Keindahan Danau Segara Anak, Tempat Keramat Persemayaman Dewi Anjani

Keindahan Danau Segara Anak, Tempat Keramat Persemayaman Dewi Anjani
info gambar utama

Terletak di puncak Gunung Rinjani, yang memiliki ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut (mdpl), Danau Segara Anak layaknya surga kecil yang menjadi tujuan para pendaki.

Danau ini bagaikan oase pelepas dahaga setelah berjam-jam berjalan kaki mendaki. Walaupun perjalanan sangat melelahkan, namun akan terbayarkan setelah sampai, pasalnya pemandangan yang ditawarkan sangat menakjubkan.

Dikutip dari Kompas, nama danau ini berasal dari kata Segara Anak yang mempunyai arti anak laut. Pengertian ini diambil karena danau ini memiliki warna air kebiruan dan menyerupai warna air laut.

Salah satu keunikan dari tempat ini adalah adanya sebuah gunung yang terdapat di tengah-tengah danau, gunung ini dinamakan dengan Gunung Barujari.

Menurut Tempo dalam Hikayat 45 Danau Indonesia (2017), gunung berapi aktif itu muncul bersamaan dengan proses terbentuknya Segara Anak pasca letusan Gunung Rinjani purba (Gunung Samalas) pada 1257 Masehi.

Akibat dari letusan itu, tubuh Gunung Samalas runtuh dan kemudian membentuk kaldera raksasa dengan diameter sekitar 7,5 x 6 kilomter, sehingga tersisa puncak dengan ketinggian 3.726 mdpl, yang kini dikenal sebagai puncak Rinjani.

Menilik Ragam Pesona Mandalika, Surga di Pulau Lombok

Heryadi Rachmat seorang peneliti Museum Geologi Bandung menyebut setelah 300-400 tahun, di kaldera raksasa itu mulai terbentuk Danau Segara Anak yang airnya bersumber dari hujan dan mata air di sana.

Pasca terbentuknya danau dengan luas sekitar 1.100 hektare dan kedalaman 160 – 230 meter. Magma di perut Rinjani pun terus bergolak, hal ini ditandai dengan munculnya kerucut Gunung Barujari dari dalam Segara Anak.

"Saat ini Gunung Barujari telah mencapai ketinggian 2.376 mdpl," kata pria yang pernah menyusun buku tentang sejarah evolusi Rinjani.

Segara Anak merupakan danau kaldera dengan gunung berapi aktif tertinggi di Indonesia, bahkan di dunia. Hawanya begitu dingin, mencapai 15-18 derajat celcius, bahkan pada malam hari suhunya bisa anjlok menjadi 5 derajat celcius.

Kabut bisa tiba-tiba muncul, menggantikan suasana pagi dan petang yang cerah di danau berbentuk bulan sabit yang mengelilingi tebing terjal di sekitar Gunung Rinjani.

Tempat bersemayam para dewa

Danau Segara Anak (Shutterstock)
info gambar

Bagi masyarakat Rinjani, Danau Segara Anak memiliki makna tersendiri, terutama bagi umat Hindu yang tinggal di sekitar Gunung Rinjani dan Lombok.

Bagi pemeluk Hindu, Danau Segara Anak adalah danau sakral. Tempat ini menjadi pusat pemujaan, terutama pada saat upacara Mulang Pekelem yaitu perayaan syukur yang dilakukan menjelang musim hujan.

Upacara ini bertujuan untuk memohon anugerah hujan yang akan mengembangkan alam juga menyuburkan tanaman sehingga bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

Pada upacara ini mereka akan menyembelih hewan peliharaan, seperti ayam, bebek, dan kambing di Danau Segara Anak. Ini merupakan persembahan kepada dewa.

Tidak hanya satwa, mereka juga akan melarung barang-barang berharga seperti emas, perak, tembaga, ke danau. Benda berharga ini harus dipahat menjadi bentuk hewan seperti udang yang melambangkan kesuburan, kura-kura sebagai simbol dunia, ikan menjadi lambang kehidupan.

Adapula Suku Sasak yang mempercayai bahwa Danau Segara Anak merupakan istana tempat bersemayam Dewi Anjani. Bahkan mereka percaya Dewi Anjani merupakan penguasa dari Gunung Rinjani.

Wujud dari Legenda Putri Mandalika dalam Tradisi Bau Nyale

Mardiah (70), pernah beberapa kali mengantar masyarakat lokal Lombok untuk tetirah ke kawasan Segara Anak, yang dipercaya tempat keramat, seperti pertapaan Raden Umar Maya dan Wong Menak.

Masyarakat lokal juga sering datang pada bulan pasaran seperti Kliwon atau Suro untuk merendam senjata pusaka, seperti keris, tombak, dan klewang ke sumber air panas.

"Kalau setelah direndam, biasanya semalam, senjata-senjata itu ternyata mudah patah, berarti kurang bagus dan dipercaya telah hilang kesaktiannya," papar Mardiah saat itu kepada Tempo.

Selain itu sumber air panas dari Danau Segara Anak juga dipercaya masyarakat lokal berkhasiat menyembuhkan penyakit. Biasanya ritual ini dilakukan di sumber air panas alami di hulu Sungai Kokok Putih.

Khasiat dari sumber air panas ternyata sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu. Pada 1902, Van Heek melakukan survei geologi Lombok dan menemukan bahwa sumber air panas Segara Anak berkhasiat menyembuhkan penyakit.

Secara medis, sumber air panas alami ini mengandung beragam unsur yang membantu detoksifikasi. Tetapi bagi masyarakat lokal, mereka lebih percaya kekuatan adrikodrati penunggu sumber air panas itu yang menyembuhkan.

Keindahan Segara Anak yang diakui dunia

Danau Segara Anak
info gambar

Pesona Segara Anak dari segala aspek memang telah memikat bukan hanya dari kisah mistiknya, tetapi juga keindahannya. National Geographic Traveler dan lembaga perlindungan alam Conversation Internasional menobatkan kawasan ini sebagai tujuan wisata alam terbaik.

Sekarang kawasan yang masuk dalam Taman Nasional Gunung Rinjani ini telah masuk menjadi anggota geopark (taman bumi) dunia atau UNESCO Global Geopark pada 2018 lalu.

"Alhamdulillah baru saja saya mendapat kabar bahwa pada sidang UNESCO Executive Board, Kamis (12/4), di Paris, telah menetapkan geopark Rinjani sebagai anggota baru UNESCO Global Geopark," kata General Manager Geopark Rinjani, Chairul Mahsul, yang dinukil dari Media Indonesia, Jumat (19/11/2021).

Menurut Chairul ini merupakan hal yang membanggakan pasalnya ini merupakan penantian panjang tim sejak Rinjani ditetapkan sebagai geopark nasional. Tugas setelahnya adalah merawat dan menjaga kekayaan dan keragaman budaya yang terdapat di kawasan Global Geopark Rinjani.

Beberapa tantangan selanjutnya adalah komitmen dari semua pihak untuk bertanggung jawab akan konservasi dan pelestarian. Sekaligus juga memamfaatkan keragaman hayati, budaya dalam kawasan Gunung Rinjani.

Selain itu penobatan ini tentunya akan mendatangkan banyak intensif sekaligus tantangan baru bagi pengelolaan taman Rinjani. Pasalnya gunung yang berlokasi di Lombok ini akan makin banyak dikenal dunia, bahkan akan dimuat dalam website dan semua bahan informasi UNESCO.

Menyepi di Pantai Mawun, Lombok Tengah

Mengutip dari Tagar, mulai tahun 1985, pemerintah NTB juga telah memulai membiakkan ikan di danau. Sekarang danau ini menjadi rumah bagi jutaan ikan nila dan ikan mas, Segara Anak pun sekarang terkenal menjadi tempat populer untuk memancing.

Selain itu Segara Anak pada 1980 an ditemukan beragam satwa liar, seperti monyet daun hitam dan monyet hitam jambul. Namun semakin banyaknya pendaki yang masuk ke kawasan danau, membuat spesies ini menghilang.

Pada 1998, Segara Anak juga pernah diabadikan pada uang kertas dengan pecahan sepuluh ribu rupiah. Danau kawah ini seperti halnya yang jamak terjadi di dunia, muncul dari proses penuh kekerasan, namun dia tetap mempesona.

Di sekitar Danau Segara Anak para wisatawan juga bisa menjumpai sumber air panas dengan tingkat yang berbeda-beda. Mereka bisa berendam sepuasanya dengan aman atau hanya mencelupkan kaki ke dalam sumber air panas itu.

Sementara itu panorama keindahan Gunung Rinjani pun akan tetap menemani. Karena kesatuan dari dua tempat ini, Danau Segara Anak dan Gunung Rinjani akan disatukan menjadi wujud alam yang menakjubkan.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

RK
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini