Bertahan di Masa Pandemi, Inilah Evolusi dan Inovasi Para Wirausahawan Muda

Bertahan di Masa Pandemi, Inilah Evolusi dan Inovasi Para Wirausahawan Muda
info gambar utama

Mengusung tagline Right Person, Right Idea,Right Journey, program Perwira (Pemuda Wirausaha) diselenggarakan pada tahun ini. Program Perwira merupakan platform ekosistem yang mempertemukan wirausaha muda dengan para advisor dan mentor, untuk mendapatkan journey yang tepat dalam mengembangkan usaha.

Program ini mencari pemuda wirausaha yang bergerak di lima sector utama, yaitu health, industry, educationindustry, agro industry, public service serta creative industry.

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa timur (Jatim) , Emil Elestianto Dardak mengungkapkan harapan terkait kegiatan inkubasi tersebut. Dirinya berharap kegiatan ini bisa menjadi tempat para wirausaha muda untuk belajar dan menempa diri dengan pendampingan intensif oleh para advisor dan mentor.

"Tujuan utamanya adalah membantu para pemuda wirausaha untuk menemukan journey yang tepat," kata Emil yang dikabarkan Jatimnet, Rabu (1/12/2021).

Emil juga menekankan, pemuda wirausaha yang dicari tidak hanya yang sukses secara material. Tetapi juga bisa membangun bisnis secara berkualitas, memiliki passion, serta mampu menjawab permasalahan yang ada saat ini.

Bagi Emil menjalankan sebuah bisnis tidak hanya berbicara keuntungan, karena banyak bisnis mendapat profit sedikit namun mampu memperdayakan masyarakat sekitar. Karena itu dirinya mendorong para pemuda wirausaha memiliki cita-cita besar, bukan hanya bertujuan materi tetapi memberikan value dan impact kepada masyarakat.

Pasalnya menjalankan suatu bisnis, tentunya tidak semua berjalan sesuai dengan rencana. Pasang surut keadaan dan beragam masalah akan menantang setiap pebisnis yang ingin tetap bertahan untuk berlayar.

Memiliki modal yang besar dan jaringan luas tidak menjamin suatu bisnis bisa terus bertahan melewati setiap zaman. Beragam cerita bisnis telah membuktikan bagaimana satu persatu raksasa industri berjatuhan karena tidak berinovasi.

Pendemi Covid-19 telah mengakselerasi para pemain industri agar segera sadar dengan perubahan yang terjadi. Beberapa sudah sadar lalu menatap masa depan, sebagian tetap mempertahankan gaya lama sembari berharap semesta mendukung mereka.

Mohamad Rizqo Palefi seorang pengusaha kuliner dengan merek Fondre sadar betul bahwa inovasi sangat penting agar produknya bisa berbeda dengan yang lain. Dirinya bisa memadukan produk cokelat dengan rasa manis dengan edamame yang merupakan hidangan asin.

Inovasi Boxset Makanan dengan Tip Masak, Dodik Setyawan: Semua Perempuan Bisa Memasak

Sejak tahun 2014, dirinya telah membuat produk suwar-suwir yang memadukan antara cokelat dengan isian dodol tape. Walau awalnya diterima masyarakat, setelah berjalannya waktu permintaannya makin menurun.

Sejak itu, dia mulai melakukan inovasi dengan beragam produk yang bisa dipadukan bersama cokelat. Pada 2015, Palefi lalu menemukan edamame dan market-nya bagus.

"Dari yang awalnya ada beberapa varian rasa akhirnya kita discontinue dan fokus ke edamame. Namanya juga awalnya Jember Cokelat tetapi kemudian diganti menjadi Fondre," urainya saat dihubungi oleh Good News From Indonesia.

Upaya inovasi agar bisa relevan dengan kondisi dan kebutuhan juga dilakukan oleh Rozaqul Anam. Pria berusia 24 tahun ini bersama dua orang temannya membuat aplikasi bernama Paktukang.

Paktukang merupakan layanan di bidang jasa konstruksi dan bangunan sederhana yang mempermudah pekerja bangunan ketika kesulitan mencari pekerjaan dan masyarakat atau pihak yang ingin melakukan pembangunan namun kesulitan mencari tenaga pertukangan.

“Kita menangkap problem ternyata masih banyak tukang yang menanyakan pekerjaan, dan mengalami kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan sehingga menganggur. Akhirnya terpikir mengapa kita tidak buat platform penyalur tenaga kerja tukang saja, dan Alhamdulilah akhirnya berjalan sampai sekarang” jelas Anam.

Sadar banyak pesaing pada bisnis serupa, membuat Paktukang terus melakukan inovasi. Salah satunya adalah meluncurkan layanan RAB (Rencana Anggaran Biaya).

Layanan ini dianggap menjadi jawaban atas keluhan konsumen yang kerap mengalami kerugian dalam hal biaya ketika membangun rumah dan sebagainya. Paktukang juga berencana akan menyuplai bahan material dari toko yang sudah diseleksi dan menjalin kemitraan dengan mereka.

Berikan pengalaman berkesan kepada konsumen

Semangat lain ditunjukan oleh Amirul Muttaqin ketika mengelola usaha peternakkan sapi bernama Pukid Pujon Kidul. Tidak hanya berinovasi, dirinya juga memadukan antara perternakkan sapinya dengan desa wisata.

Pria yang kerap disapa dengan panggilan Kang Ilun ini mengembangkan tempat tinggalnya di Desa Pujon Kidul sebagai destinasi tempat wisata. Kemudian menjadikan usaha peternakannya sebagai salah satu elemen untuk mendukung Desa Wisata Pujon Kidul.

Dirinya kemudian mendirikan pusat edukasi agroindustri hingga menciptakan produk olahan dari hasil peternakan. Selain itu ada juga beragam atraksi, seperti memberi pakan sapi, membuat biogas, proses pemerahan sapi yang tentunya sebagai daya tarik wisata.

"..Menjadi sebuah brand Desa Pujon kidul juga, di mana tamu wisata ketika datang ke desa kami pasti ingat produk kami, begitu juga sebaliknya mereka melihat produk kami pasti ingat desa wisata Pujon Kidul," jelasnya.

Tentunya usaha peternakan yang telah turun menurun ini perlu melakukan inovasi agar relevan dengan zaman. Apalagi banyak kompetitor serupa dalam bidang bisnis pengelohan susu dan peternakan.

Karena itu Kang Ilun tidak henti-hentinya melakukan inovasi setiap tahun. Beberapa inovasi bahkan telah mencapai 70 persen, salah satunya adalah inovasi tempat edukasi.

Rintis Agroindustri untuk Desa Wisata Pujon Kidul, Amirul Muttaqin: Inovasi Itu Penting

Kang Ilun menyadari bahwa transformasi dalam produk usaha sangat penting untuk menarik banyak konsumen. Namun dirinya berprinsip, saat konsumen nyaman ketika berkunjung ke desa wisata akan membuat bisnisnya tetap diingat oleh publik.

Semangat agar bisa memberikan kenyaman kepada konsumen juga dilakukan oleh Dodik Setyawan saat merintis usaha Raja Sayur. Dirinya memiliki konsep setiap konsumen mendapat pengalaman menarik ketika membeli makanan.

Salah satu pengalaman yang ditawarkan adalah bisa memasak sendiri makanan yang dipesan. Raja Sayur memang bertujuan agar setiap perempuan bisa merasakan sensasi memasak yang sulit dilakukan karena beragam kendala.

Dodik yang memulai usahanya di Magetan, Jawa Timur (Jatim) sejak tahun 2019 ini yakin bahwa setiap perempuan bisa memasak. Selain itu juga mempermudah keluarga agar bisa mendapatkan makanan yang sehat tanpa perlu repot-repot keluar rumah.

"Misalnya kaum perempuan yang sibuk bekerja atau ibu-ibu yang bingung masak apa. Kita siapkan produk yang siap dimasak dengan cara masaknya, bisa langsung cemplung. Prinsipnya masak sayur semudah masak mi instan," tutur pria berumur 30 tahun ini.

Hingga kini mereka telah memiliki 90 menu masakan dari beragam daerah di Nusantara. Dari setiap menu ini, banyak feedback positif yang didapat ketika konsumen mempraktekannya di rumah masing-masing.

Bisnis yang peduli akan kepentingan lingkungan

Bisnis juga perlu memikirkan kepentingan kelestarian lingkungan, pasalnya tidak sedikit usaha yang malah mengorbankan alam dan lingkungan hanya demi keuntungan usaha.

Salah satu yang menjadi permasalahan pelik di Indonesia adalah sampah makanan atau food waste. Tercatat pembuangan limbah makanan berlebih ini menjadi masalah besar dan berdampak buruk bagi lingkungan.

Bedasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 2020 menyatakan masalah sampah makanan menjadi sampah terbanyak yang timbul, yaitu 39,8 persen dari seluruh jenis sampah yang dihasilkan oleh masyarakat Indonesia.

Melihat hal ini mendorong pemuda bernama Marsel Tansil Tungka untuk mendirikan usaha bernama Yumm.It yang merupakan aplikasi realisasi gerakan zero food waste untuk membantu menjual makanan berlebih dengan harga diskon 30-50 persen dengan estimasi waktu sebelum tutup.

Setelah mendirikan Yumm.It, Marsel mulai mengetahui banyak tempat penjualan makanan, mulai dari restoran, toko roti, hotel, dan supermarket menjadi sumber dari stok makanan berlebih. Hal ini berpotensi menjadi food waste karena tidak laku terjual kemudian menjadi sampah.

Di mulai dari tahun 2020 ketika melaunching aplikasi, walau beriringan dengan pandemi tidak menghentikan semangat dirinya untuk berbisnis. Hingga 2021 mereka pun mulai mengikuti perlombaan start up yang ada mulai dari skala nasional bahkan skala internasional.

"Sampai sekarang kami sangat senang bisa menolong lebih dari tiga ton makanan yang berpotensi menjadi food waste," ucapnya bangga.

Inovasi Produk Cokelat Edamame, Rizqo Palefi: Kami Ingin Jadi Trendsetter Olahan Edamame

Beragam permasalahan yang terjadi di masyarakat, seharusnya menjadi ide dari lahirnya sebuah usaha. Hal inilah yang dipikirkan oleh Hasyim Ali Shahab ketika mendirikan bisnis Pakar Pangan.

Dirinya melihat banyak peternak ikan ataupun unggas kesulitan dalam mendapatkan pakan murah. Karena itu, dirinya bersama temannya, Muhammad Ghofur memulai bisnis budidaya maggot atau black soldier fly (bsf).

Maggot menjadi budidaya yang sedang naik daun belakangan ini, pasalnya banyak yang mencarinya sebagai pakan alternatif. Selain harganya yang murah, tentunya kualitasnya yang cukup baik.

Keunggulan lain dari budidaya maggot adalah pengaplikasian teknologi produksinya yang cukup mudah dilakukan. Apalagi beragam olahan maggot pun bisa diturunkan ke berbagai industri lain sehingga tetap menguntungkan.

Salah satunya maggot bisa digunakan untuk pengolahan limbah organik, karena 750 kg maggot BSF dapat mengurai sekitar 2 ton sampah hanya dalam waktu sekitar 2 hingga 3 minggu saja.

Tentunya ini lebih efektif dibandingkan pengolahan limbah organik dengan metode kompos. Budidaya maggot cukup membantu karena akan mengurangi sampah rumah tangga yang biasanya dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Hingga kini Rantai Pakan telah memulai bekerjasama dengan pesantren di daerah Jatim dan juga Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Memang, baik pesantren dan Bumdes memiliki limbah dapur yang cukup banyak.

Karena itu dirinya berharap banyak pemain baru dalam bisnis maggot sehingga terus melahirkan inovasi dan memperkaya produk dari maggot. Karena itu, beragam inkubasi yang ditawarkan baik oleh perusahaan dan pemda sangat membantu pelaku usaha baru.

"Akses yang diberikan untuk berhubungan dengan pemerintah dengan investor dampaknya sangat positif terhadap perkembangan start up," pungkasnya.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

RK
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini