Jadi Bagian dari Sejarah, Ini Deretan Hal Menarik Sepanjang MotoGP Mandalika 2022

Jadi Bagian dari Sejarah, Ini Deretan Hal Menarik Sepanjang MotoGP Mandalika 2022
info gambar utama

Sekitar setahun belakangan, ada begitu banyak berita mengenai ajang MotoGP Mandalika atau Pertamina Grand Prix Of Indonesia. Ajang MotoGP Mandalika ini menjadi momen paling diminati dan membuat masyarakat begitu bersemangat.

Apalagi penyelenggaraannya juga diadakan di sirkuit baru yang dibangun di daerah Destinasi Pariwisata Super Prioritas yaitu Mandalika.

Tak hanya masyarakat, pemerintah pun tentunya ikut bersemangat mendukung kelancaran acara ini. Ada harapan besar dengan terselenggaranya ajang tersebut dapat mempercepat agenda pemulihan ekonomi nasional.

Acara bergengsi tersebut kini telah usai diselenggarakan pada 18-20 Maret 2022 lalu di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Menjadi tuan rumah perhelatan internasional memang membanggakan, tetapi juga menjadi pekerjaan yang tidak mudah karena butuh persiapan matang agar semua sesuai berjalan lancar.

Meski MotoGP Mandalika 2022 telah resmi berakhir, acara ini akan selalu dikenang di hati masyarakat Indonesia dan menjadi bagian dari sejarah yang berharga bagi bangsa ini. Apalagi ini merupakan kali kedua Indonesia jadi tuan rumah MotoGP setelah yang pertama diadakan 25 tahun lalu.

Begitu banyak peristiwa menarik sepanjang acara tersebut berlangsung dan berikut rangkuman Pertamina Grand Prix Of Indonesia:

MotoGP dalam Balutan Kehadiran Putri Mandalika yang Tak Pernah Ingkar Janji

Persiapan sarana dan prasarana di Mandalika

Penyelenggaraan MotoGP tak lepas dari pembangunan Pertamina Mandalika International Street Circuit yang diperkirakan menelan biaya hingga Rp1,2 triliun.

Pembangunan sirkuit sudah dilaksanakan sejak September 2019 dari pekerjaan tanah, pelebaran dan penataan jalan menuju Mandalika, penghijauan, pembuatan jalur lintasan, paddock, service road, pembuatan saluran drainase, tribun, pusat medis, dan berbagai fasilitas penunjang.

Selain persiapan pembangunan sirkuit, pemerintah juga menyiapkan hal lain termasuk urusan transportasi dan akomodasi. Untuk transportasi, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan telah menyiapkan rute domestik dengan total 79.603 tempat duduk untuk periode 12-20 Maret 2022.

Ada pula pelayanan angkutan penyeberangan menggunakan Long Distance Ferry dari beberapa titik. Sedangkan untuk mempermudah mobilitas penonton ke area sirkuit, Kemenhub juga menyiapkan sebanyak 278 unit bus antarmoda yang terdiri dari 27 unit bus besar, 70 unit bus sedang, dan 181 unit bus kecil yang siap mengantar penonton dari berbagai titik.

Sementara dari sisi akomodasi, Dinas Pariwisata NTB mengatakan bahwa sebanyak 22.452 unit kamar penginapan siap menampung penonton MotoGP di Mandalika.

Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut juga menyiapkan penginapan terapung dengan kapasitas hingga 1.500 tempat tidur di KM Kelud sebagai antisipasi lonjakan penonton.

Kemenparekraf dan Kementerian PUPR juga bekerja sama menyiapkan beberapa alternatif pilihan akomodasi untuk penonton MotoGP, seperti 89 Sarhunta di Gili Trameno, rumah susun, hingga bumi perkemahan di tepi pantai.

Intip Panduan Lengkap Menonton Pertamina Grand Prix Of Indonesia di Mandalika

Kemeriahan momen seremonial dan ritual penyambutan

Penonton MotoGP Mandalika | Febriansyah TP/GNFI
info gambar

Sebelum acara berlangsung, euforia MotoGP ini terasa semakin nyata dengan diadakannya parade seremonial. Pada Rabu (16/3/2022), 20 pembalap MotoGP melakukan parade iring-iringan dari Istana Merdeka Jakarta hingga Hotel Kempinski.

Ini juga menjadi momen langka di mana para pembalap langsung bertemu dengan Presiden suatu negara yang menjadi tuan rumah dan melakukan parade seremonial di jalanan ibu kota.

Ada juga seremonial ala militer di area pit lane lengkap dengan seperangkat alat musik marching band dan yang membuat penonton di tribun ikut berdiri dan bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, termasuk Presiden Jokowi.

Selain seremonial di Jakarta, sekelompok masyarakat dari Dusun Ebunut, Desa Kuta, Lombok Tengah NTB, juga menggelar ritual doa untuk memohon keselamatan bagi bagi para pembalap yang akan berlaga.

Ritual bernama Bejambek tersebut dilakukan masyarakat dengan membawa sesajian makanan atau dulang beronjok yang terdiri dari rengginang dan makanan tradisional lain. Pada ritual ini, masyarakat berdoa agar acara bisa berjalan lancar.

Uniknya, penyelenggaraan MotoGP Mandalika ini juga bersamaan dengan dilaksanakannya tradisi bau nyale. Bau nyale merupakan salah satu tradisi masyarakat Sasak yang menjadi suku terbesar di Pulau Lombok.

Dalam bahasa Sasak, bau berarti menangkap dan nyale adalah cacing laut. Sesuai namanya, tradisi ini dilakukan dengan menangkap cacing laut dan sudah jadi budaya peninggalan leluhur.

Sebelumnya, para tokoh adat juga mengadakan acara Sangkap Warige atau musyawarah yang dilakukan setiap tahun untuk menentukan puncak tradisi bau nyale di Pantai Selatan Lombok.

Menurut Wakil Bupati Lombok Tengah, H.M Nursiah, Sangkap Warige dilakukan dengan mengacu pada tanda-tanda alam, misalnya bunyi tengkere, binatang towot, dan penanggalan Sasak.

Kilas Balik Progres Pembangunan Pertamina Mandalika International Street Circuit

Mereka yang merasakan berkah dari MotoGP

Penonton MotoGp Mandalika | Febriansyah TP/GNFI
info gambar

Membahas soal MotoGP tak hanya soal kemeriahan saja, tetapi juga dampak acara tersebut bagi masyarakat, salah satunya dari sisi perekonomian.

Ajang ini bukan hanya jadi tempat unjuk kemampuan bagi para pembalap, tetapi juga membawa berkah bagi masyarakat. Menurut keterangan Menparekraf Sandiaga Salahudin Uno, total pendapatan dari 300 pelaku UMKM meningkat hingga Rp1,2 miliar.

Mansyur Dinadin, seorang petugas kebersihan di Sirkuit Mandalika juga ikut merasakan berkah dari acara ini. Jika pada gelaran WSBK tahun lalu bayarannya Rp180 ribu per hari, di ajang MotoGP honornya naik menjadi Rp250 ribu per hari.

Berkah MotoGP juga dirasakan oleh Rian, seorang tukang parkir di area Bukit Rangkap. Dengan menjaga lahan yang dapat menampung 100 motor, ia mematok tarif parkir Rp5 ribu dan mengaku bisa mendapatkan uang sampai Rp500 ribu per hari.

Ada lagi cerita dari Baiq Irma sebagai pemilik Dapur Nanet yang mengatakan bahwa dagangannya laris selama MotoGP. Ia juga merasa senang dengan kemudahan yang diberikan pemerintah, misalnya seperti stand berjualan gratis.

Begitu juga dengan Baiq Komariah, pemilik usaha Sate Pusut Ayam Mandiri yang bisa menjual 500 kotak per hari selama acara tersebut berlangsung. Padahal, selama pandemi ini ia mengaku usahanya tidak banyak berproduksi.

Selain pedagang makanan, Yayan sebagai penjual oleh-oleh juga panen rezeki. Ia berjualan kaus dan topi bertemakan Mandalika yang dijual dengan harga Rp100 ribu untuk tiga item. Meski berjualan di luar sirkuit, ia mengatakan barang dagangannya laku sampai 200 buah.

Euforia MotoGP Mandalika, Keramaian Parade Seremonial dan Berkah Bagi Masyarakat Lokal

Hasil balap MotoGP Mandalika 2022

Kelas Moto3 di MotoGP Mandalika © Febriansyah TP/GNFI
info gambar

Rangkaian acara MotoGP Mandalika 2022 ini terdiri dari beberapa tahapan, dimulai dari free practice atau latihan (FP), kualifikasi (QP/Q), warming up atau pemanasan (WUP), dan sesi balap (race). Pun terdiri dari beberapa kelas seperti IATC, Moto3, Moto2, dan MotoGP.

Untuk IATC, Hakim Danish berhasil naik podium tertinggi dan menjadi yang tercepat untuk ke-2 sesi sekaligus. Gun Mie berhasil menyabet podium kedua dan podium ke-3 diisi oleh Shinya Ezawa. Sedangkan pembalap Indonesia, Reykat Yusuf Fadillah, finis di posisi ke-7.

Untuk Moto3, pembalap Leopard Racing, Dennis Foggia sukses merebut kemenangan dan posisinya diikuti oleh pembalap GASGAS Aspar Team, Izan Guevara kemudian pembalap CFMoto Racing PrustelGP, Carlos Tatay.

Pada balapan kelas Moto2, peringkat lima besar diperoleh Somkiat Chantra (Idemitsu Honda Team Asia), Celestino Vietti (Mooney VR46 Racing Team), Aron Canet (Flexbox HP40), Sam Lowes ( Elf Marc VDS Racing), dan Augusto Fernandez (Red Bull KTM Ajo).

Adapun untuk kelas MotoGP, dimenangkan oleh Miguel Oliveira (Red Bull KTM), disusul oleh Fabio Quartararo (Monster Yamaha), Johann Zarco (Pramac Ducati), Jack Miller (Ducati Lenovo), dan Alex Rins (Suzuki Ecstar).

Serba-Serbi Pawang Hujan, Kisah 'Orang Sakti' yang Bermain dengan Alam

Yang unik di MotoGP Mandalika 2022

Marquez setelah mengalami crashing | Febriansyah TP/GNFI
info gambar

Selain hal-hal yang sudah disebutkan, masih ada beberapa kisah unik dari ajang MotoGP Mandalika. Misalnya, penonton diizinkan menggelar tikar atau membawa kursi sendiri untuk menonton balapan. Hal ini pun dibenarkan oleh Samsul Purba, selaku Direktur Teknik dan Operasi MGPA.

Menurut Samsul, penonton memang boleh membawa tikar atau kursi dan hanya berlaku bagi penonton dengan tiket kelas festival (general admission) yang memang non-seating alias tidak disediakan tempat duduk dan tak beratap.

Hal unik lain yang bisa ditemukan di Sirkuit Mandalika adalah patung Jokowi yang dipasang di pintu gerbang masuk menuju sirkuit.

Patung bernama Speed tersebut dibuat oleh seniman Nyoman Nuarta dan menyerupai Jokowi sedang naik motor Kawasaki W175 custom dengan tulisan RI-1. Ukurannya sendiri dibuat dengan tinggi 5 meter dan panjangnya 6-7 meter.

Tentunya tak lupa dengan kemunculan sesosok pawang hujan di gelaran MotoGP Mandalika. Pawang hujan yang kemudian viral di media sosial itu bernama Raden Rara Isti Wulandari. Ia muncul di area pit lane saat hujan deras sambil membawa benda seperti cawan dan tongkat, kemudian tampak membacakan sesuatu.

Setelah Rara selesai dengan ritualnya, hujan deras pun berhenti sehingga balapan bisa dimulai kembali setelah sebelumnya sempat ditunda karena hujan.

Hasil Balap dan Ragam Cerita Besar di Balik MotoGP Mandalika

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

DA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini