Patung Jokowi Naik Motor Karya Nyoman Nuarta Siap Dipajang di Mandalika

Patung Jokowi Naik Motor Karya Nyoman Nuarta Siap Dipajang di Mandalika
info gambar utama

Ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Timur, memang sedang jadi topik pembicaraan hangat belakangan ini. Pasalnya perhelatan kejuaraan balap motor bergengsi ini akan diselenggarakan di negeri sendiri pada bulan Maret mendatang.

Tentunya penyelenggaraan MotoGP di Tanah Air memberikan kebanggan tersendiri bagi masyarakat Indonesia.

Selain soal pembangunan sirkuit dan kedatangan para pebalap ke Lombok, ada satu hal lain yang mencuri perhatian, yaitu pembuatan patung Presiden Jokowi yang sedang mengendarai sepeda motor dan rencananya akan dipamerkan di Sirkuit Mandalika.

Adalah I Nyoman Nuarta, nama seniman asal Bali yang membuat patung tersebut. Namanya sebagai pematung memang sudah tak asing lagi.

Seniman lulusan seni rupa Institut Teknologi Bandung ini dikenal lewat beberapa mahakarya seperti Patung Fatmawati Soekarno, Monumen Jalesveva Jayamahe, Monumen Proklamasi Indonesia, dan Monumen Garuda Wisnu Kencana (GWK).

Nyoman kini menetap di Bandung dan memiliki sebuah galeri seni patung sekaligus tempat proses pembuatan patung bernama Nuart Sculptur Park.

Sejak tiga minggu terakhir, ia mengunggah beberapa foto dan video di akun Instagram pribadinya yang berisi proses pembuatan patung Jokowi. Ia memperlihatkan proses mematung dari mulai bagian kepala dan wajah Jokowi hingga pembuatan motor.

Bagaimana proses pembuatan patung tersebut dan fakta menarik apa saja yang ada di balik pengerjaannnya? Berikut penjelasannya:

Pebalap MotoGP Tiba di Mandalika, Ada yang Borong Kartu Perdana dan Powerbank

Inspirasi di balik pembuatan patung Jokowi

Membuat patung pengendara sepeda motor memang bukan sesuatu yang baru bagi Nyoman. Sebelumnya ia sudah pernah membuat patung sejenis dan saat ini disimpan di Beijing. Namun, tentunya kesempatan untuk membuat patung presiden naik motor baru pertama kali ia lakukan.

Menurut Nyoman, presiden naik motor adalah sesuatu yang unik dan membuatnya antusias mengerjakan proyek ini.

Pada awalnya, ia dihubungi oleh Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Diana Kusumastuti. Nyoman memang diminta untuk membuat patung di pintu gerbang Sirkuit Mandalika yang bertepatan dengan ajang MotoGP pada bulan Maret 2022.

"Saya ditelepon oleh bu Dirjen Cipta Karya. Katanya di Mandalika perlu ada patung di pintu gerbangnya. Saya pikir kan di situ tempat balapan motoGP, dan Pak Jokowi hobinya naik motor, jadi cocok,” ujar Nyoman kepada Kompas.com.

Patung tersebut oleh Nyoman diberi nama Speed yang berkaitan dengan slogan ala Jokowi yaitu Gas Pol dan menggambarkan motor yang sedang melesat. Patung Jokowi tersebut akan dibuat dengan tinggi 5 meter dan panjangnya 6-7 meter.

Bisa dibilang ukurannya dua kali lipat objek aslinya supaya dapat terlihat dari jarak pandang tertentu dan terlihat jelas di alam terbuka.

"Pak jokowi ini terkenal dengan Gas pol jadi saya kaitkan ke sana. Beliau kan bukan main ya pergerakannya, luar biasa. Saya kagum lihat orang yang begitu kuat di masa pandemi, tetap bergerak ke daerah mana-mana.”

Untuk patung motornya sendiri meniru sepeda motor yang biasa digunakan Jokowi yaitu Kawasaki W175 custom dengan tulisan RI-1. Sementara itu Patung Jokowi yang dibuat Nyoman mengenakan jaket bertema G20.

Rancangan dari patung ini terinspirasi dari momen Jokowi meninjau Sirkuit Mandalika. Saat itu diketahui sang presiden mengendarai motor Kawasaki W175 custom.

"Saya copy persis (momen) Presiden Jokowi melesat pakai motor itu, sesuai pembangunan dia yang melesat. Jadi, ada korelasi antara patung dengan usaha beliau terhadap Indonesia," kata Nyoman, seperti dikutip CNNIndonesia.com.

Dikerjakan dalam waktu tiga minggu

Berhubung ajang MotoGP 2022 di Mandalika segera dimulai, waktu mengerjakan patung ini pun tergolong singkat. Bahkan, Nyoman telah berhasil menyelesaikan patung dalam waktu tiga minggu saja.

Tentunya ini merupakan waktu yang sangat singkat mengingat segala detail yang dibuat dalam keseluruhan patung.

"Sekarang sudah 75 persenan, dalam waktu tiga minggu. Sebenarnya karya seni itu bukan cepat-cepatan, tapi bagus-bagusan. Nah, ini cepat dan bagus, makanya kalau jelek tidak usah dipasang, daripada bikin malu kan. Waktu singkat itu bukan halangan, kita sudah terbiasa kerja maraton seperti ini," jelas Nyoman.

Di Instagram, Nyoman juga menyebut bahwa ia sedang memulai proses patina, yaitu tahapan penyelesaian warna dengan bahan kimia supaya warna kehijauan yang diharapkan dapat keluar.

"Karena kalau logam di alam itu biasanya 15 tahun warnanya berubah, apalagi di pinggir laut khawatir jelek, jadi kami patina aja,” jelasnya.

Dalam pengerjaannya, patung dibuat dengan menggunakan material anti karat, terutama karena lokasi penempatan patung yang tak jauh dari pantai. Pemilihan material diputuskan agar tidak mudah berkarat seperti stainless steel, tembaga, dan kuningan anti karat.

Sementara itu, untuk warnanya dipilih hijau kebiruan karena menyesuaikan dengan lokasi pinggir laut dan memang sengaja tidak dibuat warna hitam karena lama-kelamaan akan tampak kotor.

Setelah rampung secara menyeluruh, patung akan dikirim dari Bandung dengan dua hari perjalanan menggunakan truk dan sekitar 3-4 hari lewat laut sampai ke Sirkuit Mandalika.

Mengintip Desa Bonjeruk, Destinasi Wisata Dekat Sirkuit Mandalika

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

DA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini