Optimisme UMKM Go Digital Lewat Dukungan Transaksi di Platform eCommerce

Optimisme UMKM Go Digital Lewat Dukungan Transaksi di Platform eCommerce
info gambar utama

Agustus sejatinya menjadi bulan yang spesial bagi Indonesia dalam berbagai aspek besar, tidak hanya dinantikan sebagai momen untuk memeringati Hari Kemerdekaan RI, di bulan ini pula masyarakat tanah air sejatinya memeringati Hari Nasional untuk menghormati keberadaan UMKM sebagai penggerak utama perekonomian.

Hari UMKM Nasional yang jatuh setiap tanggal 12 Agustus semakin menambah semarak perayaan untuk menyemangati pembangunan dan kemerdekaan Indonesia.

Sudah sering diberitakan, bahwa faktanya UMKM memang menjadi penyumbang terbesar dengan lebih dari separuh PDB yang diperoleh Indonesia. Jika dikalkulasikan secara menyeluruh, total ada sebesar Rp8.573,9 triliun pundi-pundi kontribusi yang telah diberikan oleh sektor UMKM dalam putaran perekonomian di tanah air.

Tak heran, berdasarkan data yang dimiliki oleh Kementerian Koperasi dan UKM, sampai akhir tahun 2018 saja ada sebanyak 64,2 juta unit atau pelaku UMKM di Indonesia. Walau belum ada angka pasti atau resmi berapa jumlah pertumbuhan UMKM yang terjadi di tahun 2019 dan setelahnya, namun bisa dipastikan bahwa jumlahnya mengalami peningkatan.

Menilik Sejarah Hari UMKM Nasional, Penggerak Utama Perekonomian Indonesia

Optimisme digitalisasi UMKM di tengah hantaman pandemi

Ilustrasi UMKM
info gambar

Ada beberapa spekulasi yang timbul mengenai penyebab mengapa sampai saat ini belum ada data resmi yang menunjukkan berapa banyak jumlah UMKM yang ada di Indonesia sejak tahun 2020, karena biasanya data ini dirilis secara resmi oleh Kementerian Koperasi dan UKM.

Situasi pandemi yang terjadi sejak tahun lalu faktanya memang membawa dampak besar bagi para pelaku usaha kecil, yang pada akhirnya terpaksa harus gulung tikar dan menerima keadaan. Namun, di balik kondisi tersebut nyatanya ada alternatif untuk dapat bertahan lewat program yang sudah digaungkan oleh pemerintah, yaitu digitalisasi UMKM.

Lantas, apa yang dimaksud dengan digitalisasi UMKM?

Sama seperti program transformasi digital di sektor lainnya, UMKM di tanah air kedepannya diharapkan bisa memiliki potensi yang maksimal baik dari segi pendapatan dan operasional, lewat kemudahan yang didapat berkat penggunaan teknologi terutama platform online.

Berbagai aspek dalam kelangsungan UMKM seperti proses pemesanan barang yang dijual-belikan, dan transaksi pembayaran yang berlangsung diyakini dapat berjalan dengan mudah secara efektif dan efisien lewat program digitalisasi yang diterapkan.

Karena itu, tak heran jika pemerintah lewat berbagai instansi yang bersangkutan belakangan ini kian gencar melakukan gerakan UMKM go digital, yang nyatanya juga menunjukkan hasil positif dari setiap target yang tercapai di setiap tahapannya.

Sebagai contoh pada tahun 2020 lalu, sejalan dengan upaya untuk menghadapi situasi pandemi yang ada, pemerintah menargetkan sebanyak 2 juta UMKM agar bisa masuk ke dalam ekosistem digital.

Hasilnya, perolehan yang dicapai ternyata melampaui target. Per Desember 2020, diketahui ada sebanyak 3,8 juta UMKM yang sudah go digital. Angka tersebut bahkan meningkat pesat sampai dengan bulan Maret 2021 menjadi 4,8 juta UMKM. Bertambah sebanyak 1 juta UMKM go digital hanya dalam kurun waktu kurang dari empat bulan.

Indonesia Miliki Banyak Pengguna eCommerce, Peluang Terbuka Bagi UMKM

Percepatan UMKM go digital berkat platform eCommerce

Ilustrasi UMKM Go Digital
info gambar

Tak dimungkiri, dapat terlaksananya dengan cepat gerakan UMKM go digital ternyata mendapat andil besar dari berbagai platform e-Commerce di Indonesia, hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Ketua Umum Indonesia eCommerce Association (idEA), Bima Laga.

Menurut Bima, pesatnya jumlah UMKM yang masuk ke dalam ekosistem digital dilatar belakangi oleh situasi pandemi yang mengubah kebiasaan masyarakat dalam melakukan pembelian berbagai jenis barang.

"Karena pandemi, orang di rumah dan mayoritas melakukan pembelian secara online. Tentunya memang eCommerce itu satu hal yang bisa diandalkan untuk berjualan," tutur Bima.

Hal tersebut juga semakin diperkuat dengan adanya laporan dari Bank Indonesia (BI), yang menyebutkan bahwa transaksi eCommerce di Indonesia naik sebesar 63,4 persen atau senilai Rp186,7 triliun di Semester I 2021.

"Transaksi ini banyak dilakukan oleh pedagang ritel yang juga merupakan UMKM," ungkap Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam siaran pers online yang dilakukan pada 25 Juli lalu.

Menurut Perry, hal tersebut membuktikan bahwa adanya digitalisasi UMKM yang masuk dalam ekosistem eCommerce menjadi hal yang penting, dirinya juga menyampaikan harapan akan semakin banyaknya jumlah UMKM yang sudah melakukan transformasi digital.

"Untuk tahun depan semoga bisa mencapai 20 juta dan akan terus kita tingkatkan, supaya banyak UMKM yang masuk ke dalam platform digital dan tersambung dengan eCommerce," tambahnya.

'Nafas Buatan' untuk UMKM di Tengah Pandemi Covid-19

Dorongan transaksi dari eCommerce untuk UMKM

ShopeePay, anak usaha e-Commerce Shopee yang dukung digitalisasi UMKM
info gambar

Beruntung, upaya percepatan UMKM go digital tidak hanya diupayakan oleh pihak pemerintah dan pelaku UMKM itu sendiri, melainkan juga pihak swasta dan perusahaan besar yang dalam hal ini memegang peran tak kalah penting dalam keberlangsungan UMKM menjajakan produknya secara online.

Shopee menjadi salah satu pemain eCommerce di Indonesia yang diketahui memegang komitmen untuk menjalankan program tersebut. Lewat anak produk usaha yaitu ShopeePay dan ShopeeFood, platform eCommerce asal negara tetangga ini kerap menyokong keberlangsungan UMKM yang ada di Indonesia.

Sebagai contoh, lewat program Semangat Usaha Lokal yang diluncurkan sejak awal tahun 2021, ShopeePay memiliki tujuan memperluas jangkauan pembayaran digital serta mendukung perkembangan bisnis UMKM di beberapa kota di Indonesia, di antaranya Medan, Semarang, Bandung, Surabaya, dan Makassar.

Terbaru, dalam rangka menyambut Kemerdekaan RI, program tersebut diperluas melalui gerakan 17.8 Semangat UMKM Lokal untuk memberikan dampak positif ke lebih banyak UMKM.

Peran paling signifikan yang dilakukan ShopeePay dalam memajukan UMKM di Indonesia terjadi lewat adopsi pembayaran digital yang meningkat selama pandemi. Dilaporkan bahwa jumlah merchant UMKM ShopeePay tumbuh hingga hampir tiga kali lipat di bulan Juli 2021 dibanding akhir tahun lalu.

Demi merangsang transaksi yang terjadi antara konsumen dan pelaku UMKM yang menjajakan produknya di platform mereka, ShopeePay bahkan tak ragu untuk melakukan metode ‘bakar uang’ lewat sejumlah promo yang diadakan khususnya di tengah momen perayaan Kemerdekaan RI.

Berbagai promo yang dimaksud di antaranya Flash Sale Rp1, Voucher Cashback 100 persen, dan ShopeeFood Diskon 100 persen yang dapat digunakan di ratusan merchant lokal di berbagai kategori usaha yang relevan dengan kebutuhan masyarakat selama pandemi.

Adapun kategori yang disebutkan termasuk makanan dan minuman, kebutuhan sehari-hari, produk atau layanan kesehatan, investasi dan logistik, layanan hiburan, serta layanan pengantaran makanan online.

“Melalui kampanye ini, kami mengajak masyarakat untuk mengapresiasi perjuangan UMKM di masa pandemi. Sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia, UMKM memiliki semangat tinggi untuk terus berjuang maju di tengah kesulitan, bukan cuma untuk diri sendiri, tetapi untuk Indonesia…” jelas Cindy Candiawan selaku Head of Campaigns & Growth Marketing ShopeePay.

Kian Meroket, UMKM Indonesia Semakin Dikenal di Mata Dunia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini