Andai Saja Ada Konser Musisi Indonesia di Royal Albert Hall

Andai Saja Ada Konser Musisi Indonesia di Royal Albert Hall
info gambar utama

Rasa kebangsaan saya muncul ketika melihat potensi anak bangsa dibidang musik di Youtube bermunculan didunia maya dan mendapatkan apresiasi yang tinggi dari pecinta musik manca negara. Kebanggaan terhadap mereka itu muncul ketika semua youtuber yang menjadi reactor lagu-lagu mereka mengetahui bahwa para penyanyi kita itu dari Indonesia.

Tahun 1982, ketika saya mengikuti Pertukaran Pemuda ASEAN-Jepang, saya dilatih keras di gedung PHI Cempaka Putih Jakarta dan Pulau Pramuka--salah satu gugusan Pulau Seribu Jakarta, dengan materi--materi wawasan kebangsaan, kedisiplinan dsb. Dan dalam penutupan acara pelatihan itu delegasi kami mencium bendera Merah Putih sambil menangis sesenggukan--merasakan nasionalisme yang tinggi.

Namun rasa nasionalisme itu tentu tidak hanya soal mencium bendera negara, hasil-hasil pencapaian anak-anak bangsa disegala bidang juga bisa menimbulkan kebanggaan akan negara. Saya punya teman orang Jepang yang bangga akan negaranya karena melihat hampir semua jalan raya dipenuhi mobil-mobil buatan Jepang.

Bangsa lain seperti Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Prancis, dsb, juga muncul rasa nasionalisme mereka karena kebanyakan teknologi di dunia ini hasil ciptaan anak bangsanya.

Demikian pula ketika saya melihat para penyanyi Indonesia yang berasal dari berbagai suku dan latar belakang bermunculan seperti air bah yang tidak dapat dibendung mengguncang dunia, ada rasa kebanggaan akan negeri ini.

Dulu ada Khoirunnisa yang dikenal dengan nama Nisya Syabian, kelahiran Lumajang, Jawa Timur, penyanyi gambus videonya di lihat jutaan orang; lalu muncul Alip Ba Ta, kelahiran Pacitan, Jawa Timur, yang merupakan sopir forklift sebuah prabrik di Jakarta melalui keahliannya memetik gitar dan melagukan lagu-lagu barat dengan amat detail, hingga membuat pemirsanya diberbagai negara terkagum-kagum akan keahliannya dan kesederhanaannya.

Muncul mas Felix Irwan dari Jawa Tengah, mantan pengamen yang dengan suara beratnya menyanyikan berbagai lagu barat dengan sempurna membuat orang-orang dibenua Amerika, Eropa dan Asia berdetak kagum bahkan ada yang menangis.

Muncul lagi nama Vanny Vabiola, ibu muda dari tanah Minang yang suaranya mirip Whitney Huston, Agsesia dari Kalimantan--mantan Indonesian Idol--dengan suara yang juga dipuji warga mancanegara. Bang Eki kelahiran Jakarta, mantan pengamen di jalan-jalan Milan, Italia, yang terkenal di Eropa.

Caption
info gambar

Yang terakhir ini saya melihat penyanyi muda Cakra Konta Paryaman yang lebih dikenal dengan nama panggung Cakra Khan, anak Sunda kelahiran Pangandaran Jawa Barat, satu daerah dengan Bu Susi mantan menteri Perikanan dan Kelautan.

Cakra Khan jebolan Sekolah Tinggi Musik Bandung tahun 2014 juga menggoncang dunia ketika dia menyanyikan lagu bertema Blues Tennessee Whiskey. Suara beratnya dan cengkokannya seperti penyanyi blues terkenal Amerika Serikat mencengangkan warga negara asing di berbagai negara.

Dan, saya yakin setelah Cakra Khan ini akan bermunculan banyak para pemusik handal dari negeri ini yang juga akan menggoncang dunia.

Semua warga asing itu terkagum-kagum ketika mengetahui bahwa para musisi itu dari Indonesia. Yang membuat saya bangga ketika orang-orang itu terbuka matanya bahwa Indonesia ini bukan negara yang kacau, tertinggal, banyak masalah, dsb, tapi negara yang besar dan memiliki potensi yang besar.

Apalagi sekarang bermunculan video-video dari para blogger/vlogger tentang keindahan alam dan budaya Indonesia, seperti video yang saya lihat Wonderland Indonesia.

Meski begitu, tentu kita tidak menafikan bahwa sebagai bangsa Indonesia juga memiliki banyak masalah, namun sebaliknya Indonesia juga memiliki potensi yang mengagumkan. Tentu hal ini juga terbantu karena kemajuan teknologi informasi, kemajuan Information Superhighway.

Saya membayangkan adanya kehadiran negara dalam hal ini, misalkan kementerian yang menangani industri kreatif, atau Kedutaan Besar Indonesia di mancanegara menyelenggarakan konser di luar negeri menghadirkan Nisya Syabian, Alib Ba Ta, Felix Irwan, Bang Eki, Vanny Vabiola, Agsesia, Cakra Khan, dan anak-anak muda Indonesia lainnya ada di satu panggung.

Misalnya mereka tampil di Royal Albert Hall London, UK; Gedung Teater di Manhattan, New York, Amerika Serikat, atau di Budokan Hall, Tokyo, Jepang, atau di Sydney Opera House, Australia, dsb.

Indonesia akan lebih dikenal warga dunia dan musisinya menjadi salah satu ikon budaya kebanggaan bangsa dan ini tentu akan memunculkan rasa nasionalisme yang tinggi akan kebesaran bangsa ini.

Wallahu Alam.

Oleh: Ahmad Cholis Hamzah

Penulis aktif menulis di Koran Jawa Pos, Surya, dan rutin menulis di GNFI. Beberapa tulisannya acapkali dimuat/dikutip Koran Malaysia dan Thailand. Penulis juga tersohor sebagai akademisi sekaligus profesional di kota kelahirannya, Surabaya.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Ahmad Cholis Hamzah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Ahmad Cholis Hamzah.

AH
AH
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini