Tangani Sampah Laut dengan AI, Pelajar Indonesia Menangkan Kompetisi Global Microsoft

Tangani Sampah Laut dengan AI, Pelajar Indonesia Menangkan Kompetisi Global Microsoft
info gambar utama

Pelajar muda Indonesia kembali mencatatkan prestasi di bidang Internasional. Kali ini sosok yang mengukir pencapaian besar datang dari salah satu siswa sekolah di tingkat setara SMP, Binus School Simprug, yakni Evan Felix Santoso.

Siswa berusia 13 tahun yang berada di kelas 8 tersebut diketahui berhasil memenangkan kompetisi Global Imagine Cup Junior AI for Good Challenge 2022, yang diselenggarakan perusahaan teknologi Microsoft.

Untuk diketahui, Global Imagine Cup Junior AI for Good Challenge sendiri adalah sebuah kompetisi yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ketiga. Fokus yang diperlombakana adalah inovasi kalangan pelajar berusia 13-18 tahun, dalam menjawab tantangan lingkungan dan sosial yang dihadapi dunia saat ini, dengan menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Selain Evan, peserta yang berpartisipasi dalam kompetisi tersebut juga berasal dari berbagai negara lainya. Evan menang sebagai satu-satunya wakil dari Indonesia di antara 10 pemenang yang ditetapkan dalam kompetisi tersebut.

Mengenal Octopus, Aplikasi Daur Ulang Sampah yang Didirikan Hamish Daud

Inovasi Sea Waste Scavengers

Membahas lebih detail mengenai inovasi yang dihadirkan Evan, ia membuat sebuah gagasan bertajuk Sea Waste Scavengers.

Sea Waste Scavengers memanfaatkan teknologi AI untuk mengoperasikan kapal listrik bertenaga air dan surya, yang dapat melacak, menemukan, dan mengambil sampah plastik di laut sebelum kemudian dikirimkan ke fasilitas daur ulang.

“Inspirasi Sea Waste Scavengers datang dari MAS400 atau Mayflower Autonomous Ship 400, kapal bertenaga energi terbarukan yang sepenuhnya otomatis yang dibuat untuk merayakan ulang tahun ke-400 Mayflower asli yang membawa peziarah pertama ke Amerika. Dengan demikian, kapal tersebut dirancang untuk berlayar dari Inggris ke Amerika, sambil mempelajari kehidupan laut dalam perjalanan.” jelas Evan, mengutip keterangan di laman resmi Microsoft Indonesia.

Ide Evan membawanya menjadi salah satu pemenang, karena inovasi tersebut dinilai relevan dengan kondisi polusi atau sampah plastik di perairan laut Indonesia saat ini.

Sekadar informasi, berdasarkan data Bank Dunia, sekitar 365,5 ton sampah plastik dari darat berakhir di laut Indonesia, di mana dua pertiganya berasal dari daratan Jawa dan Sumatra.

Ide cemerlang Ethan itu nyatanya mampu bersanding dengan inovasi anak-anak dari negara lain semisal inovasi HACKRR dari perwakilan Filipina, yang membuat ekstensi browser untuk memerangi hoax dan berita bohong.

Lain itu ada juga inovasi bernama Earthatarian dari perwakilan Inggris, yang membantu mengurangi sampah makanan melalui prediksi tanggal kadaluwarsa sekaligus memonitor konsumsi makanan.

Senang karyanya mendapat apresiasi, Ethan berhadap idenya tersebut bisa terealisasi dan membantu menyelesaikan permasalahan sampah di laut Indonesia.

“Di masa depan, saya harap dengan membersihkan pencemaran laut, kita juga dapat menyelamatkan kehidupan tumbuhan dan hewan laut, sehingga lautan kita tidak hanya menjadi lebih bersih, tetapi juga penuh kehidupan dan lebih Indah,” ujarnya.

Makin Banyak Panen Prestasi, Masyarakat Kian Optimis Akan Sektor Pendidikan dan Kebudayaan

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini