Kuliner Khas Minahasa, Ada yang Unik hingga Ekstrem

Kuliner Khas Minahasa, Ada yang Unik hingga Ekstrem
info gambar utama

Penulis: Brigitta Raras

Semarakkan semangat dan aksi kolaborasi Festival Negeri Kolaborasi live di seluruh kanal media sosial GNFI. Informasi lebih lanjut kunjungi FNK 2021.

Indonesia yang terkenal akan ragam suku dan budayanya, juga terkenal akan kulinernya yang khas dan unik. Berbagai macam cara pengolahan, penyajian, dan bahan utama hampir semuanya ada di Indonesia.

Ragam kuliner yang ada di Indonesia memang tak ada habisnya, ada banyak sajian kuliner dari berbagai daerah dengan cita rasa khas dan keunikannya masing-masing. Salah satunya adalah kuliner yang berasal dari suku Minahasa.

Kelompok etnis yang berasal dari semenanjung Minahasa di bagian utara Pulau Sulawesi atau yang disebut sebagai orang Manado memiliki ragam kuliner yang menarik dan memiliki cita rasa khas nan lezat. Ketika Kawan mengunjungi kota Manado, kuliner ini dapat menjadi referensi yang patut Kawan coba.

Nasi Jaha

Nasi Jaha | Foto: Rarampa
info gambar

Kuliner pertama adalah nasi Jaha, makanan ini menjadi salah satu makanan pokok dari suku Minahasa. Kuliner yang terbuat dari beras ketan yang dicampur santan, bumbu rempah-rempah, kemudian dibungkus dengan daun pisang memiliki aroma khas rempah yang dominan.

Bumbu rempah tersebut berasal dari kemiri, kunyit, jahe, dan serai. Tak lupa juga, ditambahkan kondimen khas Manado, yakni ikan woku atau cakalang. Nasi Jaha disajikan berbentuk silinder, karena dimasak dengan cara dibakar di dalam bambu.

Kawan akan menjumpai kuliner ini di berbagai acara di Sulawesi Utara, seperti acara pesta hingga syukuran. Nasi Jaha ini dapat dimakan langsung atau disantap bersama makanan pendamping lainnya.

Menikmati Kopi Nusantara dengan Wisata Tematik Kopi

Tinutuan

Tinutuan | Foto: Doyan Resep
info gambar

Kuliner Tinutuan berasal dari ‘Tuutu’ yang berarti nasi atau bubur dalam bahasa Manado. Tinutuan atau bubur Manado ini cukup berbeda dengan bubur pada umumnya. Biasanya sajian bubur berisikan ayam dan telur, namun tinutuan akan menyajikan dengan berbagai macam sayuran.

Sayuran dalam bubur Manado ini, seperti bayam, kangkung, ubi, jagung manis, labu kuning, daun melinjo dan kemangi. Kuliner khas Manado ini juga kerap menggunakan ikan asin dan sambal dabu-dabu sebagai pelengkapnya. Bubur ini biasa dikonsumsi orang manado ketika sarapan pagi hari ataupun santapan di sore hari.

Bila Kawan berkunjung ke Manado, Kawan akan menemukan banyak sekali yang menjual bubur Manado di setiap sudut kota. Santapan ini juga sangat cocok bagi kalian yang ingin hidup lebih sehat, karena sajian ini penuh dengan aneka sayur.

Tinoransak

Tinonransak | Foto: IDN Times
info gambar

Kuliner yang satu ini akan mewakili rasa gurih pedas dengan bumbu rempah yang kaya. Awalnya sajian ini akan menggunakan daging babi sebagai bahan utamanya, namun semakin ke sini tak jarang pula ditemukan tinoransak yang menggunakan daging sapi, ayam, tuna, bahkan tahu.

Sajian ini akan dimasak dengan rempah seperti, kunyit, daun jeruk, serai dan cabai rawit. Setelah itu, akan dimasukkan ke dalam bambu dan dimasak hingga matang. Biasanya orang Manado menyantap tinoransak bersama dengan nasi jaha yang masih hangat.

Perlu Kawan ketahui, bahwa sajian ini menggunakan cabai dan cabai rawit yang cukup banyak yang akan menghasilkan rasa pedas yang kuat. Jika Kawan tak terlalu suka pedas, berhati-hatilah dengan sajian ini ya. Namun, jika Kawan penggemar pedas, ini menjadi salah satu sajian yang wajib Kawan coba.

Mirip Urap, 5 Sajian ini juga Ditaburi Kelapa

Paniki

Paniki | Foto: Wikipedia
info gambar

Kuliner ini merupakan salah satu sajian yang terbilang cukup ekstrem bagi masyarakat yang bukan berasal dari suku Minahasa. Paniki mungkin akan terasa menyeramkan bagi Kawan yang tak terbiasa dengan kebiasaan di suku Minahasa, makanan ini menggunakan daging kelelawar sebagai bahan utamanya.

Hewan bersayap ini tak cukup menyeramkan bagi masyarakat di Minahasa. Bagi mereka daging kelelawar cukup melezatkan dan sepertinya mereka juga mengabaikan bentuk wajah kelelawar yang cukup menyeramkan bagi sebagian orang.

Sebelum daging kelelawar diolah, awalnya kelelawar akan dibakar dan dibersihkan bulunya kemudian baru dicuci hingga bersih. Setelah itu, kelelawar baru dipotong menjadi beberapa bagian dan direbus dengan api sedang. Dalam mengolah paniki, diperlukan beragam bumbu agar daging kelelawar terasa nikmat.

Restoran di Jakarta dengan Konsep Menarik hingga Mewah

Bumbu yang digunakan adalah bumbu dasar, seperti cabai, bawang merah, bawang putih, sereh dan jahe yang direbus kemudian dicampur bersama santan kelapa hingga meresap. Dalam mengolah paniki ini, tidak semua kelelawar dapat digunakan, hanya kelelawar pemakan buah saja yang bisa digunakan.

Selain unik dan terbilang ekstrim, paniki memiliki cita rasa yang gurih dan sedikit pedas. Tekstur daging kelelawar yang sedikit alot akan memberi sensasi khas yang tak biasa ketika makan daging pada umumnya. Kini, sajian paniki tak hanya dimasak dengan kuah santan saja, tetapi di beberapa daerah juga ada yang digoreng dan dijadikan sebagai sate.

Sangat unik-unik, ya, kuliner asal Minahasa ini. Apakah Kawan tertarik untuk mencicipinya?*

Referensi: detik.com | Kompas

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

Terima kasih telah membaca sampai di sini