nilai ekspor Indonesia sepanjang tahun 2020 sebesar 163,31 miliar dolar AS atau setara dengan Rp2.286 triliun (kurs Rp14.000). Realisasi ini turun 2,61 persen dari tahun 2019 yang tercatat 167,68 miliar dolar AS.

Banyak kalangan menilai, capaian ekspor Indonesia sepanjang tahun lalu tidak terlalu buruk di tengah adanya pandemi Covid-19. Sebab, penurunan tipis hanya 2,61 persen.

Sebagai catatan, pertumbuhan ekspor negara tetangga Indonesia seperti Filipina dan Thailand harus terkoreksi minus 6,6 persen dan minus 9,2 persen. Beberapa negara anggota G20 lain juga mengalami penurunan siginifikan, India minus 14,8 persen, Argentina minus 15,18 persen, dan yang lebih parah Rusia harus terjun ke angka minus 20,3 persen.

Kereta Buatan Indonesia Melaju di Filipina Usai INKA Eskpor Perdana Produk Lokomotif

Komoditas Indonesia yang paling banyak di ekspor

10 komoditas Indonesia yan paling banyak di ekspor sepanjang 2020 | GoodStats
info gambar

Lemak dan Minyak Hewan/Nabati menjadi komoditas Indonesia paling banyak di ekspor dengan nilai 20,72 miliar dolar AS. Salah satu produk dari komioditas ini adalah minyak kelapa sawit yang selalu menjadi andalan ekspor Indonesia.

Bahan Bakar mineral di posisi dua dengan nilai 17,26 miliar dolar, di mana batu bara masih menjadi andalan utama. Kemudian Besi dan Baja di posisi tiga dengan nilai 10,84 miliar dolar AS.

Komoditas olahan seperti Mesin dan perlengkapan elektrik mencatat nilai sebesar 9,23 miliar dolar AS. Kemudian kendaraan dan bagiannya 6,60 miliar dolar AS, lalu ada mesin dan peralatan mekanis dengan nilai 5,20 dolar AS.

Sementara komoditas lain seperti Alas kaki dan kertas, karton, dan barang dari karton mencatatkan nominal masing-masing sebesar 4,80 miliar dolar AS dan 4,19 miliar dolar AS.

Peningkatan ekspor tertinggi ada pada sektor pertanian yang tercatat 4,12 miliar dolar AS atau naik 13,98 persen dibandingkan 2019 sebesar 3,61 miliar dolar AS.

Namun, share (porsi terhadap pangsa pasar) sektor pertanian untuk keseluruhan ekspor sangat kecil yakni 2,52 persen, sehingga meski tumbuh tinggi tapi tidak terlalu berdampak besar bagi total ekspor tahun lalu.

Selanjutnya, industri pengolahan yang tercatat 131,13 miliar dolar AS atau naik 2,95 persen dibandingkan dengan 2019 yang sebesar 127,38 miliar dolar AS. Penurunan terbesar terjadi pada ekspor migas yang terkontraksi 29,52 persen yakni dari 11,79 dolar AS di 2019 menjadi 8,31 miliar di 2020.

Resmi Beroperasi, Pelabuhan Patimban Siap Genjot Eskpor Indonesia di Masa Depan

Produk Indonesia yang paling banyak di ekspor

10 produk Indonesia dengan nilai eskpor tertinggi | GoodStats
info gambar

Di tengah kontroversinya, kelapa sawit ternyata masih menjadi andalan utama produk ekspor Indonesia dengan nilai 17,36 miliar dolar. Tingginya nominal tersebut karena Indonesia merupakan produsen kelapa sawit terbesar di dunia.

Sebagai gambaran, berdasarkan data United States Department of Agriculture (USDA), jumlah produksi sawit Indonesia pada 2019 mencapai 42,50 metrik juta ton, naik 1 juta metrik ton dari total produksi tahun sebelumnya.

Peningkatan produksi tersebut seiring bertambah luasnya lahan perkebunan sawit di tanah air. Namun, peningkatan lahan tersebut diikuti pula penggundulan hutan serta sering terjadinya kebakaran hutan di sekitar perkebunan sawit.

Secara persentase, jumlah produksi sawit Indonesia mencapai 58 persen atau lebih dari separuh produksi kelapa sawit dunia. Mayoritas hasil produksi minyak kelapa sawit Indonesia diperuntukkan untuk ekspor. Negara-negara tujuan ekspor yang paling penting di antaranya, Tiongkok, Amerika Serikat, Pakistan, India, dan Belanda.

Di bawah minyak sawit, ada batu bara dengan nilai ekspor 14,54 miliar dolar AS. Lalu emas (tidak ditempa) dengan 5,54 miliar dolar AS, minyak bumi 5,45 miliar dolar AS, besi 4,74 miliar dolar AS, dan karet alam 3,01 miliar dolar AS. Secara umum, produk mentahan masih mendapat porsi yang tinggi dalam komposisi ekspor Indonesia.

Menggali Potensi Wisata dan Distribusi Ekspor Ikan Indonesia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Iip M. Aditiya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Iip M. Aditiya.

Terima kasih telah membaca sampai di sini