Indonesia Masuk Jajaran Negara Pemilik Taman Nasional Terbanyak di Dunia

Indonesia Masuk Jajaran Negara Pemilik Taman Nasional Terbanyak di Dunia
info gambar utama

Keanekaragaman hayati yang ada sudah sepatutnya dijaga kelestariannya oleh seluruh individu, lembaga terkait, hingga pemerintah. Kewajiban tersebut merupakan tanggung jawab seluruh pihak demi mencegah kepunahan dan melindungi bumi.

Bentuk upaya pelestarian yang dimaksud salah satunya dapat dilakukan dengan kawasan konservasi yaitu menyediakan taman nasional, di mana menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merupakan kawasan pelestarian alam yang dikelola, dimanfaatkan untuk kegiatan ilmu pengetahuan, pendidikan dan pelatihan, serta rekreasi dan pariwisata.

Lebih lanjut, mengenai kawasan konservasi juga telah tertuang dalam Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.56/Menhut-II/2006, yang menjelaskan bahwa taman nasional adalah kawasan pelestarian alam, baik daratan maupun perairan yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya, pariwisata dan rekreasi.

Setelah memindai beberapa definisinya, dapat tergambarkan peran utama yang dimiliki taman nasional yakni menjaga keseimbangan ekosistem dan melindungi sistem penyangga kehidupan, serta sebagai sarana penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Berkaitan dengan hal tersebut, Safaris Africana merilis laporan mengenai negara-negara pemilik taman nasional terbanyak di dunia. Di mana setidaknya terdapat 10 negara pemilik taman nasional terbanyak, salah satunya Indonesia.

Taman Nasional Alas Purwo Kembali Menyambut Kunjungan Wisatawan Mulai 13 September 2021

Negara pemilik taman nasional terbanyak

Negara pemilk taman nasional terbanyak | GoodStats
info gambar

Australia tercatat sebagai negara pemilik taman nasional terbanyak di dunia dengan koleksi mencapai 685. Banyaknya jumlah taman nasional tersebut dipengaruhi oleh wilayah Australia yang tergolong luas mencapai 7.741.220 kilometer persegi (km2).

Salah satu taman nasional di Australia yang terkenal akan keindahannya adalah Great Barrier Reef Marine Park atau deretan terumbu karang terbesar di dunia dengan luas 344.400 km2.

Negeri Gajah Putih, Thailand, menempati posisi berikutnya dengan 147 taman nasional. Kemudian, India memiliki 116 taman nasional. Brasil dan Israel masing-masing memiliki 72 taman nasional dan 69 taman nasional.

Indonesia sendiri masuk jajaran negara pemilik taman nasional terbanyak di dunia dengan menempati peringkat ke-9. Koleksi taman nasional di Indonesia tercatat sebanyak 54 yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.

Sebagian besar taman nasional di Indonesia berada di Pulau Jawa dan Bali dengan koleksi 13, kemudian Pulau Sumatra dengan koleksi 10, sementara paling sedikit berada di Pulau Papua dengan koleksi 3 taman nasional.

Meskipun memiliki koleksi yang tergolong minim, namun Pulau Papua menjadi rumah bagi salah satu taman nasional paling terkenal di Indonesia, yaitu taman nasional Lorentz. Taman nasional ini dikenal memiliki beragam catatan dan keunikan, salah satunya dinobatkan sebagai taman nasional terbesar di Asia Tenggara oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization atau UNESCO.

Menurut indonesiabaik.id, predikat tersebut diperoleh setelah menimbang luas area Taman Nasional Lorentz yang mencapai 2.505.600 hektare, sesuai dengan surat penunjukan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 154/Kpts-II/1997.

Selanjutnya, UNESCO juga menyinggung bahwa Taman Nasional Lorentz merupakan satu-satunya kawasan lindung di dunia yang menggabungkan transek utuh dan berkelanjutan dari lapisan salju ke lingkungan laut tropis, dan juga lahan basah dataran rendah yang luas.

“Ini adalah satu dari tiga wilayah tropis di dunia yang memiliki gletser dan mosaik sistem daratan, dari puncak gunung yang tertutup salju hingga lahan basah dataran rendah yang luas dan daerah pesisir,” ungkap UNESCO, melansir mongabay.co.id.

Selain UNESCO, World Wide Fund for Nature (WWF) juga menetapkan Taman Nasional Lorentz Papua sebagai kawasan konservasi terluas dan memiliki ekosistem terlengkap di Asia Pasifik.

Dengan menyandang label sebagai Daerah Burung Endemik atau Endemic Bird Area (EBA), selain memiliki 45 spesies burung sebaran terbatas dan sembilan spesies burung endemik, Taman Nasional Lorentz juga melindungi ragam spesies lainnya yang berada di Papua termasuk 1.200 tumbuhan berbunga, 123 spesies mamalia, 411 spesies burung, dan 150 spesies reptil dan amfibi.

Taman Nasional Lorentz merupakan satu dari sekian taman nasional di Indonesia yang memiliki keunikan, keindahan, dan memiliki manfaat bagi ekosistem makhluk hidup di dalamnya.

Fungsi taman nasional yang memiliki banyak manfaat

Taman Nasional Alas Purwo © Agus Sudharnoko Shutterstock
info gambar

Taman Nasional sangat penting keberadaannya dikarenakan luas daerah perhutanan semakin sempit. Tindakan yang tidak bertanggung jawab dengan menebang atau melakukan pembakaran hutan oleh telah membawa beberapa spesies flora dan fauna menuju kepunahan.

Oleh karena itu, taman nasional perlu dibentuk dan dilindungi seperti halnya kita melindungi hutan agar dapat merasakan manfaat hutan lindung bagi keberlangsungan setiap kehidupan. Mengutip dari buku Taman Nasional dan Ekowisata (2019) karya Bhayu Rahma, berikut sederet fungsi taman nasional:

1. Pelestarian keanekaragaman hayati

Fungsi pelestarian keanekaragaman hayati ini meliputi pemberian sumber daya gen, melindungi spesies, menjaga keanekargaman ekosistem, dan mendukung proses evolusi.

2. Pelestarian proses ekologis

Fungsi pelestarian proses ekologis meliputi perbaikan dan pengedaran nutrisi, pembentukan tanah, sirkulasi dan pembersihan udara dan air, mendukung udara global, memberikan keseimbangan air, memberikan oksigen, dan menyerap karbondioksida.

Fungsi dari pelestarian sumber air ini meliputi pengendalian erosi, reduksi banjir lokal, dan regulasi aliran sungai.

3. Fungsi konsumsi

Fungsi konsumsi merujuk pada pemanfaatan taman nasional oleh masyarakat sekitar. Misalnya, masyarakat memperoleh kayu bakar dan makanan untuk menunjang kebutuhan hidup mereka. Pemanfaatan ini hanya bisa dilakukan di zona pemanfaatan.

4. Penelitian dan pendidikan

Fungsi penelitian dan pendidikan merujuk pada studi mengenai sejarah alam dan keanekaragaman hayati di suatu wilayah. Adapun manfaat dari fungsi penelitian ini yaitu refleksi, identitas, kontinuitas, dan lekatan.

5. Fungsi rekreasi

Fungsi rekreasi ini merujuk pada fungsi taman nasional yang digunakan untuk tempat wisata. Tempat wisatanya biasanya berbentuk ekowisata.

6. Penyangga bencana

Fungsi penyanggga bencana berhubungan dengan taman nasional yang berada di lokasi rawan bencana. Misalnya, Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru sebagai daerah penyangga apabila terjadi erupsi vulkanis. Sebagai daerah penyangga, taman nasional mampu meminimalisasi kerusakan yang diakibatkan oleh bencana alam sekaligus mengurangi korban jiwa.

Ancaman Sampah di Taman Nasional Lorentz Hingga Puncak Carstensz

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dinda Aulia Ramadhanty lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dinda Aulia Ramadhanty.

DR
IA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini